"Ketika kami berkunjung ke sana dan bersamaan dengan pembelinya, mereka menyampaikan puas dengan apa yang dilakukan oleh TPS 3R Menteng Atas, yang sekarang ini produksinya kurang lebih 100 sampai dengan 150 ton per hari," kata Pramono.
Dengan berbagai fasilitas tersebut, total kapasitas pengolahan sampah yang diproyeksikan mencapai lebih dari 8.000 ton per hari.
Angka tersebut mendekati timbulan sampah Jakarta yang mencapai sekitar 9.000 ton per hari.
Pramono optimistis peningkatan kapasitas pengolahan dan pemilahan sampah dari sumber dapat membantu Jakarta mengelola sampah secara lebih mandiri serta mengurangi ketergantungan terhadap sistem pembuangan terbuka (open dumping).
Secara bertahap, Pemprov DKI Jakarta juga akan mengubah sistem pengelolaan di tempat pembuangan akhir dari open dumping menuju controlled landfill atau penimbunan sampah secara terkendali.
Selain mendorong pemilahan sampah dari tingkat masyarakat, Pemprov DKI Jakarta juga memperketat pengawasan terhadap perusahaan yang membuang sampah sembarangan.
Pramono mengatakan, sejumlah kasus pembuangan sampah ilegal melibatkan pihak swasta yang mendapat pekerjaan mengangkut sampah dari hotel, restoran, atau kafe.
Perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran telah dikenakan denda administratif sebesar Rp 5 juta. Jika pelanggaran kembali dilakukan, pelaku terancam dikenai sanksi lebih berat hingga pencabutan izin usaha.
Baca juga: Tak Punya Halaman Luas? DLH Makassar Bagikan Cara Mengolah Sampah Organik
"Beberapa kali ada laporan di lapangan yang sering kali yang melakukan adalah, mohon maaf, biasanya swasta. Mereka dapat orderan dari hotel, restoran, kafe, kemudian menimbun di beberapa tempat yang sembarangan," ujar Pramono.
Ia meminta agar perusahaan yang terbukti membuang sampah secara ilegal diumumkan kepada publik, termasuk asal sampah dan pihak yang bertanggung jawab atas pembuangan tersebut.
Menurut Pramono, penegakan aturan tersebut diperlukan agar perubahan sistem pengelolaan sampah di Jakarta tidak hanya bertumpu pada peningkatan fasilitas, tetapi juga diikuti kepatuhan seluruh pihak dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya