Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BJA Group Tanam 20 Juta Pohon Gamal, Transisi Energi lewat Biomassa Berkelanjutan

Kompas.com, 25 November 2025, 06:56 WIB
Manda Firmansyah,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sebagai produsen wood pellet terintegrasi dengan izin kapasitas terbesar di Indonesia, BJA Group — yang terdiri dari PT Biomasa Jaya Abadi (BJA), PT Banyan Tumbuh Lestari (BTL), dan PT Inti Global Laksana (IGL) — menegaskan dukungannya terhadap transisi energi lewat praktik biomassa yang legal dan bebas deforestasi.

Komitmen itu kembali ditegaskan melalui aksi penanaman pohon gamal ke-20 juta, sebuah tonggak penting dalam perjalanan keberlanjutan perusahaan. Pencapaian ini menjadi simbol kontribusi sektor biomassa bagi ekonomi hijau sekaligus bukti bahwa industri dapat berjalan tanpa mengorbankan lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat lokal.

Penanaman ke-20 juta ini menunjukkan bahwa industri wood pellet dapat berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan apabila seluruh proses dilakukan secara legal, berkelanjutan, dan terverifikasi.

Kegiatan penanaman dilakukan pada Jumat (21/11/2025) di area BTL, Blok I-10, Popayato Timur, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Sejak mulai menanam pada Mei 2022, BTL telah menanam 20.400.000 pohon gamal di lahan sekitar 4.080 hektare. Pohon gamal pertama kini tumbuh setinggi sekitar 8 meter dengan diameter 8 cm, dan akan dipanen saat berusia 4–5 tahun ketika mencapai diameter 10–15 cm dan tinggi 10–12 meter. Seluruh bibit gamal berasal dari pembibitan internal BTL.

Direktur BJA Group Zunaidi menegaskan bahwa penanaman selalu dilakukan setelah proses land preparation yang baik. Menurutnya, keberhasilan mencapai penanaman ke-20 juta pohon membuktikan bahwa “industri biomassa dapat tumbuh tanpa deforestasi. Bahkan, membuktikan industri biomassa tumbuh melalui reforestasi yang terencana.”

“Setiap pohon gamal yang kami tanam bukan sekadar tanaman energi, tetapi representasi dari komitmen kami untuk menghijaukan masa depan dan membangun sumber energi terbarukan dari bahan baku yang lestari. Melalui penanaman gamal ke-20 juta pohon ini, kami menanam harapan bagi keberlanjutan energi dan salah satu sumber penghidupan masyarakat di Kabupaten Pohuwato,” ujar Zunaidi, Jumat (21/11/2025).

Baca juga: ITDC Perkuat Konservasi Kawasan KEK Mandalika melalui Penanaman Mangrove

Gamal dipilih sebagai bahan baku wood pellet karena merupakan tanaman terubusan yang bisa dipanen 4–5 kali dalam sekali tanam dengan siklus 4–5 tahun. Selain menjadi sumber EBT, gamal juga berperan dalam konservasi berkat pertumbuhannya yang cepat, densitas hingga 5.000 pohon per hektare, dan sistem perakaran yang luas.

Seluruh produksi wood pellet BJA Group memenuhi Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK). Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian Kehutanan Laksmi Wijayanti menjelaskan bahwa SVLK memastikan seluruh produk hasil hutan legal, dapat ditelusuri, dan diproduksi berkelanjutan. Sistem ini sejalan dengan dokumen komitmen iklim Indonesia Nationally Determined Contribution (NDC) serta perjanjian internasional FLEGT-VPA.

“Kami ingin menunjukkan bahwa industri wood pellet Indonesia legal, lestari, dan menyejahterakan sehingga bisa menjadi contoh bagi dunia,” tutur Zunaidi.

Dampak ekonomi BJA Group juga signifikan bagi Gorontalo. Per September 2025, jumlah tenaga kerja perusahaan—termasuk tenaga bongkar muat (TKBM) di PT Berkah Indah Gorontalo (BIG)—mencapai 1.501 orang. Tenaga kerja asal Kabupaten Pohuwato mencapai 1.083 orang atau lebih dari 72 persen. Sekitar 12,5 persen berasal dari kabupaten lain di Gorontalo, sehingga total tenaga kerja lokal mencapai 84,5 persen. Hanya 15,5 persen yang berasal dari luar provinsi.

BJA Group kini menjadi tumpuan hidup ribuan keluarga. Sedikitnya 3.000 orang bergantung pada pendapatan dari perusahaan ini, dengan perputaran uang bulanan karyawan mencapai sekitar Rp7 miliar.

Zunaidi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan atas dukungan yang diberikan. “Apa yang kita tanam hari ini adalah untuk masa depan generasi mendatang,” ujarnya.

Baca juga: PT GNI Wujudkan Komitmen Keberlanjutan Lingkungan dengan Penanaman Mangrove

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Mereka Menyebutnya “Ojek Laut”...
Mereka Menyebutnya “Ojek Laut”...
LSM/Figur
Hadapi Disrupsi AI, Kepemimpinan Berkelanjutan Jadi Kunci Capai Target SDG
Hadapi Disrupsi AI, Kepemimpinan Berkelanjutan Jadi Kunci Capai Target SDG
Swasta
Peneliti UI dan Kyoto University Berkolaborasi untuk Ubah Limbah Cair Kelapa Sawit Jadi Energi
Peneliti UI dan Kyoto University Berkolaborasi untuk Ubah Limbah Cair Kelapa Sawit Jadi Energi
LSM/Figur
Kian Dekat dengan Alam, Bantu Bangun Kebiasaan Makan Lebih Sehat
Kian Dekat dengan Alam, Bantu Bangun Kebiasaan Makan Lebih Sehat
Pemerintah
Pemerintah Diminta Susun Mekanisme Penyelesaian Wilayah Masyarakat Adat dengan Area Konsesi
Pemerintah Diminta Susun Mekanisme Penyelesaian Wilayah Masyarakat Adat dengan Area Konsesi
Pemerintah
Hanya 10 dari 516 Masyarakat Adat yang Diakui di Kaltim, Ini Penyebabnya
Hanya 10 dari 516 Masyarakat Adat yang Diakui di Kaltim, Ini Penyebabnya
Pemerintah
Karier Perempuan Sering Terhambat, Khususnya pada Posisi Dewan Direksi
Karier Perempuan Sering Terhambat, Khususnya pada Posisi Dewan Direksi
Pemerintah
Target WHO 2030: Deteksi Wabah Baru Hanya dalam 24 Jam
Target WHO 2030: Deteksi Wabah Baru Hanya dalam 24 Jam
Pemerintah
Perubahan Iklim Ancam Kesehatan Kulit Negara Berpendapatan Rendah
Perubahan Iklim Ancam Kesehatan Kulit Negara Berpendapatan Rendah
Pemerintah
Kerugian Hunian Akibat Bencana Capai 228 Miliar Dolar AS Setiap Tahunnya
Kerugian Hunian Akibat Bencana Capai 228 Miliar Dolar AS Setiap Tahunnya
Pemerintah
Astra Boyong 37 Peserta Binaan ke Trade Expo Indonesia 2026
Astra Boyong 37 Peserta Binaan ke Trade Expo Indonesia 2026
Desa Sejahtera Astra
Dua Tahun 'Water for Banuan', Dampak Nyata Air Bersih Berkelanjutan di Pelosok NTT
Dua Tahun "Water for Banuan", Dampak Nyata Air Bersih Berkelanjutan di Pelosok NTT
LSM/Figur
Kepemimpinan 'Human-Centered' Jadi Kunci Ukur Kesejahteraan Karyawan
Kepemimpinan "Human-Centered" Jadi Kunci Ukur Kesejahteraan Karyawan
Swasta
Antisipasi Ancaman Penyakit Pes, RI Perlu Perkuat Pemantauan Tikus
Antisipasi Ancaman Penyakit Pes, RI Perlu Perkuat Pemantauan Tikus
LSM/Figur
Satelit Ungkap Kota Dunia Alami Penurunan Tanah: Medan dan Bandung Masuk Daftar
Satelit Ungkap Kota Dunia Alami Penurunan Tanah: Medan dan Bandung Masuk Daftar
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau