Di tingkat operasional, WBN juga menerapkan ketentuan perlindungan satwa bagi pekerja dan mitra kerja, termasuk larangan menangkap dan memperdagangkan satwa liar.
Mitigasi dilakukan melalui prosedur pengelolaan kegiatan operasional, pengelolaan area bernilai biodiversitas tinggi, serta pemasangan rambu dan papan peringatan perlindungan satwa.
Senior Rehabilitation Superintendent Weda Bay Nickel Fitri Rahmadani Ritonga mengatakan, pemantauan dilakukan untuk memperoleh data yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan keanekaragaman hayati.
“Ketika kami melakukan pemantauan dan mendapatkan hasil area mana yang memiliki nilai biodiversitas lebih tinggi, data tersebut menjadi pertimbangan dalam perencanaan pengembangan program keanekaragaman hayati serta pengelolaan lingkungan yang juga tertuang dalam dokumen Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati di Weda Bay Nickel,” tutur Fitri.
Baca juga: Harita Nickel Luncurkan Buku mengenai Pulau Obi dan Keanekaragaman Ikan
Pemantauan saat ini juga dilengkapi dengan data kajian sebelumnya. Identifikasi spesies di wilayah proyek telah dilakukan pada 2001-2008 dan dilanjutkan melalui survei pada 2010-2014.
Kajian tersebut mencakup identifikasi keanekaragaman hayati, penyediaan data spesies flora untuk mendukung reklamasi lahan, serta identifikasi komponen flora yang memiliki nilai ekonomi dan ekologis.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya