Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Warga Desa Bogor Rawat Lingkungan Raih Penghargaan Asia

Kompas.com, 1 Oktober 2026, 19:35 WIB
Manda Firmansyah,
Andika Aditia

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Siapa sangka, rutinitas harian yang dianggap biasa saja oleh warga Desa Sukajadi, Kabupaten Bogor, kini justru menjadi daya tarik wisata.

Berawal dari keterbatasan sumber daya, warga Desa Sukajadi, membuktikan bahwa kesederhanaan hidup mulai dari merawat kebun stroberi, melestarikan kue tradisional, sampai menjaga keasrian lingkungan — mampu disulap menjadi magnet baru bagi pelancong kota yang merindukan keotentikan pedesaan.

‎Tak disangka, proyek percontohan bernama Gang Rancage itu meraih penghargaan Best Project Award dengan membawa pulang hadiah sebesar Rp100 juta dalam ajang Inspiring Indonesia 2026. Proyek di bawah rumah produksi IPB University ini berfokus pada model pemberdayaan masyarakat berbasis warga lokal. 

‎Proyek ini bertujuan mendokumentasikan bagaimana kreativitas warga dapat mendorong pemberdayaan ekonomi dan pelestarian lingkungan melalui pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM), edukasi pertanian, serta paket wisata alam tanpa meninggalkan kearifan lokal.

‎Nama 'Rancage' sendiri memiliki arti kreativitas yang diambil dari bahasa Sunda. Wilayah ini dipilih sebagai proyek percontohan karena masih menjaga keaslian kebudayaan lokal maupun menyimpan potensi alam, seperti curug (air terjun) dan lahan pertanian tradisional. 

Baca juga: Terumbu Karang di Bali Terus Memburuk, Wisata Berkelanjutan Kunci Pemulihan

‎"(proyek ini) ikut serta mem- empower youth atau pemuda, karena di Rancage atau di Desa Sukajadi ada banyak sekali pemuda yang bekerja sebagai konveksi dan lain sebagainya dan ketika ada pengunjung, mereka bisa ikut serta berkontribusi sebagai local guide atau ya tour guide gitu.Juga ada local artist yang ikut serta di sana, karena budaya Sunda itu sangat kaya, dan saya mengenal ada karinding dan kecapi, dan lain sebagainya," ujar Sutradara sekaligus Produser Rancage, Wina Ekawati dalam #inspiringindonesia 2026 regional screening & awarding, Jumat (11/9/2026).

‎Tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, gerakan Rancage juga menumbuhkan kesadaran ekologis di tengah masyarakat. Warga Desa Sukajadi semakin menyadari bahwa menjaga kelestarian lingkungan dan mempertahankan kearifan lokal merupakan kunci utama agar pariwisata dapat berjalan secara berkelanjutan.

‎"Dari aktivitas wisata ini juga bisa memberi kesadaran wisata di masyarakat bahwa mereka paham bahwa menjaga lingkungan itu suatu hal yang baik. Karena dari lingkungan merekalah, mereka mendapatkan suatu keuntungan tambahan. Jadi, berjalan beriringan antara ekonomi dan environment, dan kemudian tentu local wisdom, karena mereka bisa bergerak tanpa melupakan kearifan lokal yang mereka miliki," tutur Wina.

‎Pengelolaan desa wisata 

‎Untuk memastikan manfaat ekonomi dirasakan secara merata oleh seluruh warga—bukan hanya segelintir tokoh masyarakat—pengelola menerapkan sistem yang terstruktur melalui peraturan desa (perdes). 

‎Local hero Gang Rancage, Kang Altayani mengatakan, Perdes ini dirumuskan bersama antara Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kepala desa, serta masyarakat untuk mengatur mekanisme pembagian hasil dari paket wisata secara transparan dan adil.

‎Sistem ini memastikan bahwa setiap pihak yang terlibat, mulai dari pemilik kebun stroberi, penyedia homestay, pemuda desa sebagai pemandu wisata (tour guide), sampai para pelaku UMKM, memperoleh hak maupun porsi keuntungan secara jelas.

‎"Kalau kami menjualnya paket kunjungan. Makanya kalau kami tidak jual tiket gitu. Jadi, paket yang dijual itu tergantung kebutuhan pelancong. Kalau misalkan edukasi stroberi selama 2 hari, berarti butuh homestay ya. Lalu, dia tadi bagi hasil untuk desanya di di dalam Perdes itu," ucapnya.

Baca juga: Belajar dari Prai Ijing, Kala Keterlibatan Komunitas Jadi Kunci Berdayanya Desa Wisata

‎Kategori penghargaan 

‎Best Project Award diberikan kepada inisiatif sosial berdampak yang telah berjalan dan diangkat melalui film pendek, dengan penekanan pada dampak nyata serta kontribusi komunitas atau social enterprise dalam pemberdayaan masyarakat. Selain Best Project Award, kategori lain dalam festival adalah Best Micro Film Award.

‎Best Micro Film Award ditujukan bagi pembuat film yang mampu menyampaikan cerita kuat melalui kualitas artistik, visual kreatif, dan sinematografi. Untuk kategori Best Micro Film Award diraih Ruang ANTARA dan memBEKAS dengan hadiah total sebesar Rp75 juta.

‎Tahun ini, #InspiringIndonesia untuk pertama kalinya juga memperkenalkan Best AI Film Award, kategori bagi karya yang menggunakan AI untuk bercerita tentang isu sosial. Untuk kategori Best AI Film, Pulang karya Dika Karan terpilih sebagai pemenang dan memperoleh hadiah sebesar Rp30 juta. Sedangkan Nyanyian di Angkringan karya Tim Samudra turut mendapat penghargaan Honourable Mention.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
AHY Soroti Pencemaran dan Sedimentasi Sungai, Dorong Pengelolaan Air Terpadu
AHY Soroti Pencemaran dan Sedimentasi Sungai, Dorong Pengelolaan Air Terpadu
Pemerintah
Program FOLU dan PBNU Rintis Pemanfaatan Hutan Selain Tebu di Blitar Jatim
Program FOLU dan PBNU Rintis Pemanfaatan Hutan Selain Tebu di Blitar Jatim
LSM/Figur
Pertamina Kembangkan Biogasoline Sawit dan Bioetanol Sorgum
Pertamina Kembangkan Biogasoline Sawit dan Bioetanol Sorgum
BUMN
Pengurangan Emisi Krusial untuk Tekan Penyakit Bawaan Nyamuk
Pengurangan Emisi Krusial untuk Tekan Penyakit Bawaan Nyamuk
LSM/Figur
Kota Rendah Karbon Butuh Tata Kelola Terintegrasi dan Kolaborasi Antardaerah
Kota Rendah Karbon Butuh Tata Kelola Terintegrasi dan Kolaborasi Antardaerah
LSM/Figur
AI dan Transisi Energi Buka Peluang Investasi, Indonesia Perlu Siapkan Talenta
AI dan Transisi Energi Buka Peluang Investasi, Indonesia Perlu Siapkan Talenta
Swasta
Menteri LH Apresiasi Ekowisata yang Memuliakan Lingkungan, dari Dusun Bambu hingga EIGER Nature
Menteri LH Apresiasi Ekowisata yang Memuliakan Lingkungan, dari Dusun Bambu hingga EIGER Nature
BrandzView
Astra dan BKKBN Perkuat Kolaborasi Pencegahan Stunting di Desa Sejahtera Astra Gedepangrango
Astra dan BKKBN Perkuat Kolaborasi Pencegahan Stunting di Desa Sejahtera Astra Gedepangrango
Desa Sejahtera Astra
Langkah Membumi Market 2026 Buktikan Gaya Hidup Ramah Lingkungan Bisa Menyenangkan
Langkah Membumi Market 2026 Buktikan Gaya Hidup Ramah Lingkungan Bisa Menyenangkan
Swasta
Krisis Iklim Dorong Pernikahan Anak dan Kehamilan Remaja
Krisis Iklim Dorong Pernikahan Anak dan Kehamilan Remaja
Pemerintah
Kasus Melonjak, WHO Terbitkan Panduan Global Pertama Penanganan Obesitas Anak
Kasus Melonjak, WHO Terbitkan Panduan Global Pertama Penanganan Obesitas Anak
Pemerintah
Studi Global: Adopsi AI Justru Dorong Peningkatan Lapangan Kerja
Studi Global: Adopsi AI Justru Dorong Peningkatan Lapangan Kerja
Pemerintah
Hashim: Tutup Industri Batu Bara Bisa Picu “Bunuh Diri Ekonomi”
Hashim: Tutup Industri Batu Bara Bisa Picu “Bunuh Diri Ekonomi”
Pemerintah
82 Persen Investor Global Waspadai Dampak Krisis Iklim pada Harga Aset
82 Persen Investor Global Waspadai Dampak Krisis Iklim pada Harga Aset
Pemerintah
Harga dari Ketiadaan Data Emisi, Keunggulan Produk Ekspor RI Terkikis Pajak Karbon
Harga dari Ketiadaan Data Emisi, Keunggulan Produk Ekspor RI Terkikis Pajak Karbon
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau