Para peneliti juga menemukan bahwa hilangnya lahan pertanian akibat perang turut dipengaruhi oleh kondisi sosial dan pemerintahan secara luas. Kerugian biasanya lebih besar di negara-negara dengan jumlah pengungsi yang tinggi, begitu pula dengan tingkat kerawanan pangan yang serupa.
Sebaliknya, wilayah dengan tingkat efektivitas pemerintahan, kualitas regulasi, dan penegakan hukum yang lebih baik mencatat kerusakan lahan yang lebih kecil. Menurut para peneliti, temuan ini mengisyaratkan bahwa kapasitas kelembagaan yang kuat dapat membantu melindungi sistem pertanian dari dampak buruk konflik.
Baca juga: Konflik dan Krisis Global Ancam Kelestarian Enam Situs Warisan Dunia
Untuk mengetahui dampaknya terhadap persediaan makanan, tim peneliti mengubah perkiraan luas lahan yang hilang menjadi potensi hasil panen dan energi makanan.
Setelah memperhitungkan pertambahan dan pengurangan lahan akibat perluasan perkotaan, wilayah yang terdampak konflik kehilangan sekitar 249.667 km² lahan pertanian antara tahun 2000 dan 2020.
Jumlah energi makanan dari tanaman yang seharusnya bisa dihasilkan di atas lahan tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan kalori minimal tahunan bagi sekitar 255,54 juta orang.
Para peneliti menekankan bahwa angka tersebut menunjukkan potensi hasil panen yang hilang, bukan berarti makanan benar-benar dikonsumsi atau langsung menyebabkan kelaparan. Masalah ketersediaan pangan yang sebenarnya juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti perdagangan, harga, distribusi, dan akses masyarakat terhadap makanan.
Secara keseluruhan, temuan ini mengungkap dampak konflik bersenjata yang berkepanjangan dan tidak merata terhadap lahan pertanian. Hal ini juga menunjukkan bagaimana dampak tersebut sangat bergantung pada seberapa parah konflik serta kuat lemahnya sistem pemerintahan setempat.
Menurut para peneliti, temuan ini menegaskan pentingnya memantau wilayah konflik secara berbarengan dengan perubahan lahan pertanian.
Bantuan kemanusiaan jangka pendek juga harus dibarengi dengan upaya jangka panjang untuk memulihkan infrastruktur pertanian, mendukung para petani, serta memperkuat lembaga-lembaga lokal di wilayah yang terdampak perang.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya