KOMPAS.com - Airbus dan MTU Aero Engines mengambil langkah besar menuju penerbangan yang lebih bersih dengan menandatangani kesepakatan untuk membuat perusahaan bersama.
Melansir Know ESG, Jumat (10/7/2026) perusahaan baru ini akan fokus membuat mesin pesawat komersial pertama di dunia yang sepenuhnya digerakkan oleh listrik dan bahan bakar hidrogen (hydrogen fuel cell).
Langkah ini menjadi pencapaian penting dalam upaya industri penerbangan untuk mengurangi polusi dan menciptakan alternatif ramah lingkungan untuk menggantikan mesin jet biasa.
Kesepakatan ini memperluas rencana yang pertama kali diumumkan pada pameran Paris Air Show bulan Juni 2025 lalu. Meskipun perusahaan patungan ini masih membutuhkan izin resmi dari pihak berwenang di Eropa, kedua perusahaan memperkirakan bisnis baru tersebut sudah bisa mulai berjalan pada tahun 2027.
Kerja sama ini menyatukan kekuatan dari kedua perusahaan. Airbus akan menyumbang keahlian mereka dalam hal penerbangan komersial dan sistem penyimpanan hidrogen cair.
Baca juga: IATA: Avtur Berkelanjutan Hanya Penuhi 0,8 Persen Kebutuhan Pesawat 2026
Sementara itu, MTU Aero Engines akan memimpin bagian pembuatan mesin, pengujian, pengurusan sertifikat resmi, perawatan, serta dukungan jangka panjang selama mesin tersebut digunakan.
Berbeda dengan mesin pesawat biasa yang membakar bahan bakar avtur, sistem penggerak baru ini akan mengandalkan sel bahan bakar hidrogen untuk menghasilkan listrik.
Di dalam sel tersebut, hidrogen akan bereaksi dengan oksigen melalui proses kimia listrik, menghasilkan daya listrik untuk menggerakkan motor listrik pesawat.
Teknologi ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi lingkungan. Karena tidak ada proses pembakaran, sistem ini sama sekali tidak menghasilkan emisi karbon dioksida (CO2) ataupun nitrogen oksida saat pesawat terbang.
Sebagai gantinya, hasil buangan utamanya hanyalah uap air, menjadikannya salah satu teknologi paling menjanjikan untuk mewujudkan penerbangan bebas polusi.
Proyek ini juga memanfaatkan kemajuan teknis terbaru yang telah dicapai oleh kedua perusahaan. Airbus terus memajukan penelitian mereka tentang penyimpanan hidrogen suhu sangat dingin.
Sementara program Flying Fuel Cell milik MTU baru-baru ini sukses menguji coba motor listrik mereka di Munich. Perkembangan ini menjadi landasan teknis yang kuat untuk tahap kerja sama mereka berikutnya.
Kerja sama ini juga memegang peran penting dalam program besar milik Airbus bernama ZEROe.
Program ini bertujuan untuk mulai menerbangkan pesawat komersial bebas polusi pada tahun 2035. Membuat mesin bertenaga hidrogen yang bisa dipakai di dunia nyata dianggap sebagai salah satu tantangan teknologi terbesar untuk mencapai target tersebut.
Saat ini, industri penerbangan menyumbang sekitar 2 persen hingga 3 persen dari total polusi gas rumah kaca di seluruh dunia.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya