Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Riset Ungkap 11 Desa di DAS Tamiang Aceh Rawan Banjir Bandang

Kompas.com, 6 Januari 2026, 19:45 WIB
Zintan Prihatini,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Riset menunjukkan bahwa 11 dari 214 desa di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tamiang, Aceh, cukup rawan mengalami banjir bandang. Sementara itu, desa lainnya masuk kategori rawan sedang.

Hal ini diketahui berdasarkan disertasi berjudul Karakteristik Hidrologi dan Potensi Banjir Bandang di Kawasan Humid Tropics: Kasus DAS Tamiang Aceh tahun 2020, yang menganalisis perubahan tutupan lahan periode 1996-2018.

Baca juga: 

11 dari 214 desa di DAS Tamiang, Aceh rawan banjir

Banjir di DAS Tamiang terjadi setiap tahun

Peneliti dari IPB University, Cut Azizah, mengatakan, lokasi atau jarak desa dari sungai menentukan kerentanan terhadap bahaya banjir bandang.

Wilayah desa yang berdekatan dengan sungai merupakan wilayah paling rentan apabila terjadi banjir bandang. Menurut dia, 70 persen desa di DAS Tamiang berdekatan dengan badan air, dengan sebagian permukiman berada di dalam sempadan sungai.

Sebab, sebagian besar masyarakat tinggal di pinggir sungai dan menggunakannya sebagai sumber air ataupun mata pencaharian.

"Banjir bandang yang cepat dan umumnya membawa debris akan menghancurkan wilayah desa di sepanjang sungai, walaupun lokasi pemicu bukan di desa tersebut," tulis Cut Azizah, dikutip Selasa (6/1/2026).

SDN I Kuala Simpang di Kabupaten Aceh Tamiang, masih terendap lumpur sisa banjir bandang.Kompas.com/Zuhri Noviandi SDN I Kuala Simpang di Kabupaten Aceh Tamiang, masih terendap lumpur sisa banjir bandang.

Banjir di DAS Tamiang terjadi setiap tahunnya. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2018, ada 37 peristiwa banjir di wilayah tersebut selama 2003-2018.

Cut Azizah menuliskan bahwa tahun 2018 dan tahun 2012 merupakan tahun terbanyak kasus banjir.

"Oktober dan Desember merupakan bulan yang paling sering terjadi banjir, sedangkan Juli dan Agustus merupakan bulan yang belum pernah terjadi banjir. Pola hujan ekuatorial dengan puncak pada Bulan Mei dan Bulan Oktober menyebabkan banjir di DAS Tamiang," tulis Cut Azizah. 

Ia menambahkan, banjir yang terjadi pada Oktober bertepatan dengan periode puncak hujan di DAS Tamiang. Sementara itu, curah hujan lebih sedikit pada bulan Juli dengan laju di atas 60 milimeter per hari.

Baca juga:

Banjir bandang terparah terjadi pada tahun 2006

Sebelumnya, tercatat banjir bandang di DAS Tamiang terjadi enam kali, dengan empat di antaranya dapat diidentifikasi yaitu pada Sabtu (23/12/2006), Sabtu (20/12/2014), Minggu (9/4/2017), serta Sabtu (2/12/2017).

Cut Azizah menuliskan, banjir tahun 2006 merupakan banjir bandang terparah yang membawa debris kayu dan pohon.

Simulasi model Hydrologic Engineering Center's Hydrologic Modeling System (HEC HMS) menunjukkan, banjir bandang di DAS Tamiang diakibatkan curah hujan 63-111 milimeter per hari yang menghasilkan debit puncak 559-1.664 meter kubik per detik.

"Waktu kedatangan banjir bandang (waktu konsentrasi) di outlet (Kota Kuala Simpang) adalah 48 jam, sehingga diketahui banjir bandang pada hari kejadian diakibatkan akumulasi hujan dua hari sebelumnya," tulis dia.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
LSM/Figur
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
LSM/Figur
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Pemerintah
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
BUMN
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
Pemerintah
BRIN Kembangkan Gasifikasi Sampah untuk Tekan Emisi Metana dan CO2
BRIN Kembangkan Gasifikasi Sampah untuk Tekan Emisi Metana dan CO2
LSM/Figur
Capaian Dekarbonisasi Pertamina Semester I 2026 Tembus 118 Persen
Capaian Dekarbonisasi Pertamina Semester I 2026 Tembus 118 Persen
Pemerintah
Arah Politik Hukum RUU Perubahan Iklim
Arah Politik Hukum RUU Perubahan Iklim
Pemerintah
Banyak Remaja Hadapi Masalah Mental, Sekolah Perkuat Budaya Saling Peduli
Banyak Remaja Hadapi Masalah Mental, Sekolah Perkuat Budaya Saling Peduli
Swasta
Lonjakan Pusat Data Bakal Picu 'Tsunami' Sampah Elektronik
Lonjakan Pusat Data Bakal Picu 'Tsunami' Sampah Elektronik
Pemerintah
KLH : Kemampuan Ukur Emisi Metana di Fasilitas di Luar TPA Tentukan Kinerja Sistem Pengolahan Sampah Daerah
KLH : Kemampuan Ukur Emisi Metana di Fasilitas di Luar TPA Tentukan Kinerja Sistem Pengolahan Sampah Daerah
Pemerintah
Hadapi Krisis Iklim, Pemda Diminta Tinggalkan Tata Kelola Sektoral
Hadapi Krisis Iklim, Pemda Diminta Tinggalkan Tata Kelola Sektoral
Pemerintah
TNFD: Laporan Dampak Bisnis Terhadap Alam Melonjak 2 Kali Lipat
TNFD: Laporan Dampak Bisnis Terhadap Alam Melonjak 2 Kali Lipat
Pemerintah
Penggunaan AI di Tempat Kerja Masih Lambat, Informal, dan Tidak Merata
Penggunaan AI di Tempat Kerja Masih Lambat, Informal, dan Tidak Merata
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau