BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan LG

Lewat Kampanye LG Loves Green, Serahkan Karya Seni dari Sampah Elektronik ke SDN 08 Ragunan

Kompas.com, 11 Mei 2026, 13:19 WIB
Aningtias Jatmika,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com – PT LG Electronics Indonesia (LG) menyerahkan karya seni instalasi berbahan sampah elektronik (e-waste) kepada SD Negeri 08 Ragunan, Jakarta Timur, Rabu (26/2/2026).

Penyerahan tersebut menjadi puncak dari rangkaian program “E-Waste Recycling for A Better Planet” yang digelar LG sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah elektronik.

President of PT LG Electronics Indonesia Ha Sang-chul berharap, karya seni itu dapat menjadi sarana edukasi bagi siswa untuk memahami signifikansi pengelolaan sampah elektronik sejak usia dini.

“Semoga karya seni itu dapat mendukung upaya menumbuhkan kesadaran pada sampah elektronik dan pengelolaannya sejak usia dini,” ujar Ha Sang-chul sebagaimana dikutip dari laman resmi LG News Center.

Baca juga: LG Raih Top Brand Award, Andalkan Teknologi AC Hemat Listrik

Ia menambahkan, seiring perubahan gaya hidup masyarakat, penggunaan perangkat elektronik pun meningkat. Untuk itu, kesadaran terkait pengelolaan limbah secara bertanggung jawab perlu diperluas. Sebab, hal ini dapat mendukung penciptaan lingkungan yang berkelanjutan.

Program “E-Waste Recycling for A Better Planet” sendiri berlangsung sepanjang September hingga Oktober 2025. Dalam periode tersebut, LG mengajak masyarakat mengumpulkan perangkat elektronik yang sudah tidak terpakai untuk didaur ulang.

LG juga menyediakan kotak pengumpulan di enam lokasi berbeda. Dari program ini, terkumpul sekitar 350 kg sampah elektronik.

Dalam pelaksanaannya, LG bekerja sama dengan Liberty Society Indonesia, yakni organisasi yang berfokus pada pengolahan material daur ulang menjadi produk bernilai guna.

Baca juga: LG Rilis Mesin Cuci Kapasitas Besar, Hadirkan WashTower dan Top Loading Berbasis AI

Sampah elektronik yang terkumpul kemudian diolah menjadi berbagai produk, termasuk karya seni instalasi yang diserahkan kepada sekolah. Karya tersebut mengandung pesan tentang urgensi kewaspadaan terhadap risiko pengelolaan limbah elektronik yang tidak tepat.

Karya seni instalasi tersebut merupakan hasil kreasi Angelika Saraswati, seniman yang juga aktif sebagai pegiat di Liberty Society Indonesia.

Selain di SDN 08 Ragunan, karya serupa juga diserahkan dan dipamerkan di dua sekolah lain, yaitu SDIT Pembangunan Pamulang dan SDN 07 Kebon Baru.

Sebagai ruang interaksi masyarakat dengan berbagai inovasi, LG juga menampilkan karya tersebut dalam ajang LG ZonaSeru yang digelar di CGV Central Park, Jakarta.
Dorong gerakan serupa

Baca juga: Kulkas LG InstaView Multi-Door with Auto Ice Maker, Solusi Penyimpanan Premium untuk Dapur Modern

Ha Sang-chul menyebut, penyerahan karya seni merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial perusahaan. Ia berharap, inisiatif ini dapat mendorong kelahiran gerakan serupa dari berbagai pihak.

“Penyerahan karya seni instalasi itu memang menjadi puncak dari salah satu program yang merepresentasikan tanggung jawab sosial perusahaan. Kami juga berharap, hal itu dapat menjadi pemantik pertumbuhan berbagai gerakan dengan visi yang sama,” kata Ha Sang-chul.

Karya seni instalasi berbahan sampah elektronik (e-waste) di SD Negeri 08 Ragunan merupakan hasil kolaborasi LG dengan Angelika SaraswatiLG Karya seni instalasi berbahan sampah elektronik (e-waste) di SD Negeri 08 Ragunan merupakan hasil kolaborasi LG dengan Angelika Saraswati

Seiring perkembangan bisnis di Indonesia, LG menyatakan akan memperluas kontribusi sosial melalui payung program LG Loves Indonesia.

Program tersebut memiliki empat pilar utama, yakni LG Loves Green yang berfokus pada lingkungan hidup, LG Loves and Cares pada kegiatan sosial dan kemanusiaan, LG Loves School untuk peningkatan fasilitas pendidikan, serta LG Loves Children yang berfokus pada perkembangan dan kesejahteraan anak.

Baca juga: Program LG Loves and Cares Dukung Pemulihan Pascabencana di Desa Pasirlangu

“Semoga seluruh pilar yang kami upayakan dapat mendorong kehidupan lebih baik bagi masyarakat Indonesia secara berkelanjutan,” ujar Ha Sang-chul.

Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menghadirkan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat.

“Tak hanya dari LG, semoga berbagai pelaku bisnis dan industri beserta berbagai pihak lain ikut memberikan dampak positif dan menghadirkan semangat optimisme baru bagi kemajuan Indonesia,” imbuh Ha Sang-chul.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Baca tentang

Terkini Lainnya
Integrasi Keberlanjutan, Praktik Baik Bangunan Hijau Sektor FMCG dan Farmasi
Integrasi Keberlanjutan, Praktik Baik Bangunan Hijau Sektor FMCG dan Farmasi
Swasta
Kisah Nurdini Prihastiti Membuka Ruang Berkarya bagi Penyandang Disabilitas
Kisah Nurdini Prihastiti Membuka Ruang Berkarya bagi Penyandang Disabilitas
LSM/Figur
Coca-Cola Sediakan Drop Box Botol PET di 20 Gerai M Mart
Coca-Cola Sediakan Drop Box Botol PET di 20 Gerai M Mart
Swasta
WHO Rilis Kerangka Kerja Keberlanjutan untuk Dekarbonisasi Sektor Farmasi
WHO Rilis Kerangka Kerja Keberlanjutan untuk Dekarbonisasi Sektor Farmasi
Pemerintah
Pemuda Desa Sumbersari Ubah Sampah Pasar Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi
Pemuda Desa Sumbersari Ubah Sampah Pasar Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi
LSM/Figur
Kemenhut Petakan 6,28 Juta Hektare Perhutanan Sosial untuk Perdagangan Karbon
Kemenhut Petakan 6,28 Juta Hektare Perhutanan Sosial untuk Perdagangan Karbon
Pemerintah
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
LSM/Figur
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
Pemerintah
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Pemerintah
Gaya Hidup Berkelanjutan Tak Cukup Jadi Pilihan Individu, Butuh Dukungan Ekosistem
Gaya Hidup Berkelanjutan Tak Cukup Jadi Pilihan Individu, Butuh Dukungan Ekosistem
LSM/Figur
Menteri LH Klaim Karhutla di Lahan Konsesi Turun Akibat Sanksi Hukum
Menteri LH Klaim Karhutla di Lahan Konsesi Turun Akibat Sanksi Hukum
Pemerintah
PBB Sebut Perusahaan Masih Acuh Saat Target Lingkungan 2030 Meleset
PBB Sebut Perusahaan Masih Acuh Saat Target Lingkungan 2030 Meleset
Pemerintah
4.000 Pekerja Pemilah Sampah Informal di Bantargebang Dapat Jaminan Sosial
4.000 Pekerja Pemilah Sampah Informal di Bantargebang Dapat Jaminan Sosial
Pemerintah
Pramono: Pilah Sampah di Jakarta Capai 23 Persen, 8.615 Fasilitas Pengelolaan Disiapkan
Pramono: Pilah Sampah di Jakarta Capai 23 Persen, 8.615 Fasilitas Pengelolaan Disiapkan
Pemerintah
Indonesia Dinilai Terlambat Terapkan EPR, Produsen Bakal Wajib Biayai Pengelolaan Sampah
Indonesia Dinilai Terlambat Terapkan EPR, Produsen Bakal Wajib Biayai Pengelolaan Sampah
Pemerintah
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau