Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemendagri Dorong Pembenahan Tata Kelola Desa untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan

Kompas.com, 25 Agustus 2026, 10:21 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - Keberhasilan pembangunan di tingkat lokal kerap terhambat oleh pendekatan seragam yang mengabaikan keunikan tiap wilayah. Padahal, prioritas masalah di satu desa, seperti stunting, pemukiman kumuh, hingga pengangguran, memerlukan presisi kebijakan yang berbeda.

Tanpa pijakan data aktual berbasis karakteristik lokal, alokasi anggaran dan program pengentasan kemiskinan di tingkat desa berisiko tidak tepat sasaran.

Menjawab tantangan tersebut, efektivitas tata kelola desa kini diarahkan pada paradigma perencanaan berbasis data mutakhir dan klasterisasi potensi wilayah.

Sinergi antara intervensi program nasional, seperti penanganan kesehatan dasar dan penguatan ekonomi warga melalui koperasi, harus disesuaikan dengan peta kebutuhan riil di lapangan.

Komitmen inilah yang tercermin dalam kunjungan kerja Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri di Desa Medan Krio, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (22/8/2026).

Melalui peninjauan lapangan, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah mendorong integrasi Satu Data Desa dan penguatan kelembagaan ekonomi warga sebagai fondasi utama pembangunan yang inklusif.

Kunjungan ini menjadi bagian dari penguatan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemerintah desa dalam mendorong pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Desa Medan Krio, R. Chairul Azmi, menyampaikan sejumlah program yang tengah dilakukan pemerintah desa, di antaranya persiapan pelaksanaan Program Satu Desa Satu Sarjana, penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), stunting, dan tuberkulosis (TB).

Sementara itu, pembangunan gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah selesai dan ditargetkan mulai beroperasi dalam waktu sekitar satu bulan.

Selanjutnya, Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan, menyampaikan dukungan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang terhadap pelaksanaan program strategis nasional di tingkat desa, termasuk melalui penyediaan lokasi strategis untuk pembangunan dan operasional KDKMP.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan desa dalam mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, La Ode menegaskan bahwa desa merupakan fondasi pembangunan nasional. Karena itu, pembangunan desa perlu dilakukan dengan memperhatikan karakteristik, kebutuhan, dan potensi masing-masing wilayah.

“Desa adalah fondasi pembangunan nasional. Kalau desa kita bangun dan kita kuatkan dengan baik, maka masyarakatnya juga akan semakin maju dan sejahtera,” ujar La Ode.

La Ode juga menekankan percepatan pelaksanaan KDKMP agar tidak ada desa atau kelurahan yang tertinggal. Selain itu, penguatan Posyandu dinilai penting untuk mendukung pelayanan dasar dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Ditjen Bina Pemerintahan Desa juga menginisiasi Desa Jaga Ruang, dengan pendekatan klasterisasi desa berdasarkan karakteristik, potensi, dan keunggulan masing-masing.

La Ode menekankan pentingnya data yang akurat dan mutakhir sebagai dasar perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan desa.

“Setiap desa memiliki karakter dan potensi yang berbeda. Kita harus melihat data dan memahami potensi wilayah, kemudian menentukan apa yang paling tepat untuk dikembangkan,” katanya.

Baca juga: Urgensi Reformasi Tata Kelola Pendidikan Kedokteran

Kunjungan kerja turut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, para kepala desa se-Kecamatan Sunggal, kader PKK dan Posyandu, Kepala KDKMP, serta Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kecamatan Sunggal.

Melalui kunjungan ini, pemerintah pusat, daerah, dan desa diharapkan semakin solid dalam memperkuat pembangunan desa yang berbasis data dan potensi lokal.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Pembangunan Proyek Batu Bara Baru Tiga Kali Lebih Cepat dari Penghentiannya
Pembangunan Proyek Batu Bara Baru Tiga Kali Lebih Cepat dari Penghentiannya
LSM/Figur
Ketika Greenpeace Mencuri Panggung di Bundaran HI
Ketika Greenpeace Mencuri Panggung di Bundaran HI
LSM/Figur
Studi Global: Smart Farming Terbukti Cetak Profit di Sejumlah Wilayah
Studi Global: Smart Farming Terbukti Cetak Profit di Sejumlah Wilayah
Pemerintah
WHO Naikkan Status Kesiapsiagaan Ebola di 22 Negara
WHO Naikkan Status Kesiapsiagaan Ebola di 22 Negara
Pemerintah
Beban Lingkungan Baru, Mayoritas Pusat Data Beroperasi di Wilayah Rentan Air
Beban Lingkungan Baru, Mayoritas Pusat Data Beroperasi di Wilayah Rentan Air
Pemerintah
Cerita Kepala Adat Long Pahangai Tolak Suap dari Perusahaan dan Pilih Tanam Pohon Meranti
Cerita Kepala Adat Long Pahangai Tolak Suap dari Perusahaan dan Pilih Tanam Pohon Meranti
LSM/Figur
800 Juta Anak Muda Hadapi Masa Depan Tanpa Pekerjaan, PBB Peringatkan
800 Juta Anak Muda Hadapi Masa Depan Tanpa Pekerjaan, PBB Peringatkan
Pemerintah
AI, Energi Hijau, dan Transisi Ekonomi Berisiko Tinggalkan Komunitas Rentan
AI, Energi Hijau, dan Transisi Ekonomi Berisiko Tinggalkan Komunitas Rentan
Pemerintah
Anestesi Hijau Bisa Pangkas Emisi dan Hemat Biaya RS Hampir 40 Persen
Anestesi Hijau Bisa Pangkas Emisi dan Hemat Biaya RS Hampir 40 Persen
LSM/Figur
Studi: Peduli Perubahan Iklim Tidak Selalu Berarti Pilih Liburan Ramah Lingkungan
Studi: Peduli Perubahan Iklim Tidak Selalu Berarti Pilih Liburan Ramah Lingkungan
Pemerintah
Target Nol Bersih Melemah, Bank-Bank Mulai Tarik Diri dari Komitmen Iklim
Target Nol Bersih Melemah, Bank-Bank Mulai Tarik Diri dari Komitmen Iklim
Swasta
Anak Usaha AALI Bantu Tangani Karhutla di Lahan Warga
Anak Usaha AALI Bantu Tangani Karhutla di Lahan Warga
Swasta
UMKM Binaan Astra Catat Potensi Transaksi Rp 104,9 Miliar di TEI 2026
UMKM Binaan Astra Catat Potensi Transaksi Rp 104,9 Miliar di TEI 2026
Desa Sejahtera Astra
Lebih dari 800 Perusahaan Terapkan Standar Pelaporan Alam TNFD
Lebih dari 800 Perusahaan Terapkan Standar Pelaporan Alam TNFD
Pemerintah
WHO Desak Tindakan Tegas Atasi Bahaya Keracunan Timbal
WHO Desak Tindakan Tegas Atasi Bahaya Keracunan Timbal
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau