Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

World Economic Forum Targetkan 1 Miliar Pekerja Melek Keterampilan Baru

Kompas.com, 5 Februari 2026, 13:54 WIB
Manda Firmansyah,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - World Economic Forum (Forum Ekonomi Dunia atau WEF) yang tahun ini diadakan di Davos-Klosters, Swiss, berencana berinvestasi untuk pengembangan keterampilan para pekerja.

Inisiatif peningkatan keterampilan (reskilling revolution) disebut menjangkau lebih dari 850 juta orang di seluruh dunia. Jumlah tersebut mendekati target membekali satu miliar orang dengan akses ke peluang ekonomi, keterampilan, dan pendidikan.

Kecerdasan buatan (artificial intelilligent atau AI), pergeseran geoekonomi, dan transisi energi dapat dengan cepat membentuk kembali pasar ketenagakerjaan global.

Baca juga:

Investasi World Economic Forum untuk pengembangan pekerja

Bekerja sama dengan 79 negara dan 18 industri

Rencana global baru itu mencakup janji sektor, kemitraan universitas-perusahaan, dan akselerator keterampilan nasional, dengan fokus pada perancangan ulang cara seseorang memasuki dunia kerja.

Selain itu, komitmen global baru juga berfokus untuk bertransisi antar-pekerjaan dan tetap dapat dipekerjakan dalam ekonomi yang semakin dibentuk oleh AI.

Di antaranya, komitmen peningkatan keterampilan, dengan lebih dari 25 perusahaan teknologi telah berjanji untuk mendukung 120 juta pekerja dengan akses AI, pelatihan keterampilan, dan jalur karier.

Secara paralel, India meluncurkan akselerator keterampilan nasional baru, yang bertujuan mempercepat pelatihan, selaras dengan industri dan meningkatkan kemampuan kerja bagi jutaan pekerja.

Direktur Pelaksana, World Economic Forum, Saadia Zahidi mengatakan, ekonomi global sedang mengalami transformasi paling signifikan dalam beberapa dekade.

Namun, masa depan pekerjaan tidak stagnan, serta tergantung pada kesempatan para pekerja untuk belajar, serta dukungan untuk transisi dan kewirausahaan.

"Pengumuman hari ini merupakan tindakan tegas, memobilisasi penyedia pendidikan, pemberi kerja, dan pemerintah untuk memastikan masa depan pekerjaan memberikan kesempatan bagi semua," ujar Saadia, dilansir dari Eco-Business, Kamis (5/2/2026).

WEF targetkan satu miliar orang mendapat akses keterampilan, pendidikan, dan peluang ekonomi melalui reskilling revolution.Canva.com WEF targetkan satu miliar orang mendapat akses keterampilan, pendidikan, dan peluang ekonomi melalui reskilling revolution.

Inisiatif reskilling revolution telah memobilisasi komitmen untuk menjangkau 856 juta orang secara global pada 2030 nanti.

Agar tetap berada pada jalur yang tepat dalam mencapai tujuannya, perlu penyediaan akses lebih baik terhadap peluang ekonomi, keterampilan, dan pendidikan bagi satu miliar orang.

Inisiatif reskilling revolution bekerja sama dengan 79 negara dan 18 industri, serta didukung oleh lebih dari 350 organisasi dan 35 CEO.

Komitmen terbaru datang dari perusahaan-perusahaan, seperti Adobe, Cornerstone OnDemand, Cisco, JD.com, SAP, Salesforce, ServiceNow, Snowflake, Wipro, dan Workday.

Baca juga:

Di seluruh komitmen reskilling revolution, mayoritas berfokus pada AI dan keterampilan digital, dengan menekankan kemampuan yang berpusat pada manusia.

Komitmen reskilling revolution juga memprioritaskan pada peran tingkat pemula yang paling rentan terhadap disrupsi.

Perusahaan-perusahaan teknologi terkemuka berjanji untuk secara kolektif mendukung 120 juta pekerja pada tahun 2030 melalui inisiatif reskilling revolution dari Forum Ekonomi Dunia.

Ikrar komitmen menyatukan perusahaan-perusahaan dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat (AS), Eropa, Timur Tengah, India, dan Jepang.

Inisiatif reskilling revolution berfokus pada memperluas akses gratis ke AI dan teknologi digital, termasuk menciptakan jalur karier bagi individu tanpa latar belakang teknis formal.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Pramono: Pilah Sampah di Jakarta Capai 23 Persen, 8.615 Fasilitas Pengelolaan Disiapkan
Pramono: Pilah Sampah di Jakarta Capai 23 Persen, 8.615 Fasilitas Pengelolaan Disiapkan
Pemerintah
Indonesia Dinilai Terlambat Terapkan EPR, Produsen Bakal Wajib Biayai Pengelolaan Sampah
Indonesia Dinilai Terlambat Terapkan EPR, Produsen Bakal Wajib Biayai Pengelolaan Sampah
Pemerintah
Peran Teknologi Informatika: Bantu Olah Data Biodiversitas jadi Panduan Kebijakan
Peran Teknologi Informatika: Bantu Olah Data Biodiversitas jadi Panduan Kebijakan
Pemerintah
Geomembrane Tutup Gunungan Sampah Bantargebang Dinilai Bukan Solusi Akhir
Geomembrane Tutup Gunungan Sampah Bantargebang Dinilai Bukan Solusi Akhir
LSM/Figur
Edukasi di Kebun Binatang Perkuat Hubungan Masyarakat dengan Alam
Edukasi di Kebun Binatang Perkuat Hubungan Masyarakat dengan Alam
Pemerintah
Studi Ungkap Emisi Metana dari TPA Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan
Studi Ungkap Emisi Metana dari TPA Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan
Pemerintah
Ahli Ingatkan Ancaman Kerusakan Total 'Great Barrier Reef' Akibat El Nino
Ahli Ingatkan Ancaman Kerusakan Total "Great Barrier Reef" Akibat El Nino
Pemerintah
Dari Ibu Hamil hingga Remaja, Program PASTI Bangun Ekosistem Pencegahan Stunting di Kubu Raya
Dari Ibu Hamil hingga Remaja, Program PASTI Bangun Ekosistem Pencegahan Stunting di Kubu Raya
Swasta
PLTS Atap Dinilai Bisa Perkuat Keandalan Listrik, Kebijakan Kuota Diminta Direvisi
PLTS Atap Dinilai Bisa Perkuat Keandalan Listrik, Kebijakan Kuota Diminta Direvisi
LSM/Figur
Area Berisiko Banjir di Kota Semarang Diproyeksikan Bertambah 2.162 Hektare pada 2039
Area Berisiko Banjir di Kota Semarang Diproyeksikan Bertambah 2.162 Hektare pada 2039
LSM/Figur
ITS Kembangkan Teknologi PLTS Terintegrasi, Efisiensi Daya Bisa Naik 750 Persen
ITS Kembangkan Teknologi PLTS Terintegrasi, Efisiensi Daya Bisa Naik 750 Persen
LSM/Figur
Kupu-Kupu Berpindah Habitat, Ahli Ingatkan Ancaman Krisis Ekosistem
Kupu-Kupu Berpindah Habitat, Ahli Ingatkan Ancaman Krisis Ekosistem
LSM/Figur
Eksploitasi Air Tanah Persulit Mangrove Bantu Selamatkan Kawasan Pesisir
Eksploitasi Air Tanah Persulit Mangrove Bantu Selamatkan Kawasan Pesisir
LSM/Figur
Antisipasi Ancaman Mikroplastik, Pelaku Bisnis Didesak Segera Bertindak
Antisipasi Ancaman Mikroplastik, Pelaku Bisnis Didesak Segera Bertindak
Pemerintah
ICEL: Pengawasan Tambang Rentan Lumpuh Tanpa Transparansi Dokumen Lingkungan
ICEL: Pengawasan Tambang Rentan Lumpuh Tanpa Transparansi Dokumen Lingkungan
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau