KOMPAS.com - Penghijauan kota menjadi cara melawan krisis iklim. Ruang terbuka hijau (RTH) dapat membantu mendinginkan kota dan membuat udara lebih bersih.
Pepohonan dan taman di tengah "hutan beton" juga mendorong kebiasaan jalan kaki yang mengurangi lalu lintas kendaraan.
Baca juga:
Namun, perawatan dan perencanaan masa depan RTH kota menghadapi tantangan yang sangat kompleks.
Arah pergerakan dan perkembangan RTH ke depan semakin sulit dilacak karena sepenuhnya dikelola oleh kota itu sendiri. Tak terkecuali, bagi ibu kota Amerika Serikat (AS), Washington, D.C.
Ilustrasi Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat. Penghijauan kota jadi cara melawan krisis iklim. Ruang terbuka hijau (RTH) dapat membantu mendinginkan kota dan membuat udara lebih bersih. Meskipun telah memanfaatkan hutan kota dan ruang hijau untuk menciptakan kota yang lebih layak huni bagi penduduknya, Washington, D.C. tetap menghadapi masalah layaknya metropolitan lainnya. Salah satunya perluasan skala dan perawatan RTH.
"Para ahli kehutanan perkotaan memiliki rencana di seluruh kota dan melakukan survei pohon skala besar sambil juga merawat pohon-pohon individual sesuai kebutuhan, tapi mereka ingin memiliki cara yang lebih efektif untuk memantau seluruh sistem," kata profesor pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Northeastern University, Fang Fang, dilansir dari Phys.org, Rabu (25/3/2026).
Saat ini, studi terbaru yang diterbitkan di jurnal Urban Forestry & Urban Greening menyediakan alat perencanaan dan penilaian bagi para ahli kehutanan, yang dapat membuka perspektif baru dalam perawatan RTH di perkotaan.
Studi dari Northeastern University itu memaparkan model AI (Artificial Intelligence atau kecerdasan butan) pembelajaran mendalam yang memproses citra satelit dan fotografi Google Street View untuk menganalisis RTH di Washington, D.C. secara tiga dimensi.
Fang dan tim penelitinya bekerja sama dengan Divisi Kehutanan Perkotaan Departemen Transportasi Distrik (DDOT) menganalisis lebih dari 80.000 gambar satelit dan Google Street View.
Dengan menggabungkan gambar satelit untuk tampilan dari atas dan Google Street View sebagai orientasi vertikal melalui permukaan tanah, para ahli kehutanan perkotaan akan memperoleh sudut pandang baru.
Kombinasi teknik ini memungkinkan para ahli kehutanan perkotaan untuk mempelajari RTH pada berbagai skala.
"Untuk tujuan praktis dan operasional kami, (studi ini) membantu kami memahami dengan cara baru batasan program kami," tutur wakil direktur Divisi Kehutanan Perkotaan DDOT Washington, D.C., Earl Eutsler.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya