SOLOK SELATAN, KOMPAS.com – Gelak tawa anak-anak terdengar bersahut-sahutan di sebuah ruangan luas di kawasan perumahan perkebunan kelapa sawit PT Kencana Sawit Indonesia (KSI, Wilmar Group), Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat.
Di satu sudut ruangan, beberapa balita asyik bermain dengan mainan yang tersedia, sementara anak-anak lainnya mengikuti kegiatan bersama pengasuh. Pagi itu, aktivitas mereka berlangsung seperti biasa di Tempat Penitipan Anak (TPA) atau daycare yang disediakan secara gratis bagi para pekerja PT KSI.
Pada saat yang sama, orangtua mereka telah lebih dulu memulai aktivitas pekerjaan. Bagi keluarga pekerja yang memiliki anak usia dini, TPA menjadi salah satu pilihan untuk memastikan anak tetap mendapat pengasuhan selama orang tua bekerja.
Baca juga: Menjadi Ruang Tumbuh Anak Pekerja, Begini Peran SD YPTSS di Solok Selatan
Ketua Komite Women of Working (WoW) PT KSI Herni Zen atau Eni, mengatakan fasilitas TPA mulai dirintis sejak 2008.
Menurut Eni, saat itu pekerja, terutama ibu-ibu yang bertugas di lapangan seperti bagian maintenance dan spraying, kerap kesulitan mencari tempat untuk menitipkan anak selama bekerja.
"Jadi berawal dari tahun 2008, kenapa kita mengadakan TPA ini karena pekerja kita kurang fokus bekerja, terutama yang di lokasi. Pagi dia sudah berangkat, anaknya mau dititipkan ke tetangga-tetangga, sehingga kurang fokus dan tidak nyaman ketika bekerja," ujar Eni saat mendampingi Kompas.com mengunjungi salah satu fasilitas penitipan yang ada.
Kondisi tersebut kemudian mendorong manajemen PT KSI menyediakan TPA yang tersebar di sejumlah divisi perusahaan. Saat ini terdapat tujuh unit TPA yang dapat dimanfaatkan seluruh karyawan dan staf PT KSI tanpa dipungut biaya.
Baca juga: Jejak Karier Wahidah di Balik Kendali Ekskavator Perkebunan Solok Selatan
"Tujuannya kita menjangkau semua pekerja kita. Berangkat dari rumah, mengantar anaknya ke TPA, nanti dia nyaman bekerja, selepas jam kerja bisa dibawa pulang kembali," kata Eni.
Seluruh biaya operasional TPA, termasuk gaji para penjaga atau pengasuh, ditanggung perusahaan. Pada awalnya, pengasuh direkrut dari karyawan perusahaan yang telah lama bekerja.
Beberapa anak terlihat sedang bermain di salah satu fasilitas permainan yang ada di TPA kawasan PT KSI. Seiring waktu, perusahaan memprioritaskan pengasuh yang memiliki latar belakang tenaga pendidik. Para pengasuh juga mendapatkan pelatihan agar dapat mendampingi anak dan memberikan kegiatan yang sesuai dengan usia mereka.
Bagi anak-anak, berada di TPA bukan berarti hanya menunggu orang tua selesai bekerja. Ada berbagai kegiatan yang mengisi waktu mereka sepanjang hari.
Eni menjelaskan, kegiatan di TPA tidak sekadar memberikan tempat bagi anak selama orang tua bekerja. Anak-anak mengikuti sejumlah aktivitas yang disesuaikan dengan usia mereka, mulai dari bermain, makan, belajar mengenal warna, mewarnai, bernyanyi, hingga mengenal huruf hijaiyah.
Baca juga: Perempuan di Balik Aktivitas Lapangan Perkebunan Sawit Solok Selatan
"Jadi dia datang ke sini tidak hanya datang, tidur, makan, pulang. Jadi ada sedikit ilmu yang diberikan kepada anak. Dia mengenal huruf, mengenal warna, sesuai dengan usia dia," ujar Eni.
Anak-anak yang dititipkan di TPA berusia sekitar 2 hingga 5 tahun. Bagi anak yang sudah mengikuti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), orang tua mengantarkan mereka ke PAUD terlebih dahulu sebelum kembali dititipkan di TPA setelah kegiatan belajar selesai.
TPA beroperasi pada pagi hari mulai pukul 06.30 hingga 12.00 WIB. Fasilitas kembali digunakan pada pukul 14.00 hingga 17.00 WIB sehingga anak dapat pulang terlebih dahulu ketika orangtua memasuki waktu istirahat.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya