Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bank Dunia Sebut AI Bisa Dongkrak Produktivitas di Negara Berkembang

Kompas.com, 6 Agustus 2026, 09:03 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Indermit Gill, Kepala Ekonom Bank Dunia, menyampaikan bahwa negara-negara berkembang sebenarnya tidak lagi membutuhkan model AI yang rumit atau pusat data yang raksasa untuk merasakan manfaat AI.

Namun, mereka harus bergerak cepat karena AI menyebar jauh lebih pesat dan penggunaannya lebih fleksibel sesuai kebutuhan lokal dibandingkan teknologi terdahulu seperti listrik dan internet.

Laporan tersebut menjelaskan bahwa AI bisa memberikan manfaat nyata di saat negara-negara berkembang sedang mengalami masa pertumbuhan ekonomi terendah dalam lebih dari 30 tahun terakhir.

Baca juga: UNCTAD: AI dan Kendaraan Listrik Dorong Pertumbuhan Perdagangan Dunia

Risiko melebarnya ketimpangan

Meski begitu, kesempatan emas ini tidak datang begitu saja.

"Waktu untuk memanfaatkannya dengan benar sangatlah terbatas.AI menawarkan kesempatan sekali seumur hidup untuk menyelesaikan berbagai masalah yang sulit dipecahkan selama bergenerasi-generasi," ujar Gaurav Nayyar, Direktur World Development Report 2026.

Laporan tersebut memperingatkan bahwa sebagian besar teknologi AI tercanggih saat ini hanya dikuasai oleh segelintir negara dan perusahaan raksasa. Sebaliknya, banyak negara berkembang yang bahkan belum memiliki fasilitas dasar untuk menggunakan AI, seperti listrik yang stabil, akses internet, sistem data, keterampilan, dan lembaga pemerintah yang kuat.

Tanpa perbaikan kebijakan, AI justru bisa semakin memperlebar jurang ketimpangan antarnegara, serta memicu risiko baru terhadap keselamatan, hak-hak masyarakat, dan keharmonisan sosial.

Oleh karena itu, laporan menyarankan tiga langkah yakni mulai memakai AI yang ada, menyesuaikannya dengan kebutuhan lokal, baru kemudian mengembangkan AI yang lebih canggih.

Namun, kenyataan di lapangan masih sangat memprihatinkan. Di Afrika Sub-Sahara, hampir sepertiga sekolah tidak memiliki listrik, dan dua pertiganya bahkan tidak punya akses internet.

sumber https://www.downtoearth.org.in/economy/ai-could-help-developing-countries-reduce-inequality-but-only-if-basics-are-in-place-world-bank-says

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau