Mengambil contoh di Hong Kong, budaya kerja secara umum memiliki tingkatan jabatan yang jelas, latar belakang tim yang beragam, dan sangat mengutamakan efisiensi kerja, hal yang biasa kita lihat di perusahaan besar, instansi pemerintah, layanan keuangan, dan industri jasa profesional.
Lebih lanjut, banyak karyawan di sektor-sektor ini juga menghadapi persaingan internal yang ketat, yang menjadi tantangan lebih besar bagi staf junior atau mereka yang baru memulai karier.
Oleh karena itu, aktif mencari bimbingan, rajin mempelajari pengetahuan dan keterampilan baru, serta mengasah kemampuan memahami emosi orang lain dapat membantu karyawan mengumpulkan pengalaman dengan lebih efektif.
Hal ini juga membuka peluang perkembangan yang lebih luas, menciptakan kerja sama tim yang lebih kuat, dan menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan di tempat kerja yang beragam.
Wang menyarankan agar para manajer perusahaan mendorong karyawan junior untuk mau meminta saran. Selain itu, EQ bisa dimasukkan ke dalam program pengembangan tim untuk memperkuat keterampilan sosial dan kemampuan adaptasi karyawan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya