Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

CEO Lebih Yakin Capai Target Nol Bersih Berkat AI

Kompas.com, 8 Oktober 2025, 16:07 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi


KOMPAS.com - Laporan baru dari firma konsultasi dan akuntansi global KPMG menyatakan bahwa semakin banyak CEO yang optimis bahwa perusahaan mereka akan berhasil memenuhi target emisi nol bersih dengan dukungan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).

Hasil tersebut didapatkan dari survei terhadap lebih 1300 CEO di seluruh dunia.

Laporan menunjukkan bahwa 61 persen CEO merasa yakin perusahaan mereka akan berhasil mencapai target emisi nol bersih pada 2030. Angka keyakinan ini naik 10 poin persentase dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 51 persen.

"Laporan KPMG menyimpulkan bahwa terlepas dari perbedaan pandangan terhadap ESG di berbagai wilayah, mayoritas pemimpin perusahaan tetap teguh pada komitmen keberlanjutan dan kini lebih optimistis dapat mencapai target-target tersebut," tulis laporan ini, dikutip dari Eco Business, Rabu (8/10/2025).

Baca juga: 85 Persen Publik Ingin Perusahaan Desak Pemerintah Ambil Tindakan Iklim

Menurut KPMG, optimisme yang lebih tinggi ini muncul karena banyak perusahaan telah meninjau ulang dan menyesuaikan target iklim jangka pendek mereka, menjadikannya lebih realistis dan terintegrasi dengan strategi bisnis utama perusahaan.

Para CEO juga semakin yakin dapat memenuhi target nol bersih mereka dengan menerapkan AI secara strategis.

Survei KPMG menemukan bahwa AI paling banyak digunakan untuk meningkatkan akurasi data dan pelaporan keberlanjutan (79 persen), mencari peluang untuk meningkatkan efisiensi sumber daya (78 persen), dan secara langsung menurunkan emisi dan meningkatkan efisiensi energi (78 persen).

Namun laporan tidak mencantumkan apakah para CEO memperhitungkan kebutuhan energi dan air yang sangat besar dari pusat data yang digunakan untuk mengoperasikan AI, isu yang belakangan ini menjadi fokus kekhawatiran para ahli lingkungan.

"Peningkatan besar dalam keyakinan untuk mencapai nol bersih ini merupakan sinyal yang baik dan berpotensi memperkuat dorongan untuk mencapai tujuan dekarbonisasi bersama," ungkap John McCalla-Leacy dari KPMG International.

Namun, proses dekarbonisasi tidak lepas dari berbagai kesulitan. Para CEO menetapkan tantangan terberat adalah kerumitan dalam menghilangkan karbon dari rantai pasokan (25 persen) dan ketiadaan keahlian serta keterampilan yang diperlukan untuk mengimplementasikan solusi yang sukses (21 persen).

Baca juga: Kredit Karbon Dinilai Gagal Kurangi Emisi Perusahaan, Studi Ungkap

Biaya dianggap kurang menjadi penghalang bagi aksi iklim. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan tantangan lain, dengan hanya 11 persen CEO yang mengutipnya sebagai masalah utama.

Survei tersebut juga menemukan bahwa dua pertiga (65 persen) dari responden mengaku telah sepenuhnya mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam bisnis mereka dan melihatnya penting bagi kesuksesan jangka panjang.

KPMG mengungkapkan pula bahwa secara lebih luas, AI tetap menjadi prioritas investasi utama, di mana 69 persen CEO berencana mengalokasikan 10−20 persen dari anggaran mereka untuk teknologi baru ini selama 12 bulan ke depan, meskipun keyakinan terhadap ekonomi global menurun ke tingkat terendah sejak 2001.

Namun tak bisa dimungkiri bahwa tetap ada kekhawatiran utama terkait penggunaan AI di antaranya adalah tantangan etika (59 persen), kesiapan data (52 persen), dan kurangnya regulasi (50 persen).

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Karhutla Bakar 637.011 Hektar Lahan, Organisasi Lintas Iman Desak Siklus Tahunan Diputus
Karhutla Bakar 637.011 Hektar Lahan, Organisasi Lintas Iman Desak Siklus Tahunan Diputus
Pemerintah
ASRI Menyapa Surabaya, Dorong Siswa dan Guru Wujudkan Sekolah Berkelanjutan
ASRI Menyapa Surabaya, Dorong Siswa dan Guru Wujudkan Sekolah Berkelanjutan
Swasta
Lonjakan Belanja Militer Perparah Perubahan Iklim dan Keamanan Global
Lonjakan Belanja Militer Perparah Perubahan Iklim dan Keamanan Global
Pemerintah
Pengembangan PLTS Terapung Perlu Mitigasi agar Tak Ganggu Fungsi Badan Air
Pengembangan PLTS Terapung Perlu Mitigasi agar Tak Ganggu Fungsi Badan Air
Pemerintah
Rotan Kian Sulit Didapat, Perajin Anyaman Mahakam Ulu Terpaksa Beralih ke Plastik
Rotan Kian Sulit Didapat, Perajin Anyaman Mahakam Ulu Terpaksa Beralih ke Plastik
LSM/Figur
'Cage Free Eggs', Mengangkat Isu Kesejahteraan di Sebutir Telur
"Cage Free Eggs", Mengangkat Isu Kesejahteraan di Sebutir Telur
LSM/Figur
Pelajar Galang Dana lewat Golf untuk Wujudkan Harapan Anak dengan Penyakit Kritis
Pelajar Galang Dana lewat Golf untuk Wujudkan Harapan Anak dengan Penyakit Kritis
LSM/Figur
Dilema Pemanfaatan Dana Karbon di Pedalaman Kalimantan...
Dilema Pemanfaatan Dana Karbon di Pedalaman Kalimantan...
LSM/Figur
Bank Global Kucurkan Rp 10,69 Kuadriliun ke Perusahaan Terkait Deforestasi
Bank Global Kucurkan Rp 10,69 Kuadriliun ke Perusahaan Terkait Deforestasi
Pemerintah
Menjaga Mangrove Tetap Hidup, Bukan Sekadar Menanam
Menjaga Mangrove Tetap Hidup, Bukan Sekadar Menanam
Pemerintah
LSEG: Pemilik Aset Semakin Integrasikan Keberlanjutan ke Dalam Portofolio
LSEG: Pemilik Aset Semakin Integrasikan Keberlanjutan ke Dalam Portofolio
Pemerintah
Bisakah Pemulihan Populasi Hewan Besar Bantu Atasi Perubahan Iklim?
Bisakah Pemulihan Populasi Hewan Besar Bantu Atasi Perubahan Iklim?
Pemerintah
Dari Rotan, Masyarakat Dayak Merawat Tradisi dan Membuka Jalan Penghidupan
Dari Rotan, Masyarakat Dayak Merawat Tradisi dan Membuka Jalan Penghidupan
LSM/Figur
Pembangunan Proyek Batu Bara Baru Tiga Kali Lebih Cepat dari Penghentiannya
Pembangunan Proyek Batu Bara Baru Tiga Kali Lebih Cepat dari Penghentiannya
LSM/Figur
Ketika Greenpeace Mencuri Panggung di Bundaran HI
Ketika Greenpeace Mencuri Panggung di Bundaran HI
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau