"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa mikroplastik di tanah hutan utamanya berasal dari udara dan guguran daun. Sumber polusi lainnya justru hanya memberikan pengaruh kecil," jelas Weber.
"Kami menyimpulkan bahwa hutan adalah indikator yang baik untuk melihat tingkat polusi plastik di udara. Konsentrasi plastik yang tinggi di tanah hutan menunjukkan banyaknya partikel yang menyebar luas melalui udara ke dalam ekosistem ini, berbeda dengan polusi langsung seperti penggunaan pupuk di lahan pertanian," imbuh dia.
Penelitian ini diklaim sebagai yang pertama yang secara jelas menunjukkan bagaimana hutan tercemar oleh mikroplastik dan menghubungkan pencemaran tersebut langsung dengan partikel yang terbawa melalui udara.
Sebelumnya, jalur penyebaran ini belum pernah dipelajari secara mendalam.
Temuan ini menjadi landasan penting untuk menilai bahaya mikroplastik bagi lingkungan, baik di udara maupun di tanah.
"Hutan sudah terancam oleh perubahan iklim, dan temuan kami menunjukkan bahwa mikroplastik kini bisa menjadi ancaman tambahan bagi ekosistem hutan," kata Weber.
Hasil penelitian ini juga berdampak bagi kesehatan manusia karena mempertegas bagaimana mikroplastik menyebar ke seluruh dunia melalui udara yang dihirup.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya