Melihat bahaya tersebut, sekelompok ahli lingkungan dan kesehatan pekan lalu mendesak pemerintah AS untuk berjanji melindungi kesehatan masyarakat dari dampak pembangunan infrastruktur AI.
Baca juga: Bagaimana Asia Memenuhi Kebutuhan Energi untuk Lonjakan Pusat Data?
Mereka menyebutkan bahwa polusi udara dari pembangkit listrik raksasa yang dibutuhkan pusat data bisa memicu ratusan ribu kasus asma baru dan hingga 1.300 kematian dini setiap tahunnya di AS saja.
Pemerintahan Trump telah berupaya memperlemah aturan perlindungan lingkungan yang seharusnya mengawasi pembangunan teknologi berskala besar tersebut.
Laporan tahun 2025 dari McKinsey & Company memperkirakan bahwa untuk mewujudkan rencana peluncuran AI oleh industri teknologi, dibutuhkan dana sekitar 7 triliun Dolar AS di seluruh dunia dalam lima tahun ke depan.
Dana raksasa ini dipakai untuk membangun pusat data yang mengoperasikan jutaan server komputer selama 24 jam nonstop.
Laporan BAN mencatat bahwa pengeluaran yang belum pernah terjadi sebelumnya ini kira-kira setara dengan biaya untuk mengakhiri kelaparan dunia selama 75 tahun ke depan tetapi dihabiskan hanya dalam waktu lima tahun."
"Kita semua tanpa sadar menjadi bagian dari perlombaan AI ini. Pengguna teknologi di mana pun kini mendapati diri mereka menggunakan AI, baik mereka mau ataupun tidak, dan hampir selalu tanpa menyadari dampak besar di baliknya," tulis laporan tersebut.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya