Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Michelin Hapus Penghargaan Green Star untuk Restoran Ramah Lingkungan

Kompas.com, 28 Mei 2026, 12:12 WIB
Add on Google
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber Edie

KOMPAS.com - Buku Panduan Michelin resmi menghapus penghargaan ramah lingkungan mereka. Penghargaan ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2020 untuk memberikan apresiasi kepada restoran-restoran yang menerapkan praktik peduli lingkungan.

Melansir Edie, Selasa (26/5/2026) pihak panduan kuliner mewah dan perjalanan ini secara diam-diam memastikan keputusan mereka untuk menghentikan penghargaan yang disebut Green Star. Pengumuman ini disampaikan bersamaan dengan peluncuran program baru mereka yang bernama 'Mindful Voices' pada tanggal 18 Mei lalu.

Setiap tahun sejak pertama kali diluncurkan pada 2020, penghargaan Green Star telah diberikan kepada berbagai restoran di seluruh dunia yang masuk dalam Buku Panduan Michelin. Penghargaan ini terpisah dari sistem penilaian bintang restoran yang biasa.

Menurut Buku Panduan Michelin, Green Star diberikan kepada restoran-restoran yang dinilai paling hebat dalam menjalankan praktik ramah lingkungan.

Baca juga: Bakoel Bamboe Nusantara Hadir di IKN, Tawarkan Kuliner Ramah Lingkungan

Penilaian ini melihat beberapa hal, seperti dampak restoran terhadap lingkungan, cara mengelola sampah, asal-usul bahan makanan yang digunakan, serta cara tim restoran mengedukasi para tamu mengenai gerakan peduli lingkungan yang mereka lakukan.

Tanda green star

Restoran yang berhasil memenangkan penghargaan ini diperbolehkan memajang logo Green Star sebagai penanda ramah lingkungan dan alat iklan di media sosial atau situs web mereka. Selain itu, mereka juga mendapatkan papan penghargaan fisik berwarna hijau untuk dipajang di restoran.

Sebanyak tujuh restoran baru di Inggris dan Irlandia baru saja menerima penghargaan Green Star ini pada bulan Februari lalu, sehingga membuat total restoran ramah lingkungan di wilayah tersebut menjadi 37 restoran.

Namun, mulai akhir tahun ini, restoran-restoran tersebut tidak boleh lagi memasang iklan yang menyatakan bahwa mereka adalah pemegang penghargaan Green Star.

"Dihapusnya penghargaan Green Star oleh Michelin tidak boleh dijadikan alasan bagi para pelaku bisnis untuk mengendurkan semangat mereka dalam menjaga lingkungan. Sebaliknya, hal ini justru membuktikan hal yang berlawanan. Gerakan ramah lingkungan tidak boleh bergantung pada ada atau tidaknya sebuah lencana penghargaan di mata publik," komentar Mark Sait, CEO dari SaveMoneyCutCarbon.

Inisiatif mindful voices

Sebagai gantinya, Michelin meluncurkan program baru bernama Mindful Voices. Program ini akan menyoroti orang-orang yang membuat inovasi dan memulai gerakan yang menginspirasi di dunia kuliner, perhotelan, dan wine.

Berbeda dengan penghargaan Green Star, program Mindful Voices ini tampaknya tidak berhubungan langsung dengan masalah ramah lingkungan saja. Tulisan mendalam mengenai profil orang-orang ini nantinya bisa dibaca di buku cetak, serta di situs web dan aplikasi resmi Buku Panduan Michelin.

Baca juga: Gaya Hidup Ramah Lingkungan Masih Mahal

"Buku Panduan Michelin ingin menegaskan kembali mengenai komitmen kami terhadap dunia kuliner yang lebih bertanggung jawab. Tujuan dari Buku Panduan ini kini sedang berkembang menuju arah yang lebih luas dan menyeluruh, yang sekarang mencakup tiga pilar keunggulan yakni makanan (gastronomy), perhotelan (hospitality), dan minuman anggur (wine)," tulis Michelin.

"Jika sebelumnya Michelin Green Star terutama memberikan penghargaan untuk praktik-praktik di dalam sektor restoran, Mindful Voices memberikan perhatian kepada para individu seperti koki, pengelola hotel, dan tokoh-tokoh dari dunia minuman anggur yang komitmen, perjalanan hidup, dan gerakannya mencerminkan perubahan tersebut," tulis Michelin lagi.

Pendekatan ini mencerminkan dengan lebih tepat bagaimana tantangan ramah lingkungan saling berkaitan di berbagai bidang, yaitu dengan memberikan ruang yang lebih besar bagi orang-orang yang menggerakkan perubahan.

Buku Panduan ini akan terus secara aktif mencari dan mempromosikan mereka yang membentuk praktik yang lebih bertanggung jawab, serta tetap mendengarkan masukan dari dunia industri.

Program Mindful Voices akan resmi diluncurkan pada tanggal 1 Juni di acara Penghargaan Buku Panduan Michelin Negara-Negara Nordik di Kopenhagen, Denmark.

Program ini akan dimulai terlebih dahulu di wilayah Eropa, sebelum akhirnya diperluas ke seluruh dunia sepanjang sisa tahun ini.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau