Apresiasi juga dapat digunakan untuk membuat kebiasaan sehat terasa menyenangkan. Anak usia dini dapat diberikan penghargaan sederhana, sementara anak yang lebih besar dapat diberi peran sebagai duta perilaku hidup bersih dan sehat.
Tak dapat dimungkiri, keterlibatan anak menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program. Tantangannya bukan hanya menjalankan kegiatan selama program berlangsung, tetapi memastikan kebiasaan tersebut dapat bertahan setelah tugas fasilitator selesai.
Upaya membawa kebiasaan itu keluar dari sekolah berkaitan dengan bagaimana Japfa merancang program sejak awal.
Head of Social Investment Japfa Retno Artsanti mengatakan bahwa pendekatan JAPFA for Kids berkembang sejak 2016, yakni ketika program yang sebelumnya berada dalam fungsi public relations beralih menjadi bagian dari departemen social investment.
Baca juga: Mengenal Panduan Isi Piringku, Cara Mudah Atur Porsi Makan Sehat
“Perubahan tersebut membuat pengukuran dampak menjadi perhatian dalam pengembangan program,” ujar Artsanti.
Pendekatan itu kemudian diukur melalui theory of change yang digunakan JAPFA untuk melihat hubungan antara kegiatan program dan perubahan yang dituju.
Saat ini, program JAPFA for Kids memiliki dua komponen utama, yakni pemberian satu telur per hari bagi anak dengan kasus malanutrisi dan Hari Sehat JAPFA.
Telur dipilih Japfa sebagai salah satu bentuk intervensi gizi karena merupakan sumber protein hewani yang kaya nutrisi, relatif terjangkau, mudah diperoleh, dan praktis dikonsumsi anak. Kesederhanaan itu juga membuat pemberiannya lebih mudah dilakukan secara rutin dan dipantau.
Melalui program 1 Hari 1 Telur, telur diberikan terutama kepada siswa yang teridentifikasi mengalami masalah gizi, disertai pemantauan pertumbuhan secara berkala.
Namun, telur bukan dimaksudkan sebagai satu-satunya solusi untuk persoalan gizi anak. Pemberian telur menjadi pintu masuk untuk mengenalkan pentingnya pola makan bergizi seimbang, termasuk melalui edukasi kepada anak, guru, dan orangtua.
Baca juga: Hantavirus Bukan Pandemi Baru: Jangan Panik, Utamakan Perilaku Hidup Bersih
Adapun Hari Sehat JAPFA mencakup senam gizi seimbang, edukasi gizi oleh guru, pemeriksaan kebersihan kuku, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, serta makan bekal bersama.
Artsanti berharap, setidaknya salah satu praktik tersebut dapat terus berjalan setelah pendampingan selesai.
Debora Intan, fasilitator program JAPFA for Kids memberi pendampingan dan edukasi cuci tangan pakai sabun dan air mengalir di SDN 2 Banjarsuri Lampung Selatan.Adaptasi serupa dilakukan sejumlah sekolah. Di SDN 1 Tayu, Pati, misalnya, edukasi gizi dikembangkan melalui kantin sekolah yang dikelola guru. Sekolah lain memodifikasi Hari Sehat JAPFA menjadi Jumat Bersih, Sabtu Sehat, atau Hari Bekal.
Di Lampung Selatan sendiri, program masih berjalan hingga Desember 2026. Tamara dan Debora saat ini mendampingi 15 sekolah dengan 2.051 siswa dan 165 guru.
Baca juga: Kemenkes Siapkan Ahli Kesehatan dan Gizi Anak untuk Bantu Tata Kelola BGN
Walau perjalanan masih panjang, progresnya sudah terlihat. anak mulai membawa bekal lebih beragam, sebagian mulai mencoba sayuran, teman mengingatkan temannya untuk menghabiskan makanan, dan guru terus mengulang pesan mengenai kebiasaan sehat.
Bagi Tamara, pengalaman tersebut juga memperluas pandangannya mengenai gizi.
“Peningkatan gizi itu enggak cuma dilihat dari asupan pola makan,” ujarnya.
Kebiasaan mencuci tangan, menjaga kebersihan kuku, aktivitas fisik, serta cara anak berinteraksi dengan makanan menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan.
Pada akhirnya, perubahan itu mungkin dimulai dari hal yang sederhana, satu bekal yang lebih beragam, tangan yang dicuci sebelum makan, atau seorang anak yang mulai mencoba menu yang lebih sehat.
Dari sekolah, kebiasaan itu diharapkan ikut pulang bersama anak ke rumah dan menjadi kebiasaan yang dibawa terus untuk masa depan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya