Mereka menguji hipotesisnya dengan melakukan simulasi komputer dan analisis forensik tumpahan minyak.
Pertama, model arus laut menelusuri botol-botol plastik tersebut ke masa lalu, dengan memprediksi asal-usulnya, mulai dari Teluk Meksiko, Amerika Tengah, sampai Brasil.
Kedua, model tambahan memperkirakan puing-puing berminyak itu hanyut selama 240 hari, waktu tempuh konsisten bagi arus laut untuk membawa material dari tumpahan minyak Brasil tahun 2019 ke pantai Florida.
Baca juga:
Ketiga, beberapa residu berminyak yang dikumpulkan dari puing-puing di Florida menunjukkan bukti adanya proses pemurnian, dan "sidik jari kimia" dari plastik berminyak tersebut cocok dengan yang dikumpulkan dari tumpahan minyak di Brasil.
Menurut Reddy, temuan penelitian ini membuktikan efek kontaminan aditif yang mana polusi plastik dapat mengangkut polusi minyak jauh melampaui asalnya.
Bahkan, temuan itu memperluas pemahaman saat ini tentang "petroplastik", suatu bentuk polusi plastik yang baru-baru ini dikenali yang berasal dari manusia.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya