Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 28 September 2026, 12:44 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - Indonesia saat ini berada di persimpangan jalan strategis yang akan menentukan kedaulatan ekonominya di masa depan.

Ambisi pemerintah untuk mengejar pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar 8 persen tahun 2029 bukan sekadar target di atas kertas, melainkan sebuah keharusan untuk membawa bangsa keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle-income trap).

Namun, lompatan ekonomi masif ini membutuhkan fondasi yang tak hanya kuat, tetapi juga tak boleh terputus: pasokan listrik.

Dalam tatanan dunia modern, listrik telah bertransformasi menjadi "chip politik" yang sangat krusial.

Ketika pasokan listrik terganggu dan masyarakat tak mampu mengisi daya ponsel mereka bahkan untuk satu jam saja, kepanikan publik dapat terpelantik dan stabilitas sosial berisiko terancam.

Di tengah urgensi pasokan yang sangat mendesak ini, sektor kelistrikan nasional dihadapkan pada tantangan ganda yang cukup berat: memenuhi lonjakan kapasitas baru secara agresif sembari tetap menepati komitmen dekarbonisasi menuju Net Zero Emission (NZE) 2060.

Pengalaman berbagai negara di tingkat global membuktikan bahwa menggantungkan nasib sistem kelistrikan pada satu jenis teknologi tunggal adalah resep paling ampuh menuju kegagalan sistemik.

Indonesia membutuhkan portofolio energi yang beragam agar ambisi keberlanjutan tidak sampai mengorbankan stabilitas ekonomi nasional.

Baca juga: Pemeliharaan Jaringan, PLN Padamkan Listrik di Parepare Hari Ini

Gas bumi, "tangga" keluar perangkap trilema energi 

President Director Paiton Energy, Fazil Erwin Alfitri mengungatkan kerangka tiga dilema (trilema) energi menuntut keseimbangan presisi pada tiga pilar utama:

  • Ketahanan Energi: Menjamin ketersediaan pasokan beban puncak secara andal selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Fokus utama terletak pada mitigasi risiko pemadaman listrik total (blackout) serta penguatan ketahanan rantai pasok bahan bakar domestik agar roda industri tetap berputar.
  • Keterjangkauan: Menjaga agar tarif listrik memiliki daya saing bagi sektor industri dan terjangkau bagi daya beli masyarakat luas.
  • Keberlanjutan: Mendorong penurunan emisi karbon secara terukur demi memenuhi komitmen Paris Agreement dan mekanisme Just Energy Transition Partnership (JETP), sekaligus melindungi komoditas ekspor nasional dari dampak skema pajak karbon global.

Ilustrasi Gas Bumi dan Peta Jalan DekarbonisasiDOK. NOTEBOOKLM Ilustrasi Gas Bumi dan Peta Jalan Dekarbonisasi

Fazil menjelaskan, gas bumi (PLTG/PLTGU) dapat menjadi teknologi yang mampu menjawab ketiga tantangan tersebut secara simultan.

"Gas memberikan keamanan melalui stabilitas, keterjangkauan melalui efisiensi, dan keberlanjutan melalui profil emisi yang jauh lebih rendah daripada batu bara," jelasnya.

Menurutnya, gas bumi adalah mitra strategis paling ideal bagi penggenjotan EBT. Fleksibilitas operasional pembangkit gas menjadi kunci utama untuk menyeimbangkan pasokan listrik dari target pembangunan 100 GW tenaga surya yang karakternya sangat bergantung pada cuaca.

Dari sisi keberlanjutan, PLTG/PLTGU PLTU memancarkan emisi sekitar 400 gram CO2 per kWh jika dibandingkan batu bara yang menghasilkan emisi sekitar 1.000 gram CO2 per kWh. Hal ini memberikan dampak penurunan emisi secara instan hingga 50 sampai 60 persen.

Peta jalan dekarbonisasi tiga tahap

Fazil memaparkan, proses transisi energi di Indonesia memerlukan peta jalan dekarbonisasi yang logis, terukur, dan terbagi ke dalam tiga fase bertahap:

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Program LAKSMI Dorong Perempuan Pelaku UMKM Surabaya Perkuat Kapasitas Usaha
Program LAKSMI Dorong Perempuan Pelaku UMKM Surabaya Perkuat Kapasitas Usaha
LSM/Figur
Aturan EPR Direvisi, Industri Minta Mekanisme dan Pengawasan Diperjelas
Aturan EPR Direvisi, Industri Minta Mekanisme dan Pengawasan Diperjelas
Swasta
Infrastruktur dan Kesiapan Operator Jadi Kunci Adopsi Kendaraan Komersial Listrik
Infrastruktur dan Kesiapan Operator Jadi Kunci Adopsi Kendaraan Komersial Listrik
Swasta
Habitat Terbakar, IUCN Peringatkan Risiko Kepunahan Orang Utan
Habitat Terbakar, IUCN Peringatkan Risiko Kepunahan Orang Utan
Pemerintah
Melihat Kera Berkelompok dan Menyatu dengan Alam di Kemenuh Monkey River Bali
Melihat Kera Berkelompok dan Menyatu dengan Alam di Kemenuh Monkey River Bali
LSM/Figur
Di Mining Expo 2026, PT Indotruck Utama Soroti Kesiapan Ekosistem Elektrifikasi Tambang
Di Mining Expo 2026, PT Indotruck Utama Soroti Kesiapan Ekosistem Elektrifikasi Tambang
Swasta
Kepedulian Lingkungan Konsumen Indonesia Kembali Meningkat Setelah 3 Tahun
Kepedulian Lingkungan Konsumen Indonesia Kembali Meningkat Setelah 3 Tahun
Pemerintah
Perdagangan Karbon Sektor Pertanian, Indonesia Belum Punya Metodologi Hitung Biochar
Perdagangan Karbon Sektor Pertanian, Indonesia Belum Punya Metodologi Hitung Biochar
Pemerintah
Menyimpan Makanan Sisa di Kulkas Tetap Sebabkan Kerusakan Mutu Gizi
Menyimpan Makanan Sisa di Kulkas Tetap Sebabkan Kerusakan Mutu Gizi
LSM/Figur
AI Dorong Efisiensi dan Keberlanjutan Industri Manufaktur
AI Dorong Efisiensi dan Keberlanjutan Industri Manufaktur
Pemerintah
Cegah Kematian Usia Muda, PBB Dorong Investasi Penanganan Kanker
Cegah Kematian Usia Muda, PBB Dorong Investasi Penanganan Kanker
Pemerintah
Bukan Sekadar Genjot Produksi, Perlu 3 Langkah Strategis Perkuat Sistem Pangan Nasional
Bukan Sekadar Genjot Produksi, Perlu 3 Langkah Strategis Perkuat Sistem Pangan Nasional
Pemerintah
Wamen LH Minta Pemda Susun Roadmap 100 Persen Sampah Terkelola
Wamen LH Minta Pemda Susun Roadmap 100 Persen Sampah Terkelola
Pemerintah
Merancang Transisi Mulus Pasokan Listrik Hijau
Merancang Transisi Mulus Pasokan Listrik Hijau
Swasta
Upaya Restorasi dan Konservasi EIGER Nature Dapat Apresiasi WWF-Indonesia dan WWF Global
Upaya Restorasi dan Konservasi EIGER Nature Dapat Apresiasi WWF-Indonesia dan WWF Global
BrandzView
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau