KOMPAS.com - Hutan tropis membutuhkan lebih dari sekadar pepohonan untuk tetap sehat. Hutan tropis juga memerlukan mamalia besar untuk menyebarkan benih, mengacak-acak tanah hutan, dan membantu mengembalikan nutrisi dari daun dan tanaman mati ke dalam tanah agar ekosistem tetap sehat.
Melansir Earth, Selasa (25/8/2026) ketika mereka punah atau hilang, hutan mungkin masih terlihat subur dari luar, tetapi perubahan penting sebenarnya sudah mulai terjadi di dalam tanah dan tumpukan daun gugur di bawahnya.
Eksperimen selama 14 tahun di Brasil menemukan bahwa mamalia yang hidup di darat dapat mengubah kondisi tanah dan daun gugur, meskipun faktor musim dan kondisi lokal tetap memberikan pengaruh yang lebih besar secara keseluruhan.
Penelitian yang dipimpin oleh Letícia Gonçalves Ribeiro dari Universitas Negeri São Paulo (UNESP) ini menghitung berapa banyak mamalia yang menggunakan setiap wilayah hutan beserta total berat badan mereka.
Penelitian ini berfokus pada babi hutan Amerika, rusa red brocket, dan tapir dataran rendah.
Babi hutan Amerika memengaruhi kondisi permukaan tanah lewat aktivitas makan, berjalan, menggali, dan membuang kotoran.
Baca juga: Karhutla Global Musnahkan 4 Juta Hektar Hutan Tropis Lindung
“Ketika datang ke suatu area, mereka menghabiskan banyak waktu untuk menginjak-injak dan mengacak-acak tanah demi mencari buah serta benih yang jatuh, sambil membuang kotoran dan air seni,” ujar Ribeiro.
“Alhasil, mereka memengaruhi perputaran nutrisi, mengubah kandungan kimia tanah, serta meragamkan serasah yaitu lapisan daun, ranting, dan buah yang menumpuk di atas tanah,” terangnya.
Area yang lebih banyak dilalui mamalia memiliki campuran daun, ranting, buah, biji, dan bahan lapuk yang jauh lebih merata.
Area tersebut juga memiliki lebih sedikit lignin alias zat keras pada tumbuhan yang biasanya membuat proses pembusukan jadi lambat.
Dengan menginjak-injak dan mengacak-acak tumpukan daun gugur, mamalia membantu memecah bahan-bahan tersebut menjadi potongan kecil sehingga lebih cepat membusuk.
Selain itu, area yang ramai mamalia mengandung lebih banyak kalium pada lapisan daun gugur, terutama saat musim kemarau, meskipun peningkatan ini tidak terlihat di dalam tanahnya.
Sebagian besar dari 12 pengukuran serasah daun tidak menunjukkan perubahan yang jelas akibat aktivitas mamalia.
Sebagai contoh, jumlah total dedaunan gugur, nitrogen, serta karbon tidak memperlihatkan hubungan yang pasti dengan jumlah mamalia yang ada.
Area yang sering dilalui mamalia memiliki tanah yang sedikit kurang asam.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya