Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

TNFD: Laporan Dampak Bisnis Terhadap Alam Melonjak 2 Kali Lipat

Kompas.com, 24 September 2026, 13:43 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber Edie

KOMPAS.com - Lebih dari 1.000 perusahaan di seluruh dunia telah menerbitkan laporan risiko lingkungan yang sesuai dengan Taskforce on Nature-related Financial Disclosures (TNFD). Jumlah ini melonjak dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Sebagai informasi TNFD adalah panduan internasional yang membantu perusahaan mengukur dan melaporkan risiko bisnis yang berkaitan dengan alam seperti penggunaan air bersih, pengerusakan hutan, hingga pencemaran limbah.

Melansir Edie, Selasa (22/9/2026) data dari Laporan Status TNFD 2026, yang menemukan bahwa penilaian dan pelaporan dampak terhadap alam kini makin lazim digunakan dalam pengambilan keputusan bisnis serta keuangan.

Laporan tersebut disusun berdasarkan survei terhadap lebih dari 500 pelaku pasar pada Juli dan Agustus 2026, serta analisis terhadap laporan perusahaan dan data dari penyedia data pasar.

Jumlah organisasi yang menerbitkan laporan berstandar TNFD naik 100 persen di 56 negara dibandingkan tahun 2025. Bahkan, hampir 100 organisasi kini telah menyelesaikan pelaporan berstandar TNFD untuk tahun ketiga berturut-turut.

Baca juga: Perkuat Bisnis, Perusahaan Genjot Pengeluaran untuk Adaptasi Iklim

Rata-rata poin kelengkapan laporan tiap organisasi sedikit menurun, namun tetap mencakup lebih dari 8 dari 14 poin yang direkomendasikan TNFD.

Meski demikian, jumlah data yang dilaporkan terus meningkat setiap tahunnya. Ini menunjukkan bahwa perusahaan makin terbuka dan melengkapi informasi mereka seiring bertambahnya pengalaman pelaporan.

Selain itu, sebanyak 802 organisasi lain telah berjanji untuk mulai menerapkan standar pelaporan TNFD ini. Lembaga keuangan yang ikut dalam komitmen baru ini mengelola dana raksasa hingga 26,6 triliun dolar AS.

Desakan aturan wajib

Pertumbuhan laporan ini diiringi oleh tingginya desakan agar cara perusahaan melaporkan risiko serta peluang lingkungan dibuat lebih seragam dan konsisten.

Lebih dari 70 persen responden survei menyatakan setuju jika pemerintah mewajibkan pelaporan risiko lingkungan ini. Para pelaku pasar ingin laporan yang dihasilkan lebih mudah dibandingkan, konsisten, serta sejalan dengan target keanekaragaman hayati global PBB dan rekomendasi TNFD.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa para pelaku pasar umumnya lebih menyukai aturan wajib ini diberlakukan dalam waktu satu hingga tiga tahun ke depan. Para investor juga menganggap penting adanya perpaduan antara ukuran penilaian umum dan ukuran khusus untuk sektor industri tertentu.

Bersamaan dengan laporan ini, TNFD menerbitkan panduan resmi khusus untuk sektor teknologi dan komunikasi.

Panduan ini menjelaskan bagaimana perusahaan di seluruh rantai pasok dapat mengenali, menilai, mengelola, serta melaporkan ketergantungan, dampak, risiko, dan peluang bisnis mereka yang berkaitan dengan alam.

Sektor yang dicakup dalam panduan ini meliputi pembuatan semikonduktor, manufaktur elektronik, perangkat keras, pusat data , infrastruktur telekomunikasi, perangkat lunak dan layanan TI, media internet, hingga layanan telekomunikasi.

Baca juga: TNFD Rilis Panduan Baru bagi Direktur Keuangan untuk Hadapi Risiko Kerusakan Alam

TNFD menyatakan bahwa industri-industri ini menghadapi berbagai masalah lingkungan, seperti ketergantungan pada air bersih, dampak pembangunan infrastruktur terhadap daratan dan lautan, serta pencemaran dari limbah pabrik, limbah elektronik, dan baterai bekas.

Studi kasus LEAP yang menyertainya berfokus pada risiko pasokan air dalam pembuatan chipset dan infrastruktur pusat data. Kedua bidang ini sangat boros air dan menjadi bagian penting dari pengembangan kecerdasan buatan (AI). Pesatnya pertumbuhan teknologi AI ini kian menekan ketersediaan air bersih, terutama di wilayah yang sudah mengalami krisis air.

"Sebagai investor global, kami sangat terbantu oleh laporan transparansi lingkungan yang langsung menyasar pada inti masalah keuangan yang dihadapi perusahaan," ungkap Penasihat Senior Norges Bank Investment Management, Ashley Gorst.

Mengingat pesatnya pertumbuhan sektor ini dan perannya yang kian vital bagi seluruh perekonomian, panduan ini akan menjadi alat yang sangat berguna bagi tim manajemen untuk berfokus pada dampak dan ketergantungan penting bagi bisnis mereka baik yang memproduksi semikonduktor maupun penyedia layanan digital.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Lonjakan Pusat Data Bakal Picu 'Tsunami' Sampah Elektronik
Lonjakan Pusat Data Bakal Picu 'Tsunami' Sampah Elektronik
Pemerintah
KLH : Kemampuan Ukur Emisi Metana di Fasilitas di Luar TPA Tentukan Kinerja Sistem Pengolahan Sampah Daerah
KLH : Kemampuan Ukur Emisi Metana di Fasilitas di Luar TPA Tentukan Kinerja Sistem Pengolahan Sampah Daerah
Pemerintah
Hadapi Krisis Iklim, Pemda Diminta Tinggalkan Tata Kelola Sektoral
Hadapi Krisis Iklim, Pemda Diminta Tinggalkan Tata Kelola Sektoral
Pemerintah
TNFD: Laporan Dampak Bisnis Terhadap Alam Melonjak 2 Kali Lipat
TNFD: Laporan Dampak Bisnis Terhadap Alam Melonjak 2 Kali Lipat
Pemerintah
Penggunaan AI di Tempat Kerja Masih Lambat, Informal, dan Tidak Merata
Penggunaan AI di Tempat Kerja Masih Lambat, Informal, dan Tidak Merata
Pemerintah
Gambar Buah pada Kemasan Jus Bisa Pengaruhi Persepsi Konsumen
Gambar Buah pada Kemasan Jus Bisa Pengaruhi Persepsi Konsumen
LSM/Figur
20 Private Equity Dunia Hasilkan Polusi Lebih Tinggi dari Hampir Semua Negara
20 Private Equity Dunia Hasilkan Polusi Lebih Tinggi dari Hampir Semua Negara
Pemerintah
Karhutla Jadi Momentum Evaluasi Tata Kelola Kehutanan, Koalisi Desak Perubahan UU
Karhutla Jadi Momentum Evaluasi Tata Kelola Kehutanan, Koalisi Desak Perubahan UU
LSM/Figur
Kekeringan Ancam Sektor Ekonomi, Pemerintah Harus Rancang Strategi Baru
Kekeringan Ancam Sektor Ekonomi, Pemerintah Harus Rancang Strategi Baru
Pemerintah
Pemimpin Dunia Dorong Peningkatan Energi Terbarukan 3 Kali Lipat pada 2030
Pemimpin Dunia Dorong Peningkatan Energi Terbarukan 3 Kali Lipat pada 2030
Pemerintah
Inovasi Warga Kaki Gunung Gede Pangrango bersama Astra: Sawo Jadi Sambal dan Limbah Jadi Karya
Inovasi Warga Kaki Gunung Gede Pangrango bersama Astra: Sawo Jadi Sambal dan Limbah Jadi Karya
Desa Sejahtera Astra
FAO: Hutan Jadi Kunci Utama Ketahanan Pangan, Gizi, dan Mata Pencaharian
FAO: Hutan Jadi Kunci Utama Ketahanan Pangan, Gizi, dan Mata Pencaharian
Pemerintah
Desain Konstruksi Alat Pengomposan Tentukan Jejak Metana Pengolahan Sampah Organik di Luar TPA
Desain Konstruksi Alat Pengomposan Tentukan Jejak Metana Pengolahan Sampah Organik di Luar TPA
LSM/Figur
Dari Ruang Kelas hingga Bus Sekolah, Dukungan Pendidikan untuk Siswa SMPN 20 Talao
Dari Ruang Kelas hingga Bus Sekolah, Dukungan Pendidikan untuk Siswa SMPN 20 Talao
Swasta
1.250 Orang Kumpulkan 175,35 Kg Sampah dalam Aksi World Cleanup Day
1.250 Orang Kumpulkan 175,35 Kg Sampah dalam Aksi World Cleanup Day
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau