Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Target Kurangi Emisi, Boeing Borong 20.000 Ton Kredit Penghapusan Karbon

Kompas.com, 5 Mei 2026, 15:05 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber ESG Today

KOMPAS.com - Platform jual beli karbon, Supercritical, mengumumkan kesepakatan baru dengan Boeing untuk pembelian 20.000 ton layanan penghapusan karbon dioksida (CDR) yang tahan lama.

Layanan ini berasal dari berbagai penyedia yang menjalankan proyek biochar (arang hayati) dan ERW (pelapukan batuan) di negara-negara berkembang.

Melansir ESG Today, Jumat (1/5/2026) Biochar dan ERW dianggap sebagai metode penghapusan karbon yang paling mudah dikembangkan dalam skala besar. Selain karena bahan bakunya yang melimpah, metode ini juga memberikan manfaat tambahan seperti meningkatkan kesehatan tanah dan hasil pertanian.

Melalui kesepakatan ini, Boeing bekerja sama dengan Supercritical untuk menyusun daftar proyek penghapusan karbon yang berkualitas tinggi dan beragam.

Mereka memeriksa lebih dari 200 proyek di seluruh dunia menggunakan 118 kriteria ilmiah yang ketat, mulai dari seberapa permanen karbon tersebut tersimpan hingga kesiapan operasional proyeknya.

Baca juga: Industri Penerbangan Asia Pasifik Siap Penuhi Target 5 Persen Avtur Berkelanjutan

Hasilnya, terpilihlah enam penyedia layanan yang beroperasi di Brasil, Bolivia, Namibia, dan India, yang menggunakan solusi biochar dan pelapukan batuan.

Para penyedia yang terpilih tersebut adalah Exomad Green, Ground Up, InPlanet, NetZero, Varaha, dan PlanBoo.

"Banyak pembeli biasanya hanya memilih proyek yang sudah tersedia di daftar pendek mereka. Namun, perusahaan-perusahaan yang lebih maju sekarang memulai dengan menentukan kriteria kualitas terlebih dahulu. Mereka mempercayai standar tinggi yang dimiliki mitra pengadaan mereka untuk mencari atau membangun kumpulan proyek yang memenuhi syarat tersebut," ungkap Michelle You, CEO Supercritical.

"Itu yang kami lakukan untuk Boeing. Kami memeriksa lebih dari 200 proyek dengan kerangka kerja kami, dan hanya proyek-proyek yang terpilih inilah yang berhasil lolos. Inilah perbedaan antara sekadar perantara yang menjual proyek dengan platform pasar yang membangun infrastruktur pasar yang benar," tambahnya.

Strategi mengurangi emisi di rantai bisnis

Pengumuman ini menyusul kesepakatan sebelumnya di mana Boeing setuju untuk membeli 80.000 ton layanan penghapusan karbon (CDR) dari perusahaan Grassroots Carbon dan Carbonfuture.

Boeing menyatakan bahwa kredit penghapusan karbon ini akan digunakan untuk mengatasi emisi sisa dari perjalanan dinas (kategori Scope 3). Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar perusahaan untuk mengurangi dan menetralkan emisi yang sulit dihilangkan di seluruh rantai bisnis mereka.

Baca juga: Bioavtur Berbasis Limbah Sawit Bisa Pangkas Signifikan Emisi Industri Penerbangan

Sejak tahun 2020, Boeing telah secara sukarela mengimbangi emisi dari pabrik dan fasilitas operasional mereka, serta emisi perjalanan dinas, terutama menggunakan cara konvensional.

Pada tahun 2024, Boeing mengadopsi strategi baru yaitu "hindari dulu, hapus kemudian". Artinya, mereka akan mengutamakan pengurangan emisi langsung dari sumbernya terlebih dahulu, baru kemudian menggunakan penghapusan karbon untuk sisa emisi yang memang sangat sulit untuk dihilangkan.

"Kami berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan industri penerbangan yang bertanggung jawab. Penghapusan karbon dengan standar integritas tinggi adalah kunci untuk memotong emisi bersih saat permintaan perjalanan udara global terus meningkat. Kerja sama kami dengan Supercritical mendukung tujuan tersebut dengan memperluas akses ke kredit penghapusan karbon yang berkualitas tinggi, beragam, dan telah teruji secara ilmiah," papar Allison Melia, Wakil Presiden Keberlanjutan Perusahaan Global Boeing. 

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
'Hutan Bukan Mainan': Menanam Harapan Lintas Generasi di Sedekah Hutan 2026
'Hutan Bukan Mainan': Menanam Harapan Lintas Generasi di Sedekah Hutan 2026
LSM/Figur
Hari Gajah Sedunia 2026: Hilangnya Hutan Jadi Ancaman Terbesar Gajah Sumatra
Hari Gajah Sedunia 2026: Hilangnya Hutan Jadi Ancaman Terbesar Gajah Sumatra
LSM/Figur
Karbon, Hutan Adat, dan Keadilan Tertunda
Karbon, Hutan Adat, dan Keadilan Tertunda
Pemerintah
Berdayakan 50.000 Warga, Armawati Ubah Sampah Jadi Peluang Ekonomi
Berdayakan 50.000 Warga, Armawati Ubah Sampah Jadi Peluang Ekonomi
Swasta
Reformasi Subsidi Energi, Jalan Menuju Perlindungan yang Lebih Adil
Reformasi Subsidi Energi, Jalan Menuju Perlindungan yang Lebih Adil
LSM/Figur
Dampak Kekeringan, Perancis Batasi Pemakaian Air di 70 Persen Wilayahnya
Dampak Kekeringan, Perancis Batasi Pemakaian Air di 70 Persen Wilayahnya
Pemerintah
Integrasi Keberlanjutan, Praktik Baik Bangunan Hijau Sektor FMCG dan Farmasi
Integrasi Keberlanjutan, Praktik Baik Bangunan Hijau Sektor FMCG dan Farmasi
Swasta
Kisah Nurdini Prihastiti Membuka Ruang Berkarya bagi Penyandang Disabilitas
Kisah Nurdini Prihastiti Membuka Ruang Berkarya bagi Penyandang Disabilitas
LSM/Figur
Coca-Cola Sediakan Drop Box Botol PET di 20 Gerai M Mart
Coca-Cola Sediakan Drop Box Botol PET di 20 Gerai M Mart
Swasta
WHO Rilis Kerangka Kerja Keberlanjutan untuk Dekarbonisasi Sektor Farmasi
WHO Rilis Kerangka Kerja Keberlanjutan untuk Dekarbonisasi Sektor Farmasi
Pemerintah
Pemuda Desa Sumbersari Ubah Sampah Pasar Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi
Pemuda Desa Sumbersari Ubah Sampah Pasar Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi
LSM/Figur
Kemenhut Petakan 6,28 Juta Hektare Perhutanan Sosial untuk Perdagangan Karbon
Kemenhut Petakan 6,28 Juta Hektare Perhutanan Sosial untuk Perdagangan Karbon
Pemerintah
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
LSM/Figur
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
Pemerintah
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau