Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Microsoft Pangkas Pembelian Kredit Karbon hingga 80 Persen, Prioritaskan AI

Kompas.com, 19 Agustus 2026, 12:08 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber ESG News

KOMPAS.com - Microsoft secara drastis memangkas pembelian kredit pengurangan karbon (carbon removal) pada tahun 2026. Hal ini terjadi karena pengeluaran untuk teknologi kecerdasan buatan (AI) mengubah prioritas modal perusahaan sekaligus meningkatkan tekanan pada target iklimnya.

Melansir ESG News, Senin (17/8/2026) hingga pertengahan Juli, perusahaan hanya membeli 8,55 juta ton kredit pengurangan karbon. Menurut perhitungan BloombergNEF, jumlah tersebut turun sekitar 80 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.

Penurunan ini membuat Microsoft berada di jalur penurunan tahunan pertamanya dalam pembelian carbon removal sejak tahun 2023. Perusahaan ini mulai masuk ke pasar tersebut pada tahun 2020 dan sejak saat itu menjadi pembeli korporat paling dominan.

Perubahan ini terjadi seiring langkah Microsoft mempercepat pengeluaran untuk pusat data dan infrastruktur AI. Investasi tersebut meningkatkan kebutuhan listrik secara drastis, di saat pasokan energi rendah karbon dan teknologi pengurangan karbon masih sangat terbatas.

Baca juga: Microsoft Manfaatkan Teknologi Bioakustik AI untuk Konservasi Paus

Pertumbuhan AI menekan target iklim

Jejak karbon Microsoft sendiri naik 25 persen pada tahun lalu, menurut laporan keberlanjutan terbaru mereka. Meningkatnya kebutuhan energi untuk AI menjadi salah satu penyebab utama kenaikan tersebut.

Kondisi ini menciptakan ketegangan yang makin besar antara pesatnya ekspansi infrastruktur AI dan komitmen perusahaan untuk memotong emisi.

Microsoft dilaporkan sempat menghentikan sementara beberapa pembelian kredit carbon removal awal tahun ini karena pertimbangan keuangan. Pada saat itu, perusahaan menyatakan bahwa program carbon removal mereka belum berakhir.

Dalam tanggapan resminya Microsoft menyampaikan bahwa pembelian carbon removal tetap menjadi salah satu bagian dari strategi dekarbonisasi mereka yang lebih luas.

“Setiap penyesuaian yang kami lakukan adalah bagian dari pendekatan yang terukur, bukan perubahan pada ambisi kami,” kata juru bicara Microsoft.

Microsoft tetap menjadi peserta terbesar di pasar carbon removal sukarela. Perusahaan ini menyumbang hampir separuh dari seluruh transaksi yang terjadi sepanjang tahun 2026.

Sejak tahun 2020, Microsoft telah membeli 41 persen dari total penyerapan karbon dioksida secara global, menurut data dari BloombergNEF.

Dampak terhadap pasar

Besarnya skala bisnis Microsoft membuat penurunan pembelian ini berdampak luas, tidak hanya pada strategi iklim internal mereka sendiri.

Penjualan kredit carbon removal global tercatat hanya mencapai 18 juta ton hingga pertengahan Juli. Angka ini turun 66 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.

“Selain ukuran pembeliannya yang sangat besar, langkah Microsoft selama ini menjadi sinyal penting bagi perusahaan lain bahwa investasi di carbon removal itu bernilai,” kata Layla Khanfar, analis BNEF yang mengamati pasar tersebut.

“Jika Microsoft mundur, itu juga mengirimkan pesan buruk dan perusahaan lain bisa makin enggan untuk menggantikan posisinya sebagai pelopor,” tambahnya.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Menjaga Anak Saat Orang Tua Bekerja, Cerita TPA Perkebunan di Solok Selatan
Menjaga Anak Saat Orang Tua Bekerja, Cerita TPA Perkebunan di Solok Selatan
Swasta
PLN Siap Kembangkan Panas Bumi Gunung Ungaran, Kajian Lingkungan dan Sosial Jadi Perhatian
PLN Siap Kembangkan Panas Bumi Gunung Ungaran, Kajian Lingkungan dan Sosial Jadi Perhatian
BUMN
Gelar Rembug Nasional 2026, KTNA Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Pertanian dan Perikanan
Gelar Rembug Nasional 2026, KTNA Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Pertanian dan Perikanan
LSM/Figur
Kenaikan Suhu 1 Derajat Celsius Bisa Pangkas Pendapatan UMKM hingga 14 Persen
Kenaikan Suhu 1 Derajat Celsius Bisa Pangkas Pendapatan UMKM hingga 14 Persen
Pemerintah
Dampak Panas Ekstrem, Sebabkan Kerugian Finansial Dunia Kerja
Dampak Panas Ekstrem, Sebabkan Kerugian Finansial Dunia Kerja
Pemerintah
Bagaimana Negara Cegah Bencana Jadi Krisis Pangan, Analisis Tunjukan
Bagaimana Negara Cegah Bencana Jadi Krisis Pangan, Analisis Tunjukan
Pemerintah
Asap Kebakaran Hutan Terbukti Lebih Toksik dari Polusi Udara Lainnya
Asap Kebakaran Hutan Terbukti Lebih Toksik dari Polusi Udara Lainnya
Pemerintah
Udara Bersih Berdampak Positif pada Perkembangan Anak Usia Dini
Udara Bersih Berdampak Positif pada Perkembangan Anak Usia Dini
Pemerintah
Kebakaran Hutan Dorong Populasi Gajah Sumatra ke Ambang Kepunahan
Kebakaran Hutan Dorong Populasi Gajah Sumatra ke Ambang Kepunahan
Pemerintah
Petani Hortikultura Skala Kecil Perlu Konsolidasi untuk Perkuat Daya Saing
Petani Hortikultura Skala Kecil Perlu Konsolidasi untuk Perkuat Daya Saing
Pemerintah
PBB: Perang Besar Jadi Ancaman Global Paling Ditakuti Masyarakat Dunia
PBB: Perang Besar Jadi Ancaman Global Paling Ditakuti Masyarakat Dunia
Pemerintah
Laporan Sumber Daya Air Global: Benua di Seluruh Dunia Makin Mengering
Laporan Sumber Daya Air Global: Benua di Seluruh Dunia Makin Mengering
Pemerintah
BRIN Dorong Varietas Tanaman Tahan Banjir, Kekeringan hingga Salinitas
BRIN Dorong Varietas Tanaman Tahan Banjir, Kekeringan hingga Salinitas
LSM/Figur
Perkuat Bisnis, Perusahaan Genjot Pengeluaran untuk Adaptasi Iklim
Perkuat Bisnis, Perusahaan Genjot Pengeluaran untuk Adaptasi Iklim
Pemerintah
Kisah Warga Setu Olah Sampah Organik untuk 'Urban Farming' Tanaman Anggur
Kisah Warga Setu Olah Sampah Organik untuk "Urban Farming" Tanaman Anggur
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau