KOMPAS.com - Penggunaan media sosial di internal perusahaan dapat membantu meningkatkan keterikatan karyawan dan membuat mereka bertahan lebih lama di tempat kerja.
Hal ini diungkapkan dalam sebuah penelitian di China yang diterbitkan oleh International Journal of Applied Systemic Studies.
Baca juga: Ekonomi Lesu, Rekrutmen Karyawan Keberlanjutan Ternyata Tetap Stabil
Melansir Phys, Selasa (25/8/2026) tim peneliti menjelaskan bahwa keterikatan karyawan mengacu pada ikatan emosional dan motivasi pekerja terhadap perusahaannya, sedangkan retensi adalah kemampuan perusahaan untuk menjaga karyawannya agar tidak mudah keluar.
Para peneliti menggunakan metode statistik khusus untuk menguji hubungan dari berbagai faktor tersebut. Mereka mengamati apakah sudut pandang karyawan terhadap teknologi memengaruhi hubungan kerja mereka.
Hasilnya, jika karyawan merasa teknologi media sosial tersebut mudah digunakan dan bermanfaat, maka dampaknya akan makin kuat dalam membuat mereka lebih terikat dan betah bertahan di perusahaan.
Tim peneliti menjelaskan bahwa media sosial dapat mempermudah komunikasi, pembagian informasi, dan pemberian apresiasi.
Baca juga: Studi: Karyawan Proaktif Ber-EQ Tinggi Punya Kinerja Lebih Baik
Hal ini membantu karyawan merasa lebih terhubung dengan rekan kerja, atasan, dan perusahaan secara keseluruhan. Jika hal ini membuat karyawan bertahan lebih lama, perusahaan akan diuntungkan karena dapat mempertahankan staf yang berpengalaman dan berbakat, sekaligus menekan biaya rekrutmen dan pelatihan.
Meski begitu, studi ini menunjukkan bahwa sekadar menyediakan media sosial kantor saja tidaklah cukup. Tim peneliti menekankan bahwa perusahaan juga harus memastikan bahwa alat-alat media sosial tersebut benar-benar mudah digunakan dan jelas manfaatnya bagi para karyawan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya