Salah seorang peserta program, Nawang Dwi Prasasti mengatakan, pelatihan tersebut memberinya kesempatan untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membantu perekonomian keluarga.
“Setelah mengikuti pelatihan, saya lebih optimistis menatap masa depan karena kini memiliki pekerjaan dan penghasilan untuk membantu keluarga," terangnya.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengapresiasi kolaborasi PLN dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng dalam memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
Menurut dia, program tersebut tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga membuka akses penyaluran kerja bagi peserta.
"Ini sangat berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Jateng," ujar Luthfi.
Kisah para nelayan di Kotabaru dan peserta pelatihan di Semarang merupakan bagian dari berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan PLN melalui TJSL.
Sepanjang semester I 2026, PLN telah merealisasikan 696 program TJSL yang menjangkau 301.779 penerima manfaat di berbagai daerah.
Baca juga: 100 Hektare Lahan di Gowa Disiapkan untuk PSEL Makassar Raya, Jadi Opsi Alternatif Tamalanrea
Program tersebut mencakup sejumlah bidang, antara lain pendidikan, pelestarian lingkungan, dan pengembangan usaha mikro dan kecil (UMK).
Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN Nurlely Aman mengatakan PLN memprioritaskan tiga sektor dalam pelaksanaan TJSL, yakni pendidikan, lingkungan, dan pengembangan UMK.
Pada sektor pendidikan, PLN telah menjalankan 215 program yang menjangkau 41.517 penerima manfaat sepanjang semester I 2026.
Sementara itu, sebanyak 245 program di sektor lingkungan dijalankan untuk mendukung perlindungan ekosistem, penghijauan, serta peningkatan akses air bersih dan sanitasi.
Adapun di sektor pengembangan UMK, PLN menjalankan 214 program yang melibatkan 4.316 pelaku usaha, menciptakan 9.148 lapangan kerja, dan memberikan manfaat kepada 46.520 masyarakat.
Baca juga: PSEL Makassar Direncanakan di Tamalanrea, Ini Alasan Pemilihan Lokasinya
Program tersebut dijalankan melalui pengembangan Rumah BUMN, electrifying agriculture, electrifying marine, serta pendampingan usaha agar pelaku UMK dapat meningkatkan kapasitas bisnisnya.
Nurlely mengatakan, keberhasilan program TJSL tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari semakin banyaknya masyarakat yang memperoleh kesempatan untuk berkembang.
“Manfaat lainnya adalah lingkungan yang semakin terjaga, serta lahirnya kemandirian ekonomi yang berkelanjutan," ujarnya.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya