KOMPAS.com - Padang lamun termasuk ekosistem pesisir yang sering luput dari perhatian. Secara global, luasan padang lamun diperkirakan mencapai sekitar 300.000 sampai 600.000 kilometer persegi. Sebagai negara kepulauan, Indonesia mempunyai luasan padang lamun sekitar 660.000 hektar.
Menurut Kepala Pusat Riset Ekologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Asep Hidayat, Indonesia merupakan salah satu pusat keanekaragaman padang lamun dunia.
Baca juga:
Padang lamun mengemban berbagai macam fungsi ekologis, salah satunya kemampuan meredam daya gelombang dan mengurangi abrasi. Padang lamun juga menstabilkan sedimen dan menjaga kejernihan air perairan.
"Ini saya kira bagus sekali ini, apalagi ada polutan dan lain-lain, ini menjadi penstabil ya, bukan hanya saya kira sedimen tapi polutan juga bisa diabsorbsi oleh lamun ini. Juga menjadi habitat penting biota laut, termasuk ikan, vertebrata, dan spesies-spesies lain yang bernilai ekonomi," ujar Asep dalam webinar menjaga dalam Senyap: Padang Lamun, Sang Pelindung Pesisir dan Pengendali Iklim Global, Senin (2/3/2026).
Ilustrasi lamun dugong (Thalassia hemprichii). Sebagai pelindung alam pesisir, padang lamun memiliki beragam manfaat, termasuk untuk lingkungan. Simak selengkapnya.Selain dari sisi ekologis, padang lamun bisa berkontribusi sangat besar terhadap perekonomian jika mengkuantifikasi dan memperdagangkannya sebagai penyerap karbon biru yang efisien.
Secara global, padang lamun diperkirakan menyimpan sekitar 10-12 persen cadangan karbon laut dangkal.
Padang lamun memiliki kemampuan menyimpan karbon organik di dalam sedimen dasar laut dengan jangka waktu sangat lama, yang memosisikannya sebagai ekosistem penting untuk mitigasi krisis iklim. Area ini menyimpan hingga 83.000 metrik ton karbon per kilometer persegi di dalam sedimennya.
"Ini baru dalam sedimennya, apalagi dalam mungkin nanti dalam lamunnya itu sendiri mungkin kecil ya, tapi ini menjadi potensi," tutur Asep.
Padang lamun di Indonesia diperkirakan dapat menyimpan puluhan hingga ratusan juta karbon, menjadikannya aset penting bagi strategi mitigasi krisis iklim nasional sekaligus sumber ekonomi ke depannya.
Baca juga:
Ilustrasi lamun dugong. Sebagai pelindung alam pesisir, padang lamun memiliki beragam manfaat, termasuk untuk lingkungan. Simak selengkapnya.Eksistensi padang lamun di Indonesia menghadapi berbagai tantangan yang serius. Di antaranya, tekanan pembangunan di pesisir, sedimentasi, alih fungsi lahan di kawasan hulu, pencemaran, aktivitas penangkapan ikan tidak ramah lingkungan, serta degradasi padang lamun akibat krisis iklim.
Asep menuturkan, BRIN berencana memperkuat riset, pemetaan, dan monitoring padang lamun dengan alat yang beresolusi tinggi.
Nantinya, ekosistem padang lamun di Indonesia akan dikategorikan dalam kondisi yang sehat, dan mengalami kerusakan sedang atau berat.
"Karena memang padang lamun ini di bawah perairan yang kadang-kadang bisa terdeteksi oleh citra ataupun tidak terdeteksi. Nah ini bagaimana cara menyelesaikannya nanti ke depan dengan berbagai macam skala untuk mengetahui dinamika luasan, kondisi kesehatan ekosistem," ucapnya.
Selain itu, BRIN akan mengkaji padang lamun sebagai karbon biru yang lebih terstandar. BRIN akan mencari standar metode baru yang lebih efektif dan akurat dalam pengukuran stok maupun laju akumulasi karbon.
"Ya tahun ini kita akan segera meluncurkan ya berbagai macam program riset yang berkaitan berkaitan dengan karbon asesmen ini," ujar Asep.
BRIN juga akan meneliti konektivitas antara ekosistem pesisir. Mulai dari lamun, mangrove, sampai terumbu karang, untuk mendukung pengelolaan berbasis lanskap.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya