Kekeringan baru-baru ini, termasuk yang terjadi pada tahun 2023 dan 2024, menyebabkan operator terusan harus mengurangi berat dan jumlah kapal yang menyeberangi jalur air sepanjang 50 mil tersebut.
Bagi perdagangan global dan AS, masa depan Terusan Panama adalah hal yang sangat penting.
Rata-rata 14.000 kapal melintasi terusan tersebut setiap tahun, termasuk 40 persen dari kapal kontainer AS.
"Jika kita tidak akan mengurangi emisi, maka langkah-langkah adaptasi yang signifikan diperlukan agar terusan ini tetap berfungsi," kata Munoz.
Otoritas di Panama sendiri kini berfokus berencana membangun waduk tambahan untuk melengkapi Danau Gatun.
Mereka juga berupaya menemukan metode untuk memanfaatkan persediaan air yang ada secara lebih efisien.
Baca juga: Perubahan Iklim Bisa Rugikan Produktivitas Global Hingga 1,5 Triliun Dolar AS
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya