Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Fenomena Plastik Berminyak di Pantai, Disebut akibat Minyak Tumpah di Laut

Kompas.com, 9 Januari 2026, 12:30 WIB
Manda Firmansyah,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

Sumber Phys.org

KOMPAS.com - Pada tahun 2020 lalu, organisasi nirlaba Friends of Palm Beach menemukan plastik, kaca, dan karet yang dilapisi residu hitam berminyak terdampar di Pantai Florida, Amerika Serikat. 

Organisasi tersebut lantas bekerja sama dengan para ilmuwan untuk memecahkan misteri di balik peristiwa itu. Mereka menghubungkan puing-puing tersebut dengan tumpahan minyak tahun 2019 di sepanjang garis pantai Brasil.

Baca juga: 

Hasilnya, sebagian material berminyak itu menempuh jarak lebih dari 5.200 mil atau sekitar 8.500 kilometer dengan menempel pada puing-puing.

Untuk mengetahuinya, para ilmuwan menggunakan model arus laut dan analisis kimia, yang mana temuannya telah diterbitkan dalam jurnal Environmental Science & Technology.

"Temuan penelitian dari studi kami tidak akan mungkin terwujud tanpa dedikasi dari Friends of Palm Beach," ujar penulis utama studi dan peneliti di Northeastern University, Bryan James, dilansir dari Phys.org, Jumat (9/1/2026).

Dampak jangka panjang residu minyak tumpah di laut 

Minyak menempel ke puing-puing dan menyebar ke banyak lokasi

Bencana minyak tumpah di Huntington Beach, California, di Huntington Beach, California, pada Senin (4/10/2021).  [AP Photo/Ringo HW Chiu]AP Photo/Ringo HW Chiu Bencana minyak tumpah di Huntington Beach, California, di Huntington Beach, California, pada Senin (4/10/2021). [AP Photo/Ringo HW Chiu]

Menurut James, pengetahuan Friends of Palm Beach yang mendalam tentang sampah laut lokal memungkinkan mereka memperhatikan ketika benda-benda unik dan menarik. Misalnya, plastik berminyak terdampar di pantai.

"Jika mereka tidak mau menyelidiki dan membagikan pengamatan mereka, penemuan ini akan tetap hilang di laut," ucap dia.

Beberapa jenis plastik memang dapat hanyut terbawa arus hingga ribuan kilometer. Namun, minyak mentah atau minyak bumi olahan biasanya tidak bisa terseret arus sangat jauh.

Sinar matahari dan mikroba biasanya mengurai minyak daam jarak beberapa ratus mil atau sekitar 300 kilometer dari tempat minyak tersebut tumpah ke air laut.

Oleh karena itu, botol plastik dan wadah kaca berminyak di sepanjang pantai di Florida membuat Friends of Palm Beach, yang sedang melakukan pembersihan, penasaran dari mana sumbernya. Apalagi, tidak ada laporan minyak tumpah ke laut di dekat pantai Florida.

Label botol dalam bahasa Portugis, Spanyol, dan Inggris, serta potongan besar karet yang ikut terdampar, menjadi petunjuk utama tentang sumber pencemaran minyak.

Baca juga:

Friends of Palm Beach bisa mengidentifikasi pentingnya memahami asal usul polusi minyak dan plastik itu karena beberapa anggotanya bekerja sama dengan peneliti internasional yaitu Woods Hole Oceanographic Institution yang dipimpin oleh James dan Christopher Reddy.

James, Reddy, dan rekan-rekannya berhipotesis bahwa sampah plastik dan karet berminyak di pantai Florida kemungkinan berasal dari sumber yang sama dengan polusi di pantai Brasil pada akhir tahun 2019.

SS Rio Grande, sebuah kapal pasokan Perang Dunia II yang tenggelam di Samudra Atlantik menjadi sumber minyak dan karet tersebut.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Hadapi Disrupsi AI, Kepemimpinan Berkelanjutan Jadi Kunci Capai Target SDG
Hadapi Disrupsi AI, Kepemimpinan Berkelanjutan Jadi Kunci Capai Target SDG
Swasta
Peneliti UI dan Kyoto University Berkolaborasi untuk Ubah Limbah Cair Kelapa Sawit Jadi Energi
Peneliti UI dan Kyoto University Berkolaborasi untuk Ubah Limbah Cair Kelapa Sawit Jadi Energi
LSM/Figur
Kian Dekat dengan Alam, Bantu Bangun Kebiasaan Makan Lebih Sehat
Kian Dekat dengan Alam, Bantu Bangun Kebiasaan Makan Lebih Sehat
Pemerintah
Pemerintah Diminta Susun Mekanisme Penyelesaian Wilayah Masyarakat Adat dengan Area Konsesi
Pemerintah Diminta Susun Mekanisme Penyelesaian Wilayah Masyarakat Adat dengan Area Konsesi
Pemerintah
Hanya 10 dari 516 Masyarakat Adat yang Diakui di Kaltim, Ini Penyebabnya
Hanya 10 dari 516 Masyarakat Adat yang Diakui di Kaltim, Ini Penyebabnya
Pemerintah
Karier Perempuan Sering Terhambat, Khususnya pada Posisi Dewan Direksi
Karier Perempuan Sering Terhambat, Khususnya pada Posisi Dewan Direksi
Pemerintah
Target WHO 2030: Deteksi Wabah Baru Hanya dalam 24 Jam
Target WHO 2030: Deteksi Wabah Baru Hanya dalam 24 Jam
Pemerintah
Perubahan Iklim Ancam Kesehatan Kulit Negara Berpendapatan Rendah
Perubahan Iklim Ancam Kesehatan Kulit Negara Berpendapatan Rendah
Pemerintah
Kerugian Hunian Akibat Bencana Capai 228 Miliar Dolar AS Setiap Tahunnya
Kerugian Hunian Akibat Bencana Capai 228 Miliar Dolar AS Setiap Tahunnya
Pemerintah
Astra Boyong 37 Peserta Binaan ke Trade Expo Indonesia 2026
Astra Boyong 37 Peserta Binaan ke Trade Expo Indonesia 2026
Desa Sejahtera Astra
Dua Tahun 'Water for Banuan', Dampak Nyata Air Bersih Berkelanjutan di Pelosok NTT
Dua Tahun "Water for Banuan", Dampak Nyata Air Bersih Berkelanjutan di Pelosok NTT
LSM/Figur
Kepemimpinan 'Human-Centered' Jadi Kunci Ukur Kesejahteraan Karyawan
Kepemimpinan "Human-Centered" Jadi Kunci Ukur Kesejahteraan Karyawan
Swasta
Antisipasi Ancaman Penyakit Pes, RI Perlu Perkuat Pemantauan Tikus
Antisipasi Ancaman Penyakit Pes, RI Perlu Perkuat Pemantauan Tikus
LSM/Figur
Satelit Ungkap Kota Dunia Alami Penurunan Tanah: Medan dan Bandung Masuk Daftar
Satelit Ungkap Kota Dunia Alami Penurunan Tanah: Medan dan Bandung Masuk Daftar
Pemerintah
Studi Ungkap Hubungan Lingkungan dan Kesehatan Mental Anak Muda
Studi Ungkap Hubungan Lingkungan dan Kesehatan Mental Anak Muda
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau