Dudi mengatakan, pengelolaan sampah organik di tingkat masyarakat telah menunjukkan dampak terhadap berkurangnya hama di lingkungan.
Baca juga: Dua Wajah Bantargebang
"Kami ada satu bukti di salah satu RT kami di Jakarta yang sudah menjalankan program itu, signifikan yang namanya tikus dan serangga seperti itu hilang," ujarnya.
Selain mengurangi sampah dari sumbernya, penggunaan teknologi pada area penimbunan juga dapat dilakukan untuk mengurangi dampak lingkungan.
Dosen Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Dr. Ir. Mochammad Chaerul, S.T., M.T., mengatakan, pemasangan geomembrane dapat menjadi salah satu langkah mitigasi di area penimbunan sampah.
Geomembrane merupakan lapisan yang dapat digunakan untuk menutup timbunan sampah. Menurut Chaerul, teknologi tersebut dapat membantu mengurangi bau, emisi gas rumah kaca, dan potensi terbentuknya air lindi.
"Geomembrane merupakan langkah mitigasi yang cukup efektif untuk mengurangi bau, emisi gas rumah kaca, dan potensi terbentuknya air lindi," ujar Chaerul kepada Kompas.com, Sabtu (8/8/2026).
Namun, geomembrane tidak dapat menjadi solusi tunggal untuk mengatasi persoalan TPST Bantargebang, terutama karena volume sampah yang terus masuk dan keterbatasan kapasitas tempat penimbunan.
Menurut Chaerul, pemasangan geomembrane sebagai bagian dari transisi menuju controlled landfill perlu disertai dengan pengelolaan gas metana, pengelolaan air lindi, penguatan stabilitas timbunan, serta pengurangan sampah sejak dari sumber.
"Kalau hanya menutup timbunan tanpa mengurangi volume sampah yang masuk, persoalan kelebihan kapasitas di TPST Bantargebang tetap akan terjadi," kata Chaerul.
Dengan demikian, penanganan risiko di TPST Bantargebang tidak hanya bergantung pada upaya pemadaman ketika kebakaran terjadi. Pengurangan sampah organik dari sumber, pengelolaan metana, dan penerapan teknologi pengelolaan timbunan perlu dilakukan secara bersamaan untuk mengurangi risiko kebakaran sekaligus menekan dampak lingkungan dari penumpukan sampah.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya