Penulis
KOMPAS.com - Taiwan mengubah aturan pengurangan plastik sekali pakai agar lebih realistis. Pemerintah Taiwan menetapkan pengurangan plastik lima persen pada tahun 2030, serta 10 persen pada tahun 2035, yang diumumkan pada Senin (29/12/2025).
Adapun pendekatan lama yang mengandalkan larangan penuh dinilai tidak lagi efektif. Taiwan pun memilih jalur insentif ekonomi dan penguatan ekonomi sirkular, dilansir dari Eco-Business, Senin (6/1/2026).
Baca juga:
Taiwan mengubah kebijakan plastik sekali pakai dengan target baru hingga 2035. Simak selengkapnya.Sebelumnya pada tahun 2018, Taiwan berkomitmen menghapus empat jenis plastik sekali pakai yaitu sedotan, gelas minuman, kantong belanja, dan perlengkapan makan sekali pakai.
Pemerintah menargetkan pelarangan penuh pada tahun 2025 dan penghapusan total pada tahun 2030. Namun, target tersebut saat ini resmi direvisi.
Kementerian Lingkungan Hidup Taiwan mengakui target lama tidak tercapai. Dalam kebijakan baru, pemerintah menargetkan pengurangan plastik petrokimia sekali pakai sebesar lima persen pada tahun 2030. Angka tersebut naik menjadi 10 persen pada 2035.
Adapun tahun 2024 dijadikan sebagai titik acuan penghitungan.
Aturan baru ini juga memperluas kategori plastik yang diatur. Dari sebelumnya empat jenis, saat ini bertambah menjadi enam kategori. Dua tambahan utama adalah kemasan ritel dan kemasan e-commerce.
Kedua sektor tersebut dinilai berkontribusi besar terhadap lonjakan sampah plastik.
Baca juga:
Menteri Lingkungan Hidup Taiwan, Peng Chi-ming, mengatakan, pemerintah sudah berupaya selama tujuh tahun terakhir.
Namun, perubahan perilaku konsumen pasca-pandemi Covid-19 membuat target lama sulit tercapai. Permintaan kemasan makanan dan belanja online (daring) justru terus meningkat.
Peng menilai pendekatan berbasis larangan saja tidak cukup. Maka dari itu, strategi baru menitikberatkan pada insentif ekonomi.
Pemerintah juga memprioritaskan enam sektor utama meliputi instansi pemerintah, perusahaan besar, peritel, ruang publik, pasar, dan pusat grosir.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya