"J&T itu visinya sebenarnya sangat sederhana, ingin jadi perusahaan yang sehat dan berkelanjutan," tutur Herline.
Selain mengolah seragam bekas, J&T Express juga tengah menyiapkan strategi untuk mengurangi limbah plastik yang berasal dari kemasan paket.
Herline mengatakan, persoalan kemasan menjadi perhatian karena perusahaan logistik berada dalam rantai distribusi barang yang menggunakan berbagai jenis kemasan.
"Sebenarnya, kami sangat-sangat perhatian dengan sampah bungkus paket. Karena meskipun penghasil utama bukan dari logistik, tetapi kami terlibat di lingkaran itu. Setidaknya, yang bisa kami lakukan untuk mengurangi minimal, atau ikut bertanggung jawab," ujar Herline kepada Kompas.com seusai acara.
Menurut dia, J&T Express masih mencari material alternatif yang dapat menggantikan plastik tanpa mengurangi aspek keamanan pengiriman.
Baca juga: Praktik Baik Rumah Maggot, dari Sampah Jadi Penggerak Ekonomi Sirkular
Perusahaan sebelumnya telah memperkenalkan kantong plastik berbahan singkong sebagai salah satu alternatif yang lebih ramah lingkungan. Namun, penggunaannya belum dapat diterapkan secara menyeluruh.
Pasalnya, material berbahan singkong tersebut belum memiliki karakteristik yang sesuai untuk seluruh jenis pengiriman. J&T Express tetap harus mempertimbangkan kekuatan kemasan serta keamanan paket selama proses distribusi.
"Jadi, kami masih harus mencari tahu dari sisi operasional maupun keterlibatan publik. Inginnya bertanggung jawab bersama dengan masyarakat, dengan pelanggan kami," kata Herline.
Selain mencari material pengganti, perusahaan juga mempertimbangkan skema penggunaan kembali kemasan untuk mengurangi timbulan sampah.
Dalam menentukan strategi tersebut, J&T Express perlu mempertimbangkan biaya investasi, tambahan proses operasional, serta karakteristik masing-masing jenis limbah.
Perusahaan juga pernah melakukan riset mengenai kemungkinan mendaur ulang *bubble wrap*. Namun, rencana tersebut belum dilanjutkan karena volume limbah *bubble wrap* yang berasal dari kegiatan operasional dinilai belum cukup besar.
"Jadi, target yang ingin kami lakukan di tahun depan sebenarnya sampah paket. Tapi ini PR (pekerjaan rumah) yang sangat luar biasa besar karena transaksinya juga besar," ujar Herline.
J&T Express juga berencana melibatkan pelanggan dan masyarakat dalam upaya mengurangi limbah kemasan.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya