KOMPAS.com-Peneliti dari University of Surrey, Inggris dan Therme Group merilis alat baru yang dapat menghitung jejak karbon dari setiap kunjungan spa atau pusat kebugaran secara langsung (real-time).
Melansir Phys, Selasa (28/7/2026) dalam studi yang diterbitkan di jurnal Communications Sustainability, para peneliti menjelaskan cara kerja kalkulator bernama Dynamic Emissions Calculator for Spa and Wellness Centres (SPA-DEC).
Alat ini menggabungkan data penggunaan energi dan air secara langsung dengan perkiraan jumlah sampah serta perjalanan staf. Dengan begitu, total emisi tempat spa bisa dihitung secara akurat untuk setiap satu kali kunjungan tamu, mencakup emisi scope 1, 2, dan 3 sesuai standar Greenhouse Gas Protocol.
Baca juga: Studi Ungkap Perilaku Laki-Laki Cenderung Punya Jejak Karbon Lebih Besar
Kalkulator ini telah diuji coba di dua lokasi berbeda, yaitu Therme Bucharest yang merupakan fasilitas spa besar dan University of Surrey Sports Park yang merupakan fasilitas kecil.
Satu kali kunjungan rata-rata menghasilkan emisi sebesar 5 kilogram karbon dioksida di fasilitas besar, dan sekitar 3,5 kilogram di fasilitas kecil. Penggunaan energi terbarukan di lokasi terbukti mampu memangkas emisi tersebut masing-masing sebesar 33 persen dan 14 persen sepanjang tahun 2024.
Karena dirancang untuk langsung menggunakan data penggunaan energi dan operasional yang sudah ada, para peneliti menyebut kalkulator SPA-DEC bisa langsung dipakai oleh pengelola spa skala kecil maupun besar tanpa perlu pengembangan ulang.
"SPA-DEC adalah inovasi pertama di dunia. Industri kita kini punya kalkulator jejak karbonnya sendiri yang telah ditinjau oleh sesama pakar, bekerja secara real-time, mendalam, dan dinamis jauh melampaui alat apa pun yang ada sebelumnya. Alat ini memberi kemampuan bagi spa, pusat kebugaran, hingga taman hiburan untuk mengelola emisi karbon layaknya aset, serta menyusun strategi ramah lingkungan yang fleksibel dalam operasional sehari-hari," ujar Dr. Robert Hanea, pendiri sekaligus CEO Therme Group.
Profesor Jhuma Sadhukhan, Pakar Teknik Lingkungan, Energi, dan Kimia menambahkan
Penilaian siklus hidup (Life Cycle Assessment) adalah alat utama untuk merancang sistem teknik dan mengambil keputusan.
Baca juga: Jejak Karbon Industri Film Ternyata Besar, 65 Persen Emisi dari Transportasi
Namun, menghitung emisi pada satu kali kunjungan spa tidak bisa menggunakan cara standar dan membutuhkan pemikiran yang tidak biasa. Itu mengapa keunggulan utama dari riset ini adalah caranya membagi emisi dari seluruh bangunan secara adil kepada setiap pengunjung secara real-time.
"Metode ini sangat praktis dan bisa diterapkan pada berbagai tempat di sektor pariwisata untuk mengukur sekaligus mengurangi emisi," kata Sadhukhan.
Kalkulator SPA-DEC merupakan bagian dari pengembangan serangkaian alat pengukur emisi real-time untuk sektor pariwisata. Sebelumnya, para peneliti telah menerbitkan ATP-DEC, yaitu kalkulator emisi untuk penumpang pesawat terbang.
Ke depannya, kalkulator serupa juga sedang dikembangkan untuk sektor penginapan, makanan dan minuman, serta industri acara atau konferensi (MICE), guna menciptakan standar perhitungan karbon berbasis sains yang berlaku secara menyeluruh.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya