Ketika suhu daun melebihi batas optimal, kemampuan tanaman melakukan fotosintesis akan menurun sehingga penyerapan karbon dioksida dari atmosfer ikut berkurang.
Baca juga: BRIN Temukan Spesies Tanaman Endemik Baru Mirip Lidah Kucing di Sumut
Jika lebih sedikit karbon dioksida diserap oleh vegetasi, konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer akan meningkat dan berpotensi mempercepat laju perubahan iklim.
Selain itu, berkurangnya transpirasi juga mengurangi jumlah uap air yang dilepaskan ke atmosfer. Kondisi tersebut dapat memengaruhi pembentukan awan, pola curah hujan, hingga dinamika cuaca.
Karena itu, Green menilai model sistem Bumi dan model iklim perlu mulai memasukkan suhu kanopi sebagai salah satu parameter penting agar proyeksi perubahan iklim menjadi lebih akurat.
"Semakin akurat model perubahan iklim kita, semakin tepat pula keputusan yang dapat diambil. Gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi di masa depan sangat penting untuk menyusun strategi adaptasi dan mitigasi yang efektif," kata Green.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya