Peningkatan bauran biodiesel diharapkan memperbesar pemanfaatan energi terbarukan dalam negeri, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, sekaligus mendukung upaya penurunan emisi di sektor transportasi.
Baca juga: Bersih-bersih KAI di Kawasan Rel Pasar Senen, Ratusan Warga Direlokasi
KAI sebelumnya telah menggunakan biodiesel secara bertahap dalam operasional sarana diesel, mulai dari B35 hingga B40.
Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi KAI dalam menerapkan B50 dengan pendekatan teknis yang aman, terukur, dan sesuai kebutuhan operasional.
Anne menegaskan, KAI siap menjalankan mandatori B50 sesuai arahan pemerintah.
“Seluruh sarana diesel telah kami siapkan sehingga transisi energi ini dapat berjalan dengan tetap menjaga keselamatan perjalanan, keandalan operasi, dan kualitas layanan kepada masyarakat,” ucapnya.
Sebelumnya, Kementerian ESDM menyampaikan bahwa penerapan B50 disertai masa transisi selama tiga bulan.
Masa tersebut dimaksudkan sebagai periode penyesuaian di lapangan, termasuk untuk mengelola stok bahan bakar lama dan mempersiapkan implementasi B50 secara penuh.
Baca juga: KAI Daop 6 Tambah 4 KA Saat Libur Sekolah, Ratusan Ribu Tiket Masih Tersedia
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya