Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PFI Luncurkan Chapter Surabaya untuk Perkuat Ekosistem Filantropi Jawa Timur

Kompas.com, 23 Januari 2026, 16:56 WIB
Add on Google
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) resmi meluncurkan PFI Chapter Surabaya sebagai upaya memperkuat ekosistem filantropi di Jawa Timur dan sekitarnya. Peluncuran tersebut digelar di Graha Sawunggaling, Surabaya, Kamis (22/1/2026).

Peluncuran chapter baru ini menjadi langkah PFI untuk memperluas jejaring kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, media, dan organisasi masyarakat sipil, guna mendorong pembangunan berkelanjutan yang lebih inklusif dan berbasis kebutuhan daerah.

Sekretaris Pengurus PFI Irvan Nugraha mengatakan pembentukan PFI Chapter Surabaya tidak sekadar memperluas struktur organisasi, melainkan upaya mendekatkan ekosistem filantropi dengan konteks dan tantangan lokal.

Baca juga: Saat Hutan Hilang, SDGs Tak Lagi Relevan

“Kami berharap PFI Chapter Surabaya dapat menjadi ruang temu, ruang belajar, dan ruang aksi bersama, serta menjadi platform berbagi praktik baik untuk melahirkan inisiatif filantropi yang lebih berdampak dan berkelanjutan dengan berakar pada kearifan lokal Jawa Timur,” ujar Irvan dalam keterangan resmi, Kamis (22/1/2026).

Dalam kegiatan tersebut, PFI bersama Forum Zakat (FOZ) dan Humanitarian Forum Indonesia (HFI) juga menginisiasi Multistakeholder Forum (MSF) Aliansi Filantropi.

Platform ini telah menjalin kemitraan dengan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat untuk mendukung percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Pemerintah Kota Surabaya menyampaikan dukungan terhadap penguatan peran filantropi sebagai mitra strategis pembangunan daerah.

Saat ini, Pemkot Surabaya menjalankan berbagai program pembangunan berkelanjutan, termasuk penurunan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, salah satunya melalui Program KOMPAK (Kolaborasi Masyarakat dan Pemerintah untuk Pengentasan Kemiskinan).

Koordinator PFI Chapter Surabaya Kholaf Hibatulloh mengatakan peluncuran chapter ini diinisiasi dan dikerjakan bersama oleh berbagai lembaga filantropi di Surabaya.

Baca juga: Ketua Dewan Pers: Budaya Filantropi Indonesia Kuat, Krisis Kepercayaan Menghambat

Menurut dia, kolaborasi tersebut mencerminkan semangat gotong royong dalam penguatan filantropi daerah.

Rangkaian acara peluncuran juga diisi diskusi panel bertema "Penguatan Potensi Filantropi di Jawa Timur melalui Integrasi Aksi Kolektif, Ko-kreasi, dan Kolaborasi Inklusif".

Diskusi tersebut membahas peluang, tantangan, serta rekomendasi strategis dalam mendorong filantropi berbasis kolaborasi untuk mendukung pencapaian SDGs di Jawa Timur.

PFI Chapter Surabaya diharapkan menjadi pusat koordinasi dan pembelajaran bersama bagi lembaga filantropi, dunia usaha, pemerintah daerah, dan akademisi dalam mengembangkan inisiatif sosial yang adaptif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat aksi kolektif lintas sektor di tingkat daerah.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Perusahaan yang Punya Komitmen pada ESG Lebih Cepat Bangkit dari Krisis
Perusahaan yang Punya Komitmen pada ESG Lebih Cepat Bangkit dari Krisis
LSM/Figur
Memilah Berulang Jadi Kesulitan Para Ibu Pengelola Sampah
Memilah Berulang Jadi Kesulitan Para Ibu Pengelola Sampah
LSM/Figur
ASN di Bekasi Bisa Berhemat BBM sejak Kebijakan WFH
ASN di Bekasi Bisa Berhemat BBM sejak Kebijakan WFH
Pemerintah
Meleset dari Janji, Emisi Karbon Penerbangan Eropa Malah Melonjak Tinggi
Meleset dari Janji, Emisi Karbon Penerbangan Eropa Malah Melonjak Tinggi
Pemerintah
Studi Ungkap Perilaku Laki-Laki Cenderung Punya Jejak Karbon Lebih Besar
Studi Ungkap Perilaku Laki-Laki Cenderung Punya Jejak Karbon Lebih Besar
Pemerintah
Tukang Sampah dan Warga di Daerah Langganan Banjir Paling Berisiko Terinfeksi Hantavirus
Tukang Sampah dan Warga di Daerah Langganan Banjir Paling Berisiko Terinfeksi Hantavirus
LSM/Figur
Perubahan Iklim Jadi Risiko Bisnis, Dunia Usaha Didorong Lakukan Mitigasi Secara Terukur
Perubahan Iklim Jadi Risiko Bisnis, Dunia Usaha Didorong Lakukan Mitigasi Secara Terukur
Pemerintah
Perusahaan Raksasa Dunia Ramai-ramai PHK Karyawan, Ada Meta dan Amazon
Perusahaan Raksasa Dunia Ramai-ramai PHK Karyawan, Ada Meta dan Amazon
Swasta
PBB: Kekerasan Online Terhadap Perempuan di Ranah Publik Semakin Canggih
PBB: Kekerasan Online Terhadap Perempuan di Ranah Publik Semakin Canggih
Pemerintah
WHO Selidiki Risiko Hantavirus Menular Antar Manusia, Apakah Mengulang Pandemi Covid-19?
WHO Selidiki Risiko Hantavirus Menular Antar Manusia, Apakah Mengulang Pandemi Covid-19?
LSM/Figur
Danantara Dinilai Mampu Percepat Transisi Energi
Danantara Dinilai Mampu Percepat Transisi Energi
LSM/Figur
Pekerja Migran Indonesia di Jepang Perkuat Jejaring Lewat Pentas Budaya
Pekerja Migran Indonesia di Jepang Perkuat Jejaring Lewat Pentas Budaya
Pemerintah
Praktik 'Open Dumping' Masih Marak Terjadi Imbas Minimnya Anggaran Daerah
Praktik "Open Dumping" Masih Marak Terjadi Imbas Minimnya Anggaran Daerah
LSM/Figur
Kampanye Tahun Petani Perempuan, Tingkatkan Ketahanan Pangan di Tengah Krisis Iklim
Kampanye Tahun Petani Perempuan, Tingkatkan Ketahanan Pangan di Tengah Krisis Iklim
Pemerintah
Populasi Serangga Berkurang Sebabkan Gizi Pangan Turun, Kok Bisa?
Populasi Serangga Berkurang Sebabkan Gizi Pangan Turun, Kok Bisa?
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau