"Kami berharap jejaring lintas taksa yang dibangun melalui forum ini dapat menghasilkan gagasan, inovasi, dan kerja sama yang lebih konkret dalam menjawab tantangan konservasi spesies, sekaligus mendukung pencapaian target konservasi keanekaragaman hayati Indonesia dan komitmen global," ucap Ahmad.
Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Inge Retnowati mengatakan, kolaborasi dalam konservasi biodiversitas perlu berbasis ilmu pengetahuan dan melibatkan berbagai pihak.
Menurut dia, kolaborasi yang dibutuhkan tidak berhenti pada pertukaran informasi. Kerja sama juga perlu diarahkan untuk meningkatkan kualitas data dan informasi keanekaragaman hayati serta menghasilkan rekomendasi yang dapat digunakan dalam penyusunan kebijakan dan pelaksanaan konservasi.
Dengan demikian, hasil kolaborasi diharapkan dapat mendukung upaya konservasi yang lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Belantara Foundation Dolly Priatna mengatakan, hasil riset dan data ilmiah perlu diterjemahkan menjadi aksi konservasi yang tepat sasaran dan memberikan dampak nyata.
Menurut dia, upaya tersebut membutuhkan pertemuan berbagai kekuatan, mulai dari ilmu pengetahuan, kebijakan, pendanaan, pengelolaan di lapangan, hingga keterlibatan masyarakat.
"Konservasi spesies membutuhkan kolaborasi yang mempertemukan kekuatan ilmu pengetahuan, kebijakan, pendanaan, pengelolaan di lapangan, dan keterlibatan masyarakat, bukan sekadar mengandalkan satu kelompok atau pendekatan tunggal saja," ujar Dolly yang juga pengajar di Program Studi Manajemen Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan.
Baca juga: Populasi Gajah Sumatra Diperkirakan Tinggal 900-1.350 Ekor, Habitat Terus Terfragmentasi
Ia menilai jejaring seperti IdSSG memiliki peran strategis untuk membangun sinergi lintas pihak, mendorong inovasi, dan memperkuat kerja bersama dalam melindungi spesies serta ekosistem Indonesia.
Upaya tersebut juga diharapkan tetap memperhatikan masyarakat yang hidup di sekitar kawasan dan bergantung pada sumber daya alam.
Dengan penguatan jejaring dan kolaborasi lintas pihak, pengetahuan mengenai biodiversitas diharapkan tidak berhenti pada penelitian dan data, tetapi dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan serta aksi konservasi di lapangan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya