Penulis
KOMPAS.com - Pemerintah Perancis menunda larangan penggunaan plastic cups (cangkir plastik) sekali pakai selama empat tahun. Larangan yang seharusnya berlaku pada 1 Januari 2026 diundur hingga 1 Januari 2030, menurut Kementerian Transisi Ekologis Perancis, Selasa (30/12/2025).
Dalam dekrit resmi, mereka menyatakan bahwa masih ada kendala dalam menemukan alternatif yang benar-benar siap menggantikan cangkir plastik sekali pakai secara luas.
Baca juga:
Menurut dekrit tersebut, pemerintah akan melakukan tinjauan ulang pada tahun 2028 mengenai sejauh mana "kemajuan yang dicapai dalam mengganti gelas plastik sekali pakai", dilansir dari AFP, Jumat (2/1/2026).
Adapun larangan penuh baru akan diterapkan mulai 1 Januari 2030. Setelah itu, perusahaan diberi waktu 12 bulan untuk menghabiskan stok cangkir plastik yang masih tersisa.
Pemerintah Perancis menunda larangan cangkir plastik sekali pakai hingga Januari 2030. Ini alasannya.Langkah ini menjadi sorotan karena Perancis dikenal sebagai salah satu negara di Eropa yang agresif membatasi plastik sekali pakai.
Selama satu dekade terakhir, Perancis secara bertahap menerapkan berbagai larangan produk plastik. Kebijakan ini muncul seiring meningkatnya peringatan dari aktivis lingkungan tentang dampak plastik terhadap sungai dan lautan.
Pada tahun 2020, Perancis mengesahkan undang-undang yang menargetkan penghapusan seluruh plastik sekali pakai pada tahun 2040. Aturan ini menjadi tonggak besar dalam kebijakan lingkungan negara tersebut.
Salah satu dampaknya terlihat pada tahun 2022. Saat itu, Perancis melarang kantong plastik untuk kemasan buah dan sayur dengan berat di bawah 1,5 kilogram. Kebijakan ini secara drastis mengubah kebiasaan belanja di supermarket.
Namun, penundaan larangan cangkir plastik dinilai sebagai kemunduran. Manon Richert, juru bicara kelompok lingkungan Zero Waste France, menyebut keputusan ini sebagai langkah mundur dalam perjuangan melawan polusi plastik.
"(Penundaan ini menandai) langkah mundur lainnya dalam perjuangan melawan polusi plastik, di bawah tekanan dari kelompok pedukung," kata Richert.
Menurut dia, alasan kelayakan teknis yang disampaikan pemerintah cukup lemah. Ia menegaskan bahwa solusi pengganti plastik sebenarnya sudah ada.
Masalahnya, tambah dia, solusi tersebut belum diadopsi secara luas akibat kurangnya investasi dan kerangka regulasi yang belum memadai.
Baca juga:
Pemerintah Perancis menunda larangan cangkir plastik sekali pakai hingga Januari 2030. Ini alasannya.Kelompok lingkungan juga menilai proses penghapusan plastik sekali pakai berjalan terlalu lambat.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya