Kegiatan tersebut meliputi edukasi bagi siswa sekolah dasar melalui kunjungan ke kawasan mangrove, kampanye digital, seminar nasional, hingga penanaman mangrove.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Eksekutif Perhimpunan Filantropi Indonesia Rully Amrullah mengatakan RPPEM Nasional membuka ruang lebih luas bagi lembaga filantropi untuk berkontribusi dalam konservasi mangrove melalui kolaborasi dengan pemerintah, sektor swasta, komunitas, dan masyarakat sipil.
Baca juga: Mangrove dan Lamun Dinilai Penting bagi Ekonomi Pesisir
"RPPEM Nasional 2026–2055 membuka ruang yang lebih luas bagi lembaga filantropi untuk berkontribusi secara terarah dalam mendukung konservasi mangrove. Kami berharap semakin banyak organisasi filantropi, sektor swasta, komunitas, dan masyarakat yang berinvestasi dalam perlindungan mangrove sebagai investasi bagi ketahanan iklim, kesejahteraan masyarakat, dan masa depan Indonesia," ujar Rully.
Senada, Chief Executive Officer Rumah Zakat sekaligus Koordinator Klaster Lingkungan Hidup dan Konservasi Filantropi Indonesia Irvan Nugraha menilai perlindungan mangrove tidak hanya berkaitan dengan pelestarian lingkungan, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
"Melalui kolaborasi lintas sektor, kita dapat menciptakan program yang memberikan manfaat ekologis sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan," katanya.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya