Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PGN Bangun Rantai Nilai Ekonomi Sirkular hingga Hilirisasi di Cilegon

Kompas.com, 30 Juli 2026, 17:36 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

CILEGON, KOMPAS.com - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, kini memperluas dampaknya dengan menggandeng komunitas di ring 1 wilayah operasi perusahaan melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) Rumah Hijau Nusantara.

Program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas pengolahan sampah khususnya sampah plastik, tetapi juga menyiapkan pasar bagi produk hasil daur ulang guna menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.

Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Cilegon, Kertabumi Recycling Centre, National Geographic Indonesia, dan Bank Sampah Al-Bustaniyah Cilegon untuk memperkuat rantai nilai pengelolaan sampah, mulai dari pengolahan hingga pemasaran produk.

Baca juga: Dari Kabin Pesawat, UMKM Binaan PGN Menemukan Pasar Baru

Sebagai bentuk dukungan, PGN menyerahkan mesin pencacah (shredder), mesin extruder, cold press, scroll and table saw, serta oven kepada Bank Sampah Al-Bustaniyah.

Bantuan ini diharapkan meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, sekaligus memperluas peluang usaha berbasis ekonomi sirkular.

Dalam dua bulan terakhir, Program Rumah Hijau Nusantara berhasil mengolah 871 kilogram sampah plastik menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti furnitur, tempat tisu, gantungan kunci, tasbih, dan produk daur ulang lainnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon, Sabri Malyudin, mengapresiasi kolaborasi yang dibangun PGN. Menurutnya, tantangan pengelolaan sampah tidak hanya terletak pada penyediaan fasilitas, tetapi juga pembentukan budaya peduli lingkungan.

“Dalam pengelolaan sampah, pengembangan ekonomi sirkular perlu diikuti penguatan hilirisasi agar produk hasil pengolahan sampah memiliki pasar yang berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (28/7/2026).

Sabri menambahkan, ke depan, yang perlu diperkuat adalah aspek hilirisasi. Produk hasil pengolahan sampah harus memiliki pasar sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Dia melihat peluang kolaborasi dengan Dinas Koperasi untuk memperluas pemasaran produk, termasuk melalui berbagai pameran dan kegiatan daerah.

Ia berharap Program Rumah Hijau Nusantara terus dikembangkan agar memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat Kota Cilegon.

"Kami mengapresiasi dukungan PGN melalui Program Rumah Hijau Nusantara dan berharap program ini dapat terus berlanjut, dibina, serta dikembangkan sehingga memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat Kota Cilegon," tambahnya.

Inisiatif PGN

Division Head CSR PGN, Krisdyan Widagdo Adhi, mengatakan program ini merupakan kelanjutan berbagai inisiatif PGN dalam membangun ekosistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.

“Melalui program ini, PGN ingin menunjukkan bahwa sampah bukan lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sumber daya yang memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong ekonomi sirkular berbasis masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: Praktik Baik Rumah Maggot, dari Sampah Jadi Penggerak Ekonomi Sirkular

Menurut Krisdyan, keberhasilan pengelolaan sampah ditentukan oleh terciptanya ekosistem yang mampu menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi masyarakat.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Mobil Listrik Murah Bermunculan, Penjualan EV di Eropa Tembus 1,6 Juta Unit
Mobil Listrik Murah Bermunculan, Penjualan EV di Eropa Tembus 1,6 Juta Unit
Pemerintah
92 Persen Sampah di Sungai Berakhir di Pantai, Tertinggi Jakarta dan Bali
92 Persen Sampah di Sungai Berakhir di Pantai, Tertinggi Jakarta dan Bali
LSM/Figur
Dorong Hilirisasi, Bappenas Luncurkan Peta Jalan Pembangunan Rumput Laut Terintegrasi 2026–2030
Dorong Hilirisasi, Bappenas Luncurkan Peta Jalan Pembangunan Rumput Laut Terintegrasi 2026–2030
Pemerintah
Asap Karhutla Indonesia Bikin Singapura Jadi Kota Paling Berpolusi di Dunia
Asap Karhutla Indonesia Bikin Singapura Jadi Kota Paling Berpolusi di Dunia
Pemerintah
Perdagangan Global Tembus Rp 560 Kuadriliun di Tengah Berbagai Konflik
Perdagangan Global Tembus Rp 560 Kuadriliun di Tengah Berbagai Konflik
Pemerintah
Ancaman Nyata Perubahan Iklim, Sejumlah Spot Selancar Dunia Terancam Rusak
Ancaman Nyata Perubahan Iklim, Sejumlah Spot Selancar Dunia Terancam Rusak
Pemerintah
AHY: Jangan Sampai Talenta dan Pakar Teknologi Kabur dari Indonesia
AHY: Jangan Sampai Talenta dan Pakar Teknologi Kabur dari Indonesia
Pemerintah
Hilangnya Biodiversitas Tanaman Kurangi Kemampuan Padang Rumput Serap Karbon
Hilangnya Biodiversitas Tanaman Kurangi Kemampuan Padang Rumput Serap Karbon
Pemerintah
Hutan Mangrove di Surabaya Timur Terancam Dikepung Sampah, Aliran Anak Sungai Seperti TPA
Hutan Mangrove di Surabaya Timur Terancam Dikepung Sampah, Aliran Anak Sungai Seperti TPA
LSM/Figur
Langkah Nyata Industri Fashion, Bentuk Aliansi Demi Kurangi Limbah Tekstil
Langkah Nyata Industri Fashion, Bentuk Aliansi Demi Kurangi Limbah Tekstil
Pemerintah
Konflik Bersenjata Hancurkan Lahan Pertanian Global, Ancam Potensi Pangan Dunia
Konflik Bersenjata Hancurkan Lahan Pertanian Global, Ancam Potensi Pangan Dunia
Pemerintah
Adopsi AI Makin Masif, Bank Fokus Terapkan Responsible AI
Adopsi AI Makin Masif, Bank Fokus Terapkan Responsible AI
Pemerintah
Kemenhut Pilih Wehea-Kelay sebagai Lokasi Percontohan Multiusaha Kehutanan
Kemenhut Pilih Wehea-Kelay sebagai Lokasi Percontohan Multiusaha Kehutanan
Pemerintah
Ekonomi Biru Indonesia Butuh Pembiayaan Inovatif, Hilirisasi Rumput Laut Jadi Peluang
Ekonomi Biru Indonesia Butuh Pembiayaan Inovatif, Hilirisasi Rumput Laut Jadi Peluang
Pemerintah
Ilmuwan yang Terlalu Percaya Solusi Teknologi Cenderung Pasif Hadapi Krisis Iklim
Ilmuwan yang Terlalu Percaya Solusi Teknologi Cenderung Pasif Hadapi Krisis Iklim
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau