Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Petani Disabilitas di Bulukumba Raup Puluhan Juta dari Selada Hidroponik

Kompas.com, 22 Mei 2026, 21:59 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

KOMPAS.com - Program pertanian inklusif bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, mampu membawa petani ke dalam rantai pasok industri.

Melalui program PELITA (Pemberdayaan Lintas Abilitas), kelompok petani disabilitas di wilayah tersebut kini mampu menjadi pemasok tetap sayuran hidroponik untuk kafe, restoran, dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di sejumlah daerah Sulawesi Selatan.

Program yang diinisiasi Manava Foundation itu dijalankan di Dusun Bonto Bulaeng, Bulukumba.

Baca juga: Angkat Tema Pemberdayaan, Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 Dibuka untuk Umum

Dalam beberapa bulan terakhir, kelompok petani binaan program tersebut berhasil membukukan pendapatan hingga lebih dari Rp 60 juta dari hasil panen selada hidroponik.

Program Manager PELITA Iqbal Naufal mengatakan, program tersebut dirancang untuk menjawab berbagai tantangan yang selama ini dihadapi penyandang disabilitas di sektor pertanian, mulai dari keterbatasan alat yang ramah disabilitas hingga akses pasar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2022, terdapat 305.217 penyandang disabilitas yang bekerja di sektor pertanian di Indonesia. Namun, sebagian besar masih menghadapi kendala berupa keterbatasan modal, pelatihan, dan kepastian pasar.

Melalui sistem hidroponik inklusif, proses budidaya dirancang lebih ringan dan fleksibel agar dapat disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing petani.

Program itu juga tidak hanya berfokus pada budidaya, tetapi mencakup pendampingan pascapanen, pengendalian kualitas produk, hingga akses pemasaran ke sektor hotel, restoran, dan kafe (HORECA).

“PELITA mengajak petani difabel mengubah kebiasaan yang sebelumnya bertani secara konvensional ke pertanian modern melalui sistem hidroponik,” ujar Iqbal dalam keterangannya, Jumat (22/5/2026).

Pada 2025, kelompok petani PELITA berhasil menanam 22.693 benih selada hidroponik dengan tingkat keberhasilan tumbuh mencapai 81 persen.

Program tersebut menghasilkan lebih dari 1.154 kilogram selada hidroponik. Pendapatan kelompok petani juga meningkat dari Rp 7,2 juta pada Juni menjadi Rp 54 juta pada November 2025.

Salah satu petani binaan program PELITA, Ihwan, mengaku kini telah memiliki penghasilan rutin dari hasil bertani hidroponik.

“Dulu saya belum punya penghasilan tetap sendiri. Sekarang Alhamdulillah saya sudah bisa mendapatkan penghasilan setiap bulan dari hasil bertani,” kata Ihwan.

Tempat belajar

Selain menjadi sumber ekonomi baru, greenhouse PELITA juga berkembang menjadi ruang pembelajaran pertanian inklusif. Lokasi tersebut mulai menerima kunjungan mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum untuk mempelajari sistem hidroponik secara langsung.

Produk hasil panen petani binaan juga telah dipamerkan dalam sejumlah kegiatan UMKM dan forum NGO di Jakarta.

Pada 2026, Manava Foundation berencana memperluas kapasitas produksi di Bulukumba serta memperkuat jaringan pemasaran ke sektor HORECA dan korporasi berbasis environmental, social, and governance (ESG). Model pertanian inklusif itu juga akan direplikasi ke daerah lain di Indonesia.

Baca juga: Petani di Sumsel Kelola Limbah Jerami Jadi Produk Ramah Lingkungan

CEO Manava Collective Marisa Thara Wardhani mengatakan, program tersebut menunjukkan bahwa dampak sosial dapat berjalan beriringan dengan peningkatan ekonomi masyarakat.

“Kami percaya model seperti ini tidak hanya menciptakan akses ekonomi bagi kelompok yang selama ini belum memiliki kesetaraan akses dan kesempatan, tetapi juga dapat membantu perusahaan membangun supply chain yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ujar Marisa.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Swasta
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pemerintah
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
LSM/Figur
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
Pemerintah
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Pemerintah
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
Swasta
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Pemerintah
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Pemerintah
'Bijak Jajan Cinta Bumi', Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
"Bijak Jajan Cinta Bumi", Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
Swasta
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
LSM/Figur
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
LSM/Figur
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Pemerintah
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
BUMN
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau