Di sisi lain, BRIN membantu akses air bersih dengan menyediakan Arsinum (Air Siap Minum) yang di kirimkan ke sejumlah wilayah terdampak banjir di Sumatera.
Mobil Arsinum dirancang untuk mengolah air keruh menjadi air siap minum sesuai standar Kementerian Kesehatan.
Teknologi ini memungkinkan pemanfaatan berbagai sumber air, seperti air tanah, air PAM, air hujan, air laut, dan air berlumpur akibat banjir.
"Untuk ultra filtrasi diproyeksikan potensi menghasilkan air bersih 30.000 liter, kemudian yang Air Siap Minum 10.000 liter per hari. 10.000 liter itu kalau dihitung dengan galon kira-kira 5.000 galon, dan di Aceh Tamiang kami menempatkan dua unit artinya kapasitas produksinya 10.000 galon per hari," terang Joko.
Baca juga:
Sebagai informasi, BNPB melaporkan 1.179 jiwa meninggal dunia akibat banjir dan longsor di tiga provinsi di Sumatera per hari ini, Kamis (8/1/2026). Sebanyak 145 jiwa dinyatakan masih hilang. Total, 237.900 jiwa masih mengungsi.
Data BNPB menyebutkan, wilayah dengan korban jiwa terbanyak antara lain Aceh Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, dan Tapanuli Utara.
Banjir pun menghancurkan 215 fasilitas kesehatan, 3.188 fasilitas pendidikan, 803 rumah ibadah, 776 jembatan, dan 2.060 jalan
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya