Menon mengatakan pula bahwa kemajuan teknologi untuk meningkatkan efisiensi juga merupakan bagian penting dari peta jalan industri menuju emisi nol bersih.
Tapi masih ada juga hambatan lain yang menghadang yakni kebijakan tarif yang diberlakukan AS yang diperkirakan akan memacu inflasi dan menghambat pemulihan rantai pasokan yang meliputi produksi, pengiriman pesawat, mesin dan komponen.
Kendati demikian permintaan perjalanan diproyeksikan akan terus tumbuh.
Setiap tahun sejak pandemi, jumlah wisatawan terus meningkat, mencerminkan minat dunia yang tak kunjung pudar untuk bepergian.
Pada tahun 2024, terdapat 1,5 miliar kedatangan internasional secara global, meningkat 12 persen dari tahun sebelumnya.
“Permintaan untuk perjalanan udara, baik kargo maupun penumpang, sangat kuat. Semua orang ingin bepergian, baik untuk bisnis maupun liburan,” kata Menon.
“Jadi, itulah mengapa Anda melihat pemerintah di Asia Pasifik melakukan yang terbaik untuk mendukung pertumbuhan industri ini, bahkan sambil berusaha membantu mereka mengatasi masalah keberlanjutan,” pungkasnya.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya