KUPANG, KOMPAS.com – PT Filosi Exider Inovasi memulai program Gerakan Tanam 1.000 Pohon di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui penanaman pohon di bantaran Kali Liliba, Kota Kupang, Senin (20/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi tahap awal dari program penghijauan yang akan dilaksanakan di empat lokasi di NTT sebagai bagian dari upaya meningkatkan ruang terbuka hijau dan menjaga kelestarian daerah aliran sungai (DAS).
Sekitar 200 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari unsur pemerintah, aparat keamanan, komunitas lingkungan, mahasiswa, dunia usaha, akademisi, media, hingga masyarakat.
Baca juga: Belajar dari Banjir Sumatera, Pemprov Bengkulu Perintahkan Penghijauan di Lokasi Bekas Tambang
Selain penanaman pohon, program ini juga mencakup pemantauan dan perawatan tanaman agar dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan.
Mewakili Pemerintah Kota Kupang, Asisten II Sekretariat Daerah Kota Kupang Ignasius R. Lega mengatakan penanaman pohon di bantaran Kali Liliba diharapkan dapat memperbaiki kualitas lingkungan sekaligus menambah ruang hijau di kawasan perkotaan.
"Kami mengapresiasi kegiatan ini sebagai salah satu gerakan nyata dalam menghijaukan Kota Kupang, khususnya di bantaran Kali Liliba. Harapan kami, pohon-pohon yang ditanam hari ini dapat tumbuh subur dan menjadi warisan hijau bagi generasi mendatang," ujar Ignasius.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT Sulastri Rasyid menilai keberhasilan penghijauan tidak hanya ditentukan oleh penanaman, tetapi juga komitmen merawat pohon yang telah ditanam.
Ia berharap kolaborasi berbagai pihak dalam kegiatan tersebut dapat terus berlanjut sehingga manfaat penghijauan dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Dukungan serupa juga disampaikan Kasat Samapta Polresta Kupang Kota AKP Steven Bessi yang mengajak seluruh peserta menjaga pohon yang telah ditanam agar dapat tumbuh dengan baik.
Sementara itu, perwakilan Forum Generasi Berencana (Genre) NTT, Ester, berharap kegiatan tersebut dapat mendorong semakin banyak generasi muda terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan melalui aksi nyata.
Direktur PT Filosi Exider Inovasi Erwin Alexander mengatakan keterlibatan pemerintah, aparat keamanan, komunitas, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan memerlukan kolaborasi berbagai pihak.
Menurut dia, Gerakan Tanam 1.000 Pohon akan dilanjutkan di tiga lokasi lain di NTT sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung penghijauan dan menjaga kelestarian lingkungan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya