Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 12 Oktober 2025, 08:05 WIB
Hotria Mariana,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

Tidak hanya flora, Taman Kehati Sawerigading Wallacea juga menjadi rumah bagi Rusa Timor generasi kelima hasil pengembangbiakan, serta habitat berbagai jenis kupu-kupu lokal, burung liar, lebah, dan tawon.

Baca juga: Menitip Asa Masa Depan Tambang Berkelanjutan Vale Indonesia di Danau Matano

Setiap tahun, Vale mendonasikan sekitar 25.000 batang bibit ke instansi pemerintah, sekolah, dan lembaga swadaya masyarakat di Sulawesi Selatan.

Menjaga kemurnian Danau Matano

Danau Matano, danau terdalam di Indonesia dengan kedalaman mencapai 590 meter, adalah rumah bagi berbagai spesies endemik yang tidak ditemukan di tempat lain. Menjaga kemurnian danau purba ini menjadi prioritas utama Vale.

Setiap kali hujan turun, air mengalir melewati bukaan tambang membawa partikel tanah dan logam terlarut. Tanpa pengelolaan tepat, air limpasan dapat menurunkan kualitas air danau.

Untuk itu, Vale mengembangkan Lamella Gravity Settler (LGS), teknologi pengolahan air modern hasil kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sejak 2011.

Baca juga: Teknologi Canggih PT Vale Jaga Kejernihan Danau Matano

LGS bekerja seperti saringan bertingkat yang mempercepat pemisahan lumpur dari air. Sistem vertikal dengan kedalaman hingga 9 meter mampu mengolah air dalam jumlah besar tanpa memerlukan lahan luas.

Berdasarkan uji internal, LGS berhasil menurunkan tingkat kekeruhan air lebih dari 99 persen. Kadar logam total chromium juga berkurang hingga 97 persen dan tetap dijaga agar selalu di bawah baku mutu melalui pemantauan kualitas rutin.

Kapasitas pengolahan LGS mencapai 4.000 meter kubik per jam pada kondisi normal, setara dengan kebutuhan air minum puluhan ribu orang per hari.

Sistem ini dilengkapi Intelligent Control for Mine Water Treatment (Incomatte) yang mengatur proses injeksi bahan kimia secara otomatis. Perusahaan juga melakukan pemantauan kualitas air di titik penaatan secara real-time menggunakan alat SPARING yang datanya terhubung dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) pusat.

Baca juga: Dari Film Sore ke Sorowako, Menelisik Komitmen Industri Wujudkan Praktik Tambang Berkelanjutan

Memulihkan ekosistem pesisir

Vale juga menjangkau kawasan pesisir Malili melalui program konservasi terumbu karang, mangrove, dan padang lamun.

Iqbal menerangkan, mengingat Vale beroperasi di pesisir laut dengan pelabuhan di Balantang, perusahaan memiliki tanggung jawab menjaga ekosistem laut.

"Dari hasil kajian memang sudah ada penurunan dari sisi fungsi mangrove dan juga terumbu karang di sekitar kawasan," kata Iqbal.

Vale bersama mitra melakukan transplantasi karang di sekitar Pulau Bulu Poloe, restorasi mangrove sekitar 1 hektare, serta rehabilitasi kawasan mangrove lebih dari 200 hektare.

Baca juga: Merawat Ekosistem Pesisir Malili lewat Transplantasi Karang dan Restorasi Mangrove

"Dengan harapan, semoga dengan upaya ini, fungsi pesisir laut ini bisa tetap terjaga dan bisa membawa kepada lingkungan yang sustainable, terutama di area sekitar pesisir," ujarnya.

Program transplantasi karang yang dimulai sejak 2022 memberikan hasil menggembirakan. Dari 1.000 fragmen yang ditanam, tingkat kelangsungan hidup mencapai 98 persen. Bahkan, kembalinya hiu ke kawasan tersebut menjadi indikator pemulihan ekosistem yang berhasil.

Dari limbah jadi berkah

Prinsip ekonomi sirkular diterapkan Vale dalam pengelolaan limbah. Unit Segregation Plant mengelola 15-16 ton sampah per hari dari area pabrik, perumahan karyawan, dan komunitas sekitar.

Sampah dipilah menjadi berbagai kategori. Material bernilai ekonomis, seperti plastik dan logam dipres dan disalurkan ke empat bank sampah binaan Vale di Sorowako, Tabarano, Magani, dan Wasuponda.

Baca juga: Vale Indonesia Ubah Limbah Nikel Jadi Berkah lewat Inisiatif Sirkular

Sampah organik diolah menjadi pakan ternak melalui budi daya maggot. Air lindi dari tumpukan sampah diolah melalui Leachate Treatment Plant (LTP) dan digunakan kembali untuk penyiraman jalan tambang guna mengurangi debu sesuai ijin yang dimiliki.

Limbah slag nikel dari  peleburan pun tidak terbuang percuma. PT Vale menghasilkan sekitar 4 juta ton slag per tahun yang dimanfaatkan sebagai material konstruksi jalan tambang dan diolah menjadi paving block serta batako sesuai ijin pemanfaatan limbah slag yang dimiliki PT Vale.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Integrasi Keberlanjutan, Praktik Baik Bangunan Hijau Sektor FMCG dan Farmasi
Integrasi Keberlanjutan, Praktik Baik Bangunan Hijau Sektor FMCG dan Farmasi
Swasta
Kisah Nurdini Prihastiti Membuka Ruang Berkarya bagi Penyandang Disabilitas
Kisah Nurdini Prihastiti Membuka Ruang Berkarya bagi Penyandang Disabilitas
LSM/Figur
Coca-Cola Sediakan Drop Box Botol PET di 20 Gerai M Mart
Coca-Cola Sediakan Drop Box Botol PET di 20 Gerai M Mart
Swasta
WHO Rilis Kerangka Kerja Keberlanjutan untuk Dekarbonisasi Sektor Farmasi
WHO Rilis Kerangka Kerja Keberlanjutan untuk Dekarbonisasi Sektor Farmasi
Pemerintah
Pemuda Desa Sumbersari Ubah Sampah Pasar Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi
Pemuda Desa Sumbersari Ubah Sampah Pasar Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi
LSM/Figur
Kemenhut Petakan 6,28 Juta Hektare Perhutanan Sosial untuk Perdagangan Karbon
Kemenhut Petakan 6,28 Juta Hektare Perhutanan Sosial untuk Perdagangan Karbon
Pemerintah
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
LSM/Figur
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
Pemerintah
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Pemerintah
Gaya Hidup Berkelanjutan Tak Cukup Jadi Pilihan Individu, Butuh Dukungan Ekosistem
Gaya Hidup Berkelanjutan Tak Cukup Jadi Pilihan Individu, Butuh Dukungan Ekosistem
LSM/Figur
Menteri LH Klaim Karhutla di Lahan Konsesi Turun Akibat Sanksi Hukum
Menteri LH Klaim Karhutla di Lahan Konsesi Turun Akibat Sanksi Hukum
Pemerintah
PBB Sebut Perusahaan Masih Acuh Saat Target Lingkungan 2030 Meleset
PBB Sebut Perusahaan Masih Acuh Saat Target Lingkungan 2030 Meleset
Pemerintah
4.000 Pekerja Pemilah Sampah Informal di Bantargebang Dapat Jaminan Sosial
4.000 Pekerja Pemilah Sampah Informal di Bantargebang Dapat Jaminan Sosial
Pemerintah
Pramono: Pilah Sampah di Jakarta Capai 23 Persen, 8.615 Fasilitas Pengelolaan Disiapkan
Pramono: Pilah Sampah di Jakarta Capai 23 Persen, 8.615 Fasilitas Pengelolaan Disiapkan
Pemerintah
Indonesia Dinilai Terlambat Terapkan EPR, Produsen Bakal Wajib Biayai Pengelolaan Sampah
Indonesia Dinilai Terlambat Terapkan EPR, Produsen Bakal Wajib Biayai Pengelolaan Sampah
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau