Editor
JAKARTA, KOMPAS.com - IPB University menghadirkan program Beasiswa Wartawan sebagai bagian dari penguatan kapasitas jurnalisme nasional.
Program ini dirancang untuk membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi insan media untuk melanjutkan studi pascasarjana (magister/S2), sekaligus memperkuat kualitas komunikasi publik berbasis sains, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan.
Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet, menjelaskan, program Beasiswa Wartawan dirancang sebagai kemitraan penguatan kapasitas nasional melalui skema pendidikan yang fleksibel, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Baca juga: Guru Besar IPB Kembangkan Lampu LED untuk Tangkap Ikan di Laut tanpa Umpan
“Dengan dukungan riset, jejaring nasional dan internasional, serta pembelajaran aplikatif, IPB menyediakan lingkungan akademik yang relevan untuk menjawab tantangan pembangunan masa depan,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
Ia menambahkan, kolaborasi antara perguruan tinggi dan media menjadi langkah strategis untuk membangun ekosistem komunikasi yang sehat dan berkelanjutan.
“IPB University percaya bahwa informasi yang berkualitas adalah fondasi bagi masyarakat yang cerdas, demokratis, dan berdaya saing global,” ujarnya.
Program Beasiswa Wartawan IPB menawarkan skema pembiayaan beasiswa penuh atau full scholarship dan beasiswa sebagian (partial scholarship).
Adapun 10 program studi magister yang ditawarkan meliputi:
1. Komunikasi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan
2. Komunikasi Digital dan Media
3. Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan
4. Pengembangan Industri Kecil Menengah
5. Logistik Agro-Maritim
6. Klimatologi Terapan
7. Manajemen Pembangunan Daerah
8. Ilmu Manajemen
9. Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan
10. Manajemen dan Bisnis
Rektor mengatakan, melalui program ini, IPB University menargetkan lahirnya lulusan yang mampu menjadi komunikator publik dan pengelola media yang kompeten, etis, berorientasi pada kepentingan publik, dan adaptif terhadap disrupsi informasi.
Baca juga: Dialog dengan BEM soal SPPG, Rektor IPB Tegaskan Fokus pada CoE MBG
Mereka diharapkan dapat mendorong produksi konten yang berkualitas, independen, dan bertanggung jawab, sekaligus memperkuat sinergi antara media, pemerintah, akademisi, dan sektor swasta.
Selain itu, program ini juga berkontribusi pada penguatan ketahanan informasi bangsa dengan membentuk sumber daya manusia yang mampu menghadapi tantangan misinformasi, disinformasi, dan propaganda di era digital.
“Lulusan program magister ini akan menjadi bagian dari solusi strategis untuk memperkuat kualitas informasi, komunikasi pembangunan, dan ketahanan informasi bangsa,” tandas Rektor.
Pendaftaran program dibuka hingga 19 Juni 2026 melalui portal resmi admisi.ipb.ac.id. Proses seleksi dirancang transparan, profesional, dan mudah diakses, mulai dari pendaftaran daring, seleksi administrasi, hingga ujian dan wawancara.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya