Penulis
Kawasan tersebut dilengkapi empat unit panel surya dengan kapasitas masing-masing 585 watt peak (Wp), sehingga total kapasitas terpasangnya mencapai 2.340 Wp.
Energi yang dihasilkan digunakan untuk mendukung pompa yang mengalirkan air dari embung menuju lahan pertanian warga. Dengan demikian, energi surya tidak berdiri sebagai fasilitas terpisah, tetapi digunakan untuk mendukung fungsi utama embung sebagai sumber air pertanian.
Selain untuk pompa pertanian, instalasi energi surya di titik lainnya digunakan untuk mendukung operasional kawasan Taman Kuliner Doho.
Pengembangan kawasan juga dipadukan dengan konsep pemanenan air hujan dan penggunaan kembali air untuk kebutuhan nonkonsumsi.
Joko mengatakan, kombinasi berbagai fasilitas tersebut diharapkan membuat fungsi kawasan tidak berhenti pada penyediaan air, tetapi juga mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih luas.
Bagi Coca-Cola, pengembangan Embung Doho merupakan bagian dari pendekatan keberlanjutan perusahaan yang salah satu fokusnya adalah sumber daya air.
Triyono mengatakan, perusahaan tidak mengukur program tersebut terutama dari keuntungan finansial yang diperoleh perusahaan.
“Return yang kita lihat adalah return ke masyarakat,” ujar Triyono.
Karena itu, dampak yang diperhatikan antara lain volume air yang tersedia serta manfaatnya bagi masyarakat. Perusahaan juga melihat apakah keberadaan infrastruktur tersebut dapat membantu masyarakat menjadi lebih mandiri dan meningkatkan kesejahteraan.
Menurut Triyono, pendekatan pengelolaan air juga tidak selalu sama di setiap daerah. Program disesuaikan dengan kebutuhan wilayah dan kesiapan masyarakat dalam mengelolanya.
Baca juga: Coca-Cola Sediakan Drop Box Botol PET di 20 Gerai M Mart
“Kadang-kadang kita lihat kebutuhannya jauh. Ini kan cocok, tetapi apakah kita bisa menemukan lagi yang persis sama dengan komitmen yang sama di komunitas yang berbeda belum tentu,” katanya.
Joko pun mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di sekitar Embung Doho agar fungsi penampungan dan konservasi air dapat terus berjalan.
Dengan demikian, Embung Doho tidak hanya menjadi infrastruktur penampung air, tetapi juga berkembang menjadi kawasan yang menghubungkan *ketahanan air, produktivitas pertanian, energi terbarukan, dan keterlibatan masyarakat.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya