KOMPAS.com - Uni Eropa disebut "melemahkan" komitmennya sebagai "pemimpin" dalam bidang iklim setelah menyetujui target emisi gas rumah kaca (GRK) sementara untuk tahun 2040.
Meskipun baru target sementara, ada risiko celah hukum kontroversial yang menunda intervensi nyata dan ambisius untuk menurunkan emisi GRK di kawasan tersebut, dilansir dari Euronews, Sabtu (14/3/2026).
Baca juga:
Apalagi mulai tahun 2036, kredit karbon internasional yang berkualitas tinggi dapat digunakan hingga batas lima persen, dari emisi bersih Uni Eropa pada 1990 untuk berkontribusi terhadap target sementara 2040.
Negara-negara Uni Eropa kemungkinan membeli kredit karbon yang dihasilkan oleh proyek-proyek di negara lain dan menghitung pengurangan emisi GRK-nya sebagai bagian dari target mereka sendiri.
Inisiatif itu sudah dipakai oleh sejumlah negara, salah satunya Jepang, dan berarti hanya 85 persen pengurangan emisi yang harus dicapai di dalam Uni Eropa.
Dewan Uni Eropa menyatakan, kredit karbon yang digunakan harus didasarkan pada proyek yang kredibel dalam pengurangan emisi GRK di negara-negara mitra, sesuai dengan Perjanjian Paris. Namun, perlindungan yang ada saat ini tidak cukup untuk memastikan hal tersebut.
“Ini adalah langkah mundur yang berisiko dan merusak prinsip bahwa target iklim seharusnya mendorong pengurangan emisi domestik yang nyata,” ujar Climate Action Tracker, Sarah Heck.
Baca juga:
Tujuan iklim Uni Eropa kurang memiliki kejelasan dan ambisi dalam hal sektor penggunaan lahan dan arah setelah tahun 2030. Uni Eropa menghapus penggunaan karbon kredit internasional pada tahun 2021. Sebab, ada kekhawatiran skema perdagangan karbon Uni Eropa dibanjiri dengan kredit murah dan berkualitas rendah yang melemahkan insentif untuk mengurangi emisi.
“Pengenalan kembali kompensasi emisi sangat melemahkan ambisi domestik Uni Eropa dengan membuka pintu bagi celah akuntansi dan membahayakan pencapaian target nol emisi bersih Uni Eropa,” tutur Heck.
Ia menganggap tujuan iklim Uni Eropa kurang memiliki kejelasan dan ambisi dalam hal sektor penggunaan lahan dan arah setelah tahun 2030.
Uni Eropa belum memberikan target terpisah bagi the land use, land use change and forestry (LULUCF) untuk tahun 2035 atau 2040.
Sektor LULUCF mencakup penyerapan emisi GRK yang dihasilkan dari penggunaan dan alih fungsi lahan, serta kegiatan kehutanan yang disebabkan langsung oleh manusia.
Dalam sektor LULUCF, karbon diserap oleh hutan dan padang rumput, sedangkan kehilangan karbon diakibatkan alih fungsi lahan menjadi pertanian atau permukiman.
Menurut Heck, berkurangnya target LULUCF membuat sulit untuk memahami berapa banyak pengurangan emisi GRK Uni Eropa yang nyata, dibandingkan dengan penyerapan karbon oleh lahan atau hutan.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya