Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Atasi Tantangan Pembangunan Nasional, PFI Dorong Perkuat Peran Filantropi

Kompas.com, 29 April 2026, 14:50 WIB
Add on Google
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) menilai sektor filantropi memiliki peluang semakin besar untuk berperan dalam menjawab tantangan pembangunan nasional di tengah menurunnya bantuan internasional dan meningkatnya kompleksitas persoalan sosial-ekonomi.

Hal itu disampaikan dalam Rapat Umum Anggota (RUA) 2026 yang digelar di Gedung IPMI, Jakarta.

PFI menyebut filantropi dapat menjadi katalisator perubahan melalui inovasi pendanaan sosial, pemanfaatan data, serta penguatan kemitraan lintas sektor.

Baca juga: PFI Luncurkan Chapter Surabaya untuk Perkuat Ekosistem Filantropi Jawa Timur

Ketua Badan Pengurus PFI Rizal Algamar mengatakan, sepanjang 2025 organisasinya berupaya memperkuat peran sebagai pusat kolaborasi filantropi nasional.

“Sepanjang tahun 2025, PFI memperkuat perannya sebagai Filantropi Hub melalui penguatan pembelajaran, pengembangan pengetahuan berbasis data, perluasan kolaborasi lintas sektor, serta kampanye publik yang mendorong praktik filantropi yang lebih terintegrasi dan berdampak,” ujar Rizal dalam keterangan tertulis, Senin (28/4/2026).

Anggota capai 252 organisasi

PFI mencatat jumlah anggotanya meningkat menjadi 252 organisasi pada 2025. Menurut organisasi tersebut, kenaikan jumlah anggota menunjukkan bertambahnya minat berbagai pihak untuk membangun kolaborasi filantropi di Indonesia.

Sepanjang tahun lalu, PFI juga menyelenggarakan lebih dari 24 forum diskusi reguler dan 32 forum dalam Filantropi Indonesia Festival 2025 (FIFest2025), yang melibatkan lebih dari 3.750 peserta.

Selain itu, organisasi tersebut menerbitkan tujuh publikasi strategis yang berisi analisis dan rekomendasi kebijakan terkait penguatan sektor filantropi.

Dari sisi komunikasi publik, PFI mencatat 171 liputan media dengan jangkauan lebih dari 3,4 juta audiens, serta memproduksi artikel dan opini terkait perkembangan filantropi di Indonesia.

PFI juga memperluas jaringan melalui penguatan chapter daerah, termasuk di Makassar dan Surabaya.

Langkah itu dilakukan agar kegiatan filantropi lebih kontekstual dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di tingkat regional.

Selain itu, PFI meluncurkan Piagam Budaya Filantropi sebagai kerangka nilai bersama untuk mendorong praktik filantropi yang etis, transparan, dan sesuai konteks lokal.

Dorong kolaborasi lintas sektor

Dalam menghadapi persoalan pembangunan yang semakin kompleks, PFI memperkuat kerja sama lintas sektor melalui Multi-Stakeholder Forum (MSF) yang melibatkan pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan sektor swasta.

Baca juga: Peran Filantropi Bangun Ketahanan Pangan dari Desa

Forum tersebut juga mendorong kolaborasi hingga tingkat desa sebagai pelaksana langsung berbagai program sosial.

Sepanjang 2025, MSF melibatkan tiga aliansi utama, yakni Perhimpunan Filantropi Indonesia, Forum Zakat, dan Humanitarian Forum Indonesia, serta didukung enam mitra pengetahuan dan 25 kolaborator.

PFI menilai model kolaborasi tersebut penting untuk meningkatkan efektivitas intervensi sosial dan memastikan dampak program lebih terukur.

Anton Rizki dari Center for Indonesian Policy Studies menilai PFI berperan sebagai ruang kolaborasi antarlembaga.

“PFI berperan sebagai platform kolaborasi, menyatukan berbagai organisasi untuk saling belajar dan memperkuat kapasitas, serta membuka akses ke jejaring strategis,” ujarnya.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau