Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengubah Kebiasaan Makan Anak, dari Bekal di Sekolah hingga Meja Makan di Rumah

Kompas.com, 31 Agustus 2026, 21:38 WIB
Aningtias Jatmika,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

Apresiasi juga dapat digunakan untuk membuat kebiasaan sehat terasa menyenangkan. Anak usia dini dapat diberikan penghargaan sederhana, sementara anak yang lebih besar dapat diberi peran sebagai duta perilaku hidup bersih dan sehat.

Bangun kebiasaan

Tak dapat dimungkiri, keterlibatan anak menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program. Tantangannya bukan hanya menjalankan kegiatan selama program berlangsung, tetapi memastikan kebiasaan tersebut dapat bertahan setelah tugas fasilitator selesai.

Upaya membawa kebiasaan itu keluar dari sekolah berkaitan dengan bagaimana Japfa merancang program sejak awal.

Head of Social Investment Japfa Retno Artsanti mengatakan bahwa pendekatan JAPFA for Kids berkembang sejak 2016, yakni ketika program yang sebelumnya berada dalam fungsi public relations beralih menjadi bagian dari departemen social investment.

Baca juga: Mengenal Panduan Isi Piringku, Cara Mudah Atur Porsi Makan Sehat

“Perubahan tersebut membuat pengukuran dampak menjadi perhatian dalam pengembangan program,” ujar Artsanti.

Pendekatan itu kemudian diukur melalui theory of change yang digunakan JAPFA untuk melihat hubungan antara kegiatan program dan perubahan yang dituju.

Saat ini, program JAPFA for Kids memiliki dua komponen utama, yakni pemberian satu telur per hari bagi anak dengan kasus malanutrisi dan Hari Sehat JAPFA.

Telur dipilih Japfa sebagai salah satu bentuk intervensi gizi karena merupakan sumber protein hewani yang kaya nutrisi, relatif terjangkau, mudah diperoleh, dan praktis dikonsumsi anak. Kesederhanaan itu juga membuat pemberiannya lebih mudah dilakukan secara rutin dan dipantau.

Melalui program 1 Hari 1 Telur, telur diberikan terutama kepada siswa yang teridentifikasi mengalami masalah gizi, disertai pemantauan pertumbuhan secara berkala.

Namun, telur bukan dimaksudkan sebagai satu-satunya solusi untuk persoalan gizi anak. Pemberian telur menjadi pintu masuk untuk mengenalkan pentingnya pola makan bergizi seimbang, termasuk melalui edukasi kepada anak, guru, dan orangtua.

Baca juga: Hantavirus Bukan Pandemi Baru: Jangan Panik, Utamakan Perilaku Hidup Bersih

Adapun Hari Sehat JAPFA mencakup senam gizi seimbang, edukasi gizi oleh guru, pemeriksaan kebersihan kuku, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, serta makan bekal bersama.

Artsanti berharap, setidaknya salah satu praktik tersebut dapat terus berjalan setelah pendampingan selesai.

Debora Intan, fasilitator program JAPFA for Kids memberi pendampingan dan edukasi cuci tangan pakai sabun dan air mengalir di SDN 2 Banjarsuri Lampung Selatan.Dok pribadi Debora Intan Debora Intan, fasilitator program JAPFA for Kids memberi pendampingan dan edukasi cuci tangan pakai sabun dan air mengalir di SDN 2 Banjarsuri Lampung Selatan.

Adaptasi serupa dilakukan sejumlah sekolah. Di SDN 1 Tayu, Pati, misalnya, edukasi gizi dikembangkan melalui kantin sekolah yang dikelola guru. Sekolah lain memodifikasi Hari Sehat JAPFA menjadi Jumat Bersih, Sabtu Sehat, atau Hari Bekal.

Di Lampung Selatan sendiri, program masih berjalan hingga Desember 2026. Tamara dan Debora saat ini mendampingi 15 sekolah dengan 2.051 siswa dan 165 guru.

Baca juga: Kemenkes Siapkan Ahli Kesehatan dan Gizi Anak untuk Bantu Tata Kelola BGN

Walau perjalanan masih panjang, progresnya sudah terlihat. anak mulai membawa bekal lebih beragam, sebagian mulai mencoba sayuran, teman mengingatkan temannya untuk menghabiskan makanan, dan guru terus mengulang pesan mengenai kebiasaan sehat.

Bagi Tamara, pengalaman tersebut juga memperluas pandangannya mengenai gizi.

“Peningkatan gizi itu enggak cuma dilihat dari asupan pola makan,” ujarnya.
Kebiasaan mencuci tangan, menjaga kebersihan kuku, aktivitas fisik, serta cara anak berinteraksi dengan makanan menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan.

Pada akhirnya, perubahan itu mungkin dimulai dari hal yang sederhana, satu bekal yang lebih beragam, tangan yang dicuci sebelum makan, atau seorang anak yang mulai mencoba menu yang lebih sehat.

Dari sekolah, kebiasaan itu diharapkan ikut pulang bersama anak ke rumah dan menjadi kebiasaan yang dibawa terus untuk masa depan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Mereka Menyebutnya “Ojek Laut”...
Mereka Menyebutnya “Ojek Laut”...
LSM/Figur
Hadapi Disrupsi AI, Kepemimpinan Berkelanjutan Jadi Kunci Capai Target SDG
Hadapi Disrupsi AI, Kepemimpinan Berkelanjutan Jadi Kunci Capai Target SDG
Swasta
Peneliti UI dan Kyoto University Berkolaborasi untuk Ubah Limbah Cair Kelapa Sawit Jadi Energi
Peneliti UI dan Kyoto University Berkolaborasi untuk Ubah Limbah Cair Kelapa Sawit Jadi Energi
LSM/Figur
Kian Dekat dengan Alam, Bantu Bangun Kebiasaan Makan Lebih Sehat
Kian Dekat dengan Alam, Bantu Bangun Kebiasaan Makan Lebih Sehat
Pemerintah
Pemerintah Diminta Susun Mekanisme Penyelesaian Wilayah Masyarakat Adat dengan Area Konsesi
Pemerintah Diminta Susun Mekanisme Penyelesaian Wilayah Masyarakat Adat dengan Area Konsesi
Pemerintah
Hanya 10 dari 516 Masyarakat Adat yang Diakui di Kaltim, Ini Penyebabnya
Hanya 10 dari 516 Masyarakat Adat yang Diakui di Kaltim, Ini Penyebabnya
Pemerintah
Karier Perempuan Sering Terhambat, Khususnya pada Posisi Dewan Direksi
Karier Perempuan Sering Terhambat, Khususnya pada Posisi Dewan Direksi
Pemerintah
Target WHO 2030: Deteksi Wabah Baru Hanya dalam 24 Jam
Target WHO 2030: Deteksi Wabah Baru Hanya dalam 24 Jam
Pemerintah
Perubahan Iklim Ancam Kesehatan Kulit Negara Berpendapatan Rendah
Perubahan Iklim Ancam Kesehatan Kulit Negara Berpendapatan Rendah
Pemerintah
Kerugian Hunian Akibat Bencana Capai 228 Miliar Dolar AS Setiap Tahunnya
Kerugian Hunian Akibat Bencana Capai 228 Miliar Dolar AS Setiap Tahunnya
Pemerintah
Astra Boyong 37 Peserta Binaan ke Trade Expo Indonesia 2026
Astra Boyong 37 Peserta Binaan ke Trade Expo Indonesia 2026
Desa Sejahtera Astra
Dua Tahun 'Water for Banuan', Dampak Nyata Air Bersih Berkelanjutan di Pelosok NTT
Dua Tahun "Water for Banuan", Dampak Nyata Air Bersih Berkelanjutan di Pelosok NTT
LSM/Figur
Kepemimpinan 'Human-Centered' Jadi Kunci Ukur Kesejahteraan Karyawan
Kepemimpinan "Human-Centered" Jadi Kunci Ukur Kesejahteraan Karyawan
Swasta
Antisipasi Ancaman Penyakit Pes, RI Perlu Perkuat Pemantauan Tikus
Antisipasi Ancaman Penyakit Pes, RI Perlu Perkuat Pemantauan Tikus
LSM/Figur
Satelit Ungkap Kota Dunia Alami Penurunan Tanah: Medan dan Bandung Masuk Daftar
Satelit Ungkap Kota Dunia Alami Penurunan Tanah: Medan dan Bandung Masuk Daftar
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau